Aku Hanya Gadis Taruhan Sean

Aku Hanya Gadis Taruhan Sean
Bab 20


__ADS_3

Rain tidak pernah putus asa terhadap cintanya. Dia sangat nyakin Sean juga sama sepertinya, buktinya Sean menjadikannya pacar dan bahkan dia telah tidur bersama.


"Mengapa Sean berubah? mungkin aku telah melakukan kesalahan, tapi apa?" ucap Rain dengan wajah sedih.


Rain yang masih tidak mengerti dan begitu awam dengan masalah percintaan, karena Sean merupakan cinta pertamanya.


......................


-MARKAS BLACK DEVIL-


Sean dan kedua temannya telah sampai di markas Black Devil. Di sebuah ruangan dengan nuansa black dan silver mereka terduduk di sofa.


"Sean gua gak suka kalo lo bertindak kasar sama Rain. Dia gak bersalah asal lo tau itu!" ucap Leo yang membuka suara.


"Lo suka sama dia?" ucap Sean dingin.


"Bukan gitu maksud gua" ucap Leo terpotong.


"Terus apa?" ucap Dion.


“Bukannya lo yang punya ide pertaruhan koyol itu, dan sekarang gua udah berhasil menuhin tantangan lo" ucap Sean naik pitam.


Leo pun bungkam, memang benar ini semua ide gilanya. Leo benar-benar merasa bersalah. Dia kira Rain dapat meluluhkan hati batu Sean.

__ADS_1


"Lapor tuan" ucap Hito bawahan terpecaya Sean.


"Hemm?" tanya Sean.


"Tuan menurut informasi yang kami dapat nona Vita masih hidup tuan dan kini sedang berada di Berlin" ucap Hito.


Mendengar itu membuat Sean bangkit dari duduknya. "Bawa dia kesini" ucap Sean tegas.


***** ternyata wanita itu tidak mati, gua heran sama lo Sean, lo king mafia tapi gak tau kelakuan wanita ja**ng itu* batin Leo geram.


"Baik tuan" ucap Hito memberikan bow dan berlalu pergi.


"Sean ngapain lo nyari wanita itu lagi sihh,, terus Rain gimana?" ucap Leo geram


Dion pun ikut bangkit, "kayaknya lo udah bener-bener kepincut sama tu cewek cupu" ucap Dion dan mengikuti langkah Sean.


*Sean gua gak mau lo nyesel suatu saat nanti, Rain cewek yang baik. Rain pantes buat dampingin hidup lo Sean* banti Leo dan ikut berlalu.


......................


-CAFE LEO-


"Woi, ngapain melamun" ucap Dina salah satu waiter di cafe Leo dan dia sudah berteman dengan Rain

__ADS_1


"Ahh Din, buat aku kaget saja" ucap Rain sambil mengelap meja makan.


"Kamu ada masalah? kok murung banget kayak gak ada semangat hidup" ucap Dina.


"Gak kok" ucap Rain sambil memaksakan untuk tersenyum.


"uwekk uwekk" tiba-tiba Rain mual dan merasa pusing, dia pun berlari ke bathroom.


"Rain kamu kenapa?" tanya Dina panik.


"uwekk uwekk,, aku mual Din" ucap Rain lemas.


"Kayaknya kamu sakit deh,, ijin aja dulu. Nanti aku ijinin sama pak Albert" ucap Dina.


"Gak usah Din, kayaknya cuma masuk angin biasa" ucap Rain.


"Ya udah,, tapi kalo ngerasa gak sanggup jangan dipaksain okay" ucap Dina khawatir.


"iya Din,, thanks yaa" ucap Rain tersenyum tulus.


Mereka berdua pun melanjutkan pekerjaan masing-masing karena banyak para pengunjung yang datang kesana dan itu membuat Rain dan yang lain tak bisa meninggalkan perkejaan mereka untuk waktu yang lama.


"Setiap hari rame terus, andai aja aku bisa buat cafe kayak gini. Pasti keuntungannya banyak banget dan kalo aku sudah punya uang banyak bisa bawa anak panti dan Bu Ana berlibur kesini. Aku jadi kangen anak panti" guman Rain lirih.

__ADS_1


NEXT


__ADS_2