Aku Hanya Gadis Taruhan Sean

Aku Hanya Gadis Taruhan Sean
Bab 39


__ADS_3

Kini usia kandungan Rain sudah 6 bulan, perutnya sudah sedikit membuncit. Rain tidak merasakan hal seperti ibu hamil lainnya seperti mengidam atau lainnya.


Sementara Sean terus merasa mual dan juga kadang-kadang dia makan mangga asam yang membuat Leo dan Dion ngeri melihatnya, tidak hanya itu emosi Sean naik turun banyak hal aneh yang dilakukan Sean seperti mengoleksi daster ibuk-ibuk dan kadang-kadang Leo dan Dion pun kena imbasnya, Sean menyuruh mereka berdandan wanita.


Leo dan Dion tidak bisa menolak karena emosi Sean sangat mudah meledak seperti bom. Mereka pun pasrah dalam doa.


"Anjir lo Sean, lo mau buat kita jadi banci" gerutu Dion


"Hahaha kalian sangat cocok memakai itu" tawa Sean melihat Leo yang bepakaian wonder women dan Dion berpakian elsa di disney Frozen.


"Sebenarnya siapa yang hamil sih? lo atau Rain" ucap Leo


Kekesalan kedua sejoli itu memuncak saat Sean meminta mereka ke markas Black Devil dengan pakain itu, hal itu membuat semua bawahannya yang melihat seperti ingin tertawa namun tertahan karena takut nyawa mereka terancam karena mengganggu tuan muda Leo dan Dion.


"Awas aja lo Sean" guman Dion dan Leo dalam hati, sedangkan Sean hanya diam cuek.


"Apa kalian telah menemukan Rain?" tanya Sean pada bawahannya


"Sudah tuan, nona kini tinggal di sebuah desa XXX" ucap Pria itu yang mebuat Senyuman kecil tumbuh di bibir Sean yang sexy.

__ADS_1


"Kerja bagus" ucap Sean


Kini Sean and the gank pun meluncur ke Desa XXX, "tunggu aku sayang" guman Sean.


......................


"Nenek lagi ngapain? biar Rain bantu" ucap Rain menawarkan bantuan pada nenek Monic yang sedang menjemur ubi untuk dijadikan kripik singkong.


"Makasi nak" balas Nenek Monic.


Rain dan nenek Monic pun melanjutkan kegiatan mereka, dan sore hari pun datang dan terlihat burung berterbangan mencari sarang mereka.


"Okay nek" balas Rain


Mereka pun pulang ke rumah nenek Monic, dengan membawa sayur-sayuran yang di petik dari kebun. Sayuran itu akan digunakan untuk dinner nanti malam.


Terlihat nenek dan Rain sedang memasak soup ayam, ikan bakar dengan sambal pedas yang membuat Rain tak sabar untuk makan, semenjak hamil nafsu makan Rain pun meningkat sehingga pipinya yang tirus terlihat cabi dan menggemasakan.


"Sudah lapar yaa" goda nenek karena Rain yang menatap ikan bakar dengan mata yang berbinar

__ADS_1


"Hehehe nenek tau aja" ucap Rain


"ya udah kamu bantu nenek taruh makanannya di meja makan" ucap Nenek


"Siap nek" ucap Rain


Makanan yang sederhana namun menggugah selera telah tersaji di atas meja makan dengan rapi dan tertata.


"Siapp" ucap Rain


"Yaa sudah kamu cuci tangab dulu, setelah itu kita makan" ucap nenek


Makan malam yang hikmat itu dihabiskan oleh mereka berdua, mereka sudah seperti nenek dan cucu kandung sama sekali tidak ada kecanggungan antara mereka. Makan malam itu pun di selingi dengan candaan Rain pada nenek begitu pun juga nenek.


"Biar Rain aja yang cuci piringnya nek" ucap Rain mendapat anggukan dari nenek.


Sebelum tidur Rain pun memilih untuk mandi karena merasa lengket pada tubuhnya.


"Lebih baik aku mandi dulu" ucap Rain dan berlalu ke kamar mandi.

__ADS_1


Next


__ADS_2