Aku Hanya Gadis Taruhan Sean

Aku Hanya Gadis Taruhan Sean
Bab 47


__ADS_3

Tanpa Rain sadari Sean mendengar semua yang Rain katakan namun dia tetap berpura-pura tidur.


"Sean awas saja kalo kamu genit sama cewek lain" ucap Rain


"Tidak akan sayang" jawab Sean dan seketika Rain sadar kalau Sean sudah bangun


"Kamu sudah bangun?" tanya Rain


"Menurutmu sayang?" ucap Sean dan membuka matanya.


Mereka saling tatap, "aku tidak akan bisa berpaling dari wanitaku yang cantik dan menggemaskan ini" ucap Sean sambil mencubit kedua pipi tembem Rain


"Auw, dasar tukang gombal mesum" balas Rain.


Sean hanya terkekeh menanggapi perkataan Sean yang mengatakan dirinya mesum walau sebenarnya memang mesum, dia kan laki-laki normal.


"Kita akan balik hari ini" ucap Sean


"Ohhh baiklah, aku juga tidak tega meninggalkan nenek Nonic sendiri di rumah sebesar itu" balas Rain


Rain pun bangkit dari tidurnya dan menuju kamar mandi, "aku mandi dulu" ucap Rain pada Sean


"Bagaimana kalau kita mandi bersama?" goda Sean


"Tuhh kan mesum lagi" ucap Rain dan segera cepat-cepat ke kamar mandi

__ADS_1


Sean pun tertawa kecil melihat tingkah Rain yang menggemaskan, tapi kalau Rain mau mandi bersama Sean juga tak akan menolak. Bagaimanapun Sean sudah pernah melihat Rain tanpa busana, apa lagi yang perlu disembunyikan.


Dan setelah Rain selesai mandi, kini giliran Sean. Mereka berdua pun berpakaian santai menuju meja makan yang disana sudah ada Leo dan Dion yang sedang makan.


"Akhirnya datang juga si pangeran dan putri" ucap Dion


"Sepertinya gua terlalu baik sama lo yaa" balas Sean


Sedangkan Leo sibuk dengan makanannya. Mereka pun makan bersama dengan tenang tapi tidak dengan Sean yang terus memaksa untuk menyuapi Rain.


Drama makan itu pun berakhir kini mereka akan balik ke kota.


......................


-RUMAH ZASKHARA-


"Rain! jangan lari nanti jatuh" ucap Sean yang mengejar Rain dari belakang.


Rain pum berhenti di ruang tamu, disana dia melihat ada beberapa anak-anak dan yang paling mengharukan dia melihat Ibu Ana.


Rain pun berlari mendekat ke arah mereka, "ibuk kok bisa ada disini?" tanya Rain.


"Apa kabar Rain,, sudah lama tidak bertemu" jawab bu Ana sambil memeluk tubuh Rain.


Sean pun mendekat ke arah mereka, "apa kamu suka dengan kejutanku?" tanya Sean pada Rain.

__ADS_1


Rain pun melepas pelukan bu Ana dan beralih menatap Sean, "jadi kamu yang membawa mereka kemari? makasi Sean" ucap Rain


"Aku tau mereka sudah seperti keluargamu, dan sebentar lagi kita akan menikah. Jadi aku membawa mereka kemari" ucap Sean dan dibalas senyuman oleh Rain.


Rain pun mendekat ke arah anak panti, "kak Rain" ucap Vito, anak yang paling cengeng dulu saat ditinggal Rain.


"Kami sangat merindukan kak Rain" balas Viona.


"Kakak juga sangat merindukan kalian" ucap Rain


"Kak ini rumah siapa? besar sekali seperti istana" ucap Anggi polos yang hanya dibalas senyuman oleh Rain.


"Ini itu rumah kakak tampan itu, kak Rain apakah kakak itu pacar kak Rain" tanya Aldo.


"Tentu saja anak kecil" jawab Sean.


"Namaku Aldo kak, aku bukan anak kecil" sungut Aldo.


"Hehehe maaf,, hai Aldo" ucap Sean


"Nama kakak siapa?" tanya Viona


"Nama kakak Sean, kalian bisa panggil kakak, kak Sean" ucap Sean.


Dan begitulah perbincangan mereka, Sean pun sudah mempersiapan semuanya. Dimana minggu depan dia akan menikahi Rain, Sean pun mengadakan pesta yang megah dengan penjagaan yang super ketat, dia hanya mengantisipasi pergerakan musuh-musuhnya.

__ADS_1


NEXT


__ADS_2