
Setelah kejadian malam itu Rain tidak lagi melihat Sean, seakan Sean hilang di telan bumi. Namun Rain tidak pernah putus asa, dia terus mencari Sean dan bertanya kepada Leo dan juga Dion tapi mereka bilang juga tidak tau.
"Sean kamu dimana?" guman Rain.
Rain pun memutuskan untuk ke rumah Sean, dia berharap bisa bertemu Sean disana. Walau seandainya Sean tidak ada di rumah dia bisa bertanya kepada para pelayan disana.
Rain pun telah sampai di rumah Sean, dan kini terlihat gerbang besar yang tertutup rapat menghadang rumah yang bak istana itu.
Rain pun berdiri di depan gerbang, "permisi" ucap Rain, dan datanglah seoarang satpam membuka pintu gerbang.
"Maaf ada keperluan apa nona?" tanya pak satpam itu.
"Apa saya bisa bertemu Sean?" Tanya Rain.
"Maaf nona, tuan sedang tidak ada di rumah" ucap pak Satpam itu.
Mendengar hal itu membuat Rain kecewa, "kira-kira jam berapa Sean kemabali yaa pak?" tanya Rain tak putus asa.
"Kalo soal itu saya kurang tau nona, sebaiknya nona pulang saja"
"Ohhh kalo begitu saya titip ini ya pak" ucap Rain sambil menodongkan kotak makanan kepada pak satpam.
"Ini apa nona?" tanya pak satpam.
__ADS_1
"Ini hanya sekadar makanan rumah pak, tolong bantu saya kasi ini ke Sean ya pak" ucap Rain sambil tersenyum.
"Tapi nona" ucap pak satpam itu ragu, mana mungkin tuannya mau memakan makanan itu kan.
"Tolong saya ya pak" ucap Rain mengiba.
"Baiklah nona" ucap pak satpam mengiyakan permohonan Rain.
......................
"Apa dia sudah pergi?" ucap Sean pada pak satpam tadi yang bersama Rain.
Sedari tadi Sean menatap Rain yang sedang bercengkrama dengan pak satpam. Entah mengapa Sean tidak berani menemui Rain, ini bukanlah dia yang sesungguhnya, sebelumnya dia tidak pernah merasa resah dan dia merasakan sesuatu yang aneh.
"Sudah tuan muda, dan nona itu menitipkan ini tuan" ucap pak satpam ragu. Namun dia tetap memberikan kotak nasi itu pada tuannya.
"Buang saja!!!" ucap Sean dingin dan berlalu pergi.
*Kasihan sekali nona itu, sebenarnya ada hubungan apa nona tadi dengan tuan?. Mengapa tuan menghindari nona tadi?* batin pak satpam.
Sedangkan di dalam kamar yang mewah dengan nuansa black silver yang mencerminkan sifat Sean yang maskulin, dingin dan kejam, dia sedang duduk di sofa sambil memijit plipisnya yang terasa pening.
"Haiss, mengapa aku harus memikirkannya. Dia hanya gadis taruhan, sama sekali tidak berarti" ucap Sean sambil memukul tangannya ke udara dengan kasar.
__ADS_1
......................
"Apa Sean sudah memakan masakanku yaa?" ucap Rain yang kini tengah berbari di kasurnya.
Dia mengambil ponsel dan sedang menulis pesan untuk Sean.
📩 Hari aku memasak nasi goreng dengan ikan cumi-cumi cumi manis, aku harap kamu menyukainya Sean.
📩 Apa kamu masih sibuk? kamu juga tidak datang ke kampus, aku sudah bertanya pada Leo dan Dion, tapi mereka bilang tidak tau. Mengapa kamu tidak pernah memghubungiku? apa aku ada membuat kesalahan 😣
📩Sean aku sangat merindukanmu, semoga setelah kamu membaca pesan ini, cepat hubungi aku. i love you Sean ❤
Rain menghembuskan nafasnya kasar. "tetap positif thinking Rain, pasti Sean cuma lagi sibuk sekarang. Makanya dia belum sempat menghubungimu" ujar Rain memberikan semangat pada dirinya sendiri.
......................
haii gaiss
aku comeback..
sebenernya aku dah up dari kemarin tapi selalu ditolak😭
mungkin karena terlalu vulgar, jadi aku ubah dehh...
__ADS_1
ya udahh segitu aja duluu...
Next