Aku Hanya Gadis Taruhan Sean

Aku Hanya Gadis Taruhan Sean
Bab 49


__ADS_3

Kamar pengantin itu dipenuhi dengan suara-suara memalukan yang tak patut di dengar oleh anak kecil. Dan hal itu terjadi untuk beberapa saat, setelah Sean mengakhirnya kegiatan panas itu karena tubuh Rain yang kelelahan.


Cup


"makasi sayang" ucap Sean sambil mengecup kening Rain dengan lembut.


Mereka pun tertidur hingga matahari menyapa bumi, "selamat pagi sayang" sapa Sean yang melihat Rain telah bangun.


Sean sudah terbangun sejak tadi, bahkan dia sudah mandi dan membawa makanan untuk Rain.


"selamat pagi juga" balas Rain yang masih setia terduduk di kasur sambil tubuhnya bertumpu pada atasan bed.


"ayo mandi setelah itu sarapan" ucap Sean menghampiri Rain.


"gendong,," ucap Rain manja.


"wahhh manja banget yaa,," balas Sean


"hehehe" Sean hanya tersenyum tanda malu.


Sean pun menggendong Rain ke bathroom dan membantu Rain mandi sampai berpakaian.


"aaaa" ucap Sean sambil menyuapi Rain makan.


"aku bisa sendiri Sean" tolak Rain

__ADS_1


"gak ada penolakan, pokoknya aku bakal nyuapin kamu" ucap Sean tanpa bantahan.


Seperti itulah kehidupan dua pasutri yang baru menikah itu, Sean pun sangat menjaga Rain. Sean dan Rain pun menunggu kehadiran bayi mereka lahir yang dikabarkan oleh dokter bahwa mereka memiliki bayi kembar.


Hal itu membuat mereka sangat bahagia beserta semua penghuni rumah itu juga ikut bahagia. Sean pun semakin posesif karena sekarang Rain sudah memasuki bulan terakhir masa kehamilan yang dimana Rain akan melahirkan bulan ini. Sean melarang Rain melakukan kegiatan apapun, bahkan makanannya pun harus Sean dulu yang mencicipi, sungguh suami dan calon ayah yang protektif.


"Aku berangkat kantor dulu, aku gak akan lama. Inget jangan ngelakuin hal-hal yang gak perlu, nek tolong jagain Rain ya" ucap Sean


"ya udah kamu ke kantor aja biar nenek yang jaga Rain" ucap Nenek Nonic.


"inget sayang, minum vitaminnya tepat waktu" ucap Sean pada Rain


"siap suami bawel" jawab Rain.


......................


Hari pun mulai sore, Rain pun terduduk di pinggir kolam sambil menikmati orange juicenya. Namun tiba-tiba peruknya terasa mulas, dan sakit.


Rain pun melihat sesuatu mengalir dari pahanya, air ketubannya pecah.


"tolong, ahkkk" ucap Rain sambil memegangi perutnya yang terasa mulas.


Nenek Nonic yang mendengar dari ruang tamu berlari menghampiri Rain di area kolam.


"Rain kamu mau melahirkan ***" ucap Nenek Nonic.

__ADS_1


Nenek Nonic pun memapah Rain dan meminta pelayan untuk menyiapkan mobil untuk menuju ke rumah sakit.


Sampai di rumah sakit Rain langsung ditangani dokter, Sementara Nenek Nonic menelpon Sean bahwa Rain akan segera melahirkan.


-KANTOR-


Sean pun terburu-buru ke rumah sakit, "lo mau kemana Sean?" tanya Dion yanh baru datang bersama Leo


"Rain mau melahirkan" ucap Sean


"whats, seriously? ya udah kita ke rumah sakit sekarang" ucap Leo.


mereka pun pergi ke rumah sakit, setalah sampai disana mereka melihat nenek Nonic sedang duduk di kursi tunggu.


"nenek dimana Rain" tanya Sean yang baru datang


"Sean di dalam" ucap Sean


"apakah disini ada suami pasien?" tanya suster yang secara tiba-tiba muncul dari dalam ruangan persalinan.


" saya sus" ucap Sean


"ohhh baik silakan bapak ikut saya ke dalam" ucap Suster.


NEXT

__ADS_1


__ADS_2