
Sean pun menjaga Rain dengan hati-hati, bahkan Sean bekerja dari rumah. Kalau tidak penting dia tidak akan datang ke perusahan, padahal Rain sudah mengatakan bahwa dia akan baik-baik saja bersama nenek Nonic dan para maid lainnya namun Sean tetap saja merasa khawatir.
"Sean aku sungguh tidak apa-apa" ucap Rain
Dia merasa terkekang karena Sean yang sangat posesif terhadap dirinya, namun dibalik rasa terkekangnya Rain juga merasa bahagia, karena Sean sangat memperhatikan dirinya.
"Nenek, dia selalu saja bilang seperti itu. Aku hanya tidak ingin dia kenapa-napa" ucap Sean
Nenek Nonic hanya merasa pusing menghadapi kedua pasangan ini yang selalu saja beradu mulut.
"Sean sebaiknya kamu berangkat kerja saja, biar nenek yang jaga Rain" ucap nenek Nonic
"Tidak bisa seperti itu nenek, nenek kan sudah tua biar Sean saja yang menjaga Rain" ucap Sean
"Apa kamu bilang? Tua? aku masih muda tau! dasar anak tidak tau sopan santun" ucap nenek nonic sambil memukul Sean dengan kemoceng.
"Ahh ampun nek" ucap Sean yang berlari di sekitar sofa
Sedangkan Rain hanya tertawa melihat mereka, dia sangat bahagia. Sekarang dia merasa memiliki keluarga.
"Wahh wah ada apa ini?" tanya Dion yang tiba-tiba tiba datang dengan Leo
"Bwahahaha,, Sean lo sedang apa?" tanya Dion yang melihat Sean di pukul pakai kemoceng oleh nenek Nonic
"Menurut kalian!" jawab Sean
__ADS_1
"Hahaha seorang King ma,,, ups" ucap Dion hampir keceplosan dan untungnya dia langsung menutup mulutnya
Sean pun menatap Dion tajam seakan akan membunuh Dion
"king ma,, apa?" tanya Rain
"Ohhh itu king mandor,, iya itu king mandor yang suka merintah" ucap Leo asal
*Awas kalian,, mandor? apa aku seperti mandor?* batin Sean kesal.
"Ohhh,, dia memang suka memerintah seenaknya" ucap Rain
"Rain aku tidak seperti itu" elak Sean
"Untuk apa kalian kesini!?" tanya Sean ketus
Kini mereka semua duduk di sofa, dan para pelayan pun telah menyiapkan minuman untuk mereka.
"Hanya main-main saja" jawab Leo
"Nenek, kenapa nenek memukul Sean tadi?" tanya Dion
"Anak tidak tau sopan santun ini mengatakan kalau aku sudah tua" sungut nenek Nonic
"Hahaha" tawa Dion pecah setelah mendengar itu
__ADS_1
"Mengapa lo ketawa? ada yang lucu?" tanya Sean tajam dan seketika tawa Dion berhenti
Sean yang sekarang sudah tidak seperti Sean yang dulu yang selalu irit bicara, entah mengapa sekarang dia sangat banyak bicara. Sean merasa hidupnya berubah setelah kedatangan Rain dalam hidupnya, Sean merasa hidupnya lebih bermakna.
"Sean gimana kalo kita liburan ke pulau pribadi lo?" ucap Dion
"Tidak bisa! Rain sedang hamil, kalau dia kenapa-napa bagaimana? gua gak akan ngambil resiko itu" ucap Sean
"Sean benar kata Dion, aku juga ingin jalan-jalan" ucap Rain
"Tapi Rain..."
"Sean.." ucap Rain memohon
"Baiklah, tapi kamu akan selalu dalam pengewasanku" ucap Sean
"Buset, lo udah kayak satpam aja" ucap Dion
"Kayaknya lo udah bosen hidup deh" ucap Sean tajam
"Hehehe sorry sorry" ucap Dion
Begitulah kehidupan Sean dan Rain sekarang, mereka seperti keluarga yang bahagia. Rain selalu berharap ini bukanlah mimpi dan ingin selalu hidup seperti ini, hidup dengan orang-orang yang dia cintai.
NEXT
__ADS_1