
Hallo readers,,, author kembali menyapa...
hehehe cuma mau bilang,, kalo author gak up berarti ada urusan yang harus author selesaikan readers...
Author juga mau ngucapin terima kasih buat raeders yang selalu ngikutin cerita Sean dan Rain...
Jangan lupa like and coment ya Readers...
...----------------...
Matahari pun menampakkan dirinya dengan malu-malu, suasana yang begitu sejuk berbeda dengan suasana di kota yang sudah tercemar oleh polusi.
Rain bersama nenek Nonic pergi ke kebun teh pagi-pagi sekali, Rain tidak selalu ikut pergi ke kebun karena masa kehamilannya yang rentan, namun hari ini dia ikut karena ingin menghirup udara segar.
Sementara Sean, Leo dan Dion telah sampai di desa XXX pagi ini. Saat mendengar keberadaan Rain, Sean langsung meluncur ke lokasi. Sean sudah menyelidiki setiap hal yang dilakukan Rain selama ini, dimana dia tinggal dan dengan siapa dia tinggal.
......................
"Rain sebaiknya kamu pulang ini sudah mau siang nak" ucap nenek Monic
"Ahh iya nek,, Rain balik dulu nek" ucap Rain sambil menyapa paman dan bibik yang lainnya yang ada disana.
Rain pun berjalan disepanjang perkebunan dengan perutnya sudah mulai terlihat buncit khas ibu hamil.
__ADS_1
Saat sampai di rumah Rain dikejutkan dengan warga yang berkumpul di rumah nenek Monic, "ada apa?" ucap Rain bingung dan mendekati kerumunan itu.
Dan saat sampai pandangannya terjatuh pada pria yang selama ini memenuhi pikirannya, "Sean" guman Rain.
"Wahh siapa pria itu, dia sangat tampan" ucap salah satu warga
"Iyaa,, sangat tampan" timpal lainnya.
Sean pun mengedarkan pandangannya, sungguh dia tidak suka dengan suasana seperti ini dimana dia menjadi pusat perhatian.
Rain pun melangkah mundur, dan ingin pergi dari sana. Sean pun melihat keberadaan Rain.
"Rain" teriak Sean dan langsung membelah kerumunan mengejar Rain.
"Rain" teriak Sean saat melihat Rain akan jatuh, dengan belari cepat akhirnya Sean bisa menopang tubuh Rain agar tidak terjatuh.
"Apa kamu bodoh! kamu lagi hamil gak seharusnya kamu lari kayak gitu" ucap Sean
"Aku, aku hanya" ucap Rain terpotong karena Sean langsung memeluknya dengan posesif.
"Maaf..." lirih Sean
"Maafin aku,," ucap Sean lagi namun Rain tak bergeming sehingga Sean melepas pelukan dan menatap Rain yang sudah sesenggukan karena menahan tangis.
__ADS_1
Sean pun menatap dalam mata Rain, dan mengelus pipi Rain yang mulai cabi, "Rain, aku minta maaf. Aku udah banyak nyakitin kamu, tapi kamu harus dengerin penjelasan aku" ucap Sean.
Rain pun menepis tangan Sean, "aku gak butuh penjelasan kamu!" ucap Rain
"Rain aku tau kamu marah sama aku, tapi tolong beri aku kesempetan buat jelasin semuanya okay" ucap Sean
"Apa yang mau kamu jelasin Sean, apa kamu mau bilang kalau aku hanya cewek taruhan kamu? atau kamu kesini buat nyuruh aku gugurin anak ini?" ucap Rain yang kini air matanya berderai.
"Darimana kamu tau semua itu?" ucap Sean, karena dia tahu Rain sama sekali tidak mengetahui pertaruhannya dengan Leo.
"Apa aku salah? aku kira kamu bener cinta sama aku Sean tapi ternyata aku cuma wanita taruhan kamu sama Leo kan, aku benci sama kamu Sean" ucap Rain
Mendengar Rain membencinya, Sean refleks menarik tubuh Rain dan mencium Rain.
......................
siapa disini yang mau berpenghasialan sambil rebahan???
yuk join snack video,,
itu saldo author setelah ikut dua hari di apknya readers,, awalnya author gak percaya, tapi banyak yang udah review dan sepupu author pun sudah membuktikannya.
__ADS_1
so ayo ikut readers, gak bakal nyesel...