Aku Hanya Ingin Bahagia

Aku Hanya Ingin Bahagia
Episode 10


__ADS_3

Tanpa terasa sudah hampir dua bulan Dela bekerja di tempat Harun, hubungan mereka pun semakin lama semakin dekat, seiring berjalannya waktu, kini Harun... ingin menjalin hubungan dengan Dela lebih dari sekedar berteman, tapi ia tidak berani mengutarakan isi hatinya saat ini, ia tidak mau jika Dela menjauhinya hanya karena masalah hati, biarlah ia memendam semuanya, ia hanya berharap semua akan indah pada waktunya.


Harun tidak ingin memaksa keadaan, apalagi sampai membuat Dela tertekan hingga memutuskan berhenti bekerja di tempatnya hanya karena perasaannya.


Dela terlihat serius dengan pekerjaannya,sampai ia tidak menyadari keberadaan Harun di sampingnya.


" Sibuk amat Del..." ucap Harun, yang tidak di dengar oleh Dela.


Merasa di abaikan, akhirnya Harun berdiri lebih dekat lagi di samping Dela, yang kini merasa kaget karena bayangan seseorang yang tiba-tiba berada di sampingnya.


" Astaga...mas...ngagetin aja !!!"  ucap Dela kaget.


" Kamunya aja yang serius, orang daritadi berdiri disitu kok " Harun mengelak sambil menunjuk posisi awalnya berdiri. Dela tersenyum kikuk tanpa rasa bersalah.


" Maaf...mas,,,tadi Dela lagi hitung uang kasir, ini mau close pergantian " ucap Dela menjelaskan.


" Ya udah...yuk aku anterin pulang, sekalian aku ada urusan diluar" ucap Harun yang hendak berbalik menuju ruangannya. Tadi ia memang hanya ingin menyampaikan ajakannya pada Dela.


" Makasih ya mas sebelumnya " ucap Dela berterima kasih.


Sementara karyawan teman Dela yang sudah mengetahui gelagat bosnya yang memang ada hati sama Dela hanya menggodanya dan itu membuat Dela merasa tidak nyaman,karena selama ini Dela hanya menganggap Harun sebagai teman dan juga bos di tempatnya bekerja,tidak lebih dari itu.

__ADS_1


Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Dela keluar lebih dulu dan menunggu Harun di tempat biasa ia dan Lia menunggu. Tidak cukup lama Dela duduk, mobil Harun sudah berhenti di hadapannya, Dela pun segera masuk setelah Harun membukakan pintu untuknya.


Sebelum mengantar Dela pulang, Harun mengajaknya ke suatu tempat, yang membuat Dela begitu bersemangat.


Kurang lebih tiga puluh menit perjalanan,akhirnya mobil Harun berhenti di depan sebuah danau yang biasa digunakan untuk muda mudi berpacaran atau bapak-bapak yang hobinya memancing.


Di pinggiran danau juga banyak terdapat pedagang kaki lima.


Sungguh pemandangan yang indah menurut Dela. Saat Harun memberitahukan tempat tujuannya tadi,rasanya ia begitu bahagia. Dela memang gadis kota yang sedikit udik, pasalnya ia tinggal di kota tapi sama saja seperti di dalam hutan,sebab ia jarang sekali keluar dari rumahnya, jika bukan keperluan mendesak. Kadang juga ia lebih mengandalkan bantuan adiknya si Fahmi jika ia membutuhkan sesuatu yang berada diluar rumah. Tapi,...semenjak kehadiran pak Andre di rumahnya,semuanya jadi berubah, rumah yang tadinya begitu nyaman malah seperti hidup di dalam tahanan.


Dia harusnya berterima kasih sama Harun karena mau mengajaknya ke tempat seperti ini. Tak henti ia tersenyum menikmati suasana sore ini, hingga matanya tertuju pada salah satu pedagang disekitarnya,yaitu pedagang siaomay dan es jeruk, tiba-tiba perutnya merasa lapar, sejenak ia melirik ke arah Harun yang berdiri di sampingnya, sementara Harun yang menyadari pandangan Dela, tanpa diminta...ia segera menuju ke tempat yang di harapkan Dela untuk menuntaskan rasa laparnya, Harun memesan dua porsi siaomay dan dua gelas es jeruk, sambil menunggu pesanan mereka, Harun mengajak Dela duduk di tepi Danau sambil bercerita banyak mengenai kehidupan mereka. Tak lama kemudian, pesanan mereka sudah datang, mereka menikmati makanannya ditemani  hembusan angin sepoi-sepoi.


Waktu berlalu begitu cepat tanpa terasa mereka berdua duduk ditemani matahari yang mulai tenggelam, suasana yang cukup romantis bagi mereka muda mudi yang sedang jatuh cinta. Tapi tidak bagi Dela, sebab ia tidak tahu bagaimana rasanya jatuh cinta. Harun begitu bahagia bisa berdua dengan Dela di suasana seperti ini, baginya ini adalah moment spesial meski perasaannya belum bisa terbalas tapi ia sangat bersyukur karena Tuhan masih memberinya kesempatan untuk berada didekat gadis pujaannya. Entah apa jadinya nanti, jika Dela mengetahui isi hatinya, semoga akan tetap indah seperti saat ini.


" Makasih yaa mas...sudah ngajak Dela jalan-jalan ke danau " ucap Dela senang.


" Iya...sama-sama... " balas Harun tersenyum menatap Dela yang wajahnya tidak hentinya berseri. Hingga mobil yang ditumpanginya berhenti tepat di halaman rumahnya. Dela pamit pada Harun dan tak lupa mengucapkan terima kasih pada bosnya itu yang hanya dibalas dengan senyuman.


Saat masuk ke dalam rumah dan memberi salam, ibunya yang sedang duduk di ruang tamu dengan seorang tamu perempuan, hanya membalas salam anaknya dan tersenyum melihat kedatangan anaknya.


Dela pun berlalu masuk menuju kamarnya, ia mengganti seragam kerjanya dan berniat membersihkan badannya yang lengket, tapi saat hendak keluar dari kamarnya, ia tiba-tiba dihadang oleh pak Andre yang wajahnya terlihat menahan emosi.

__ADS_1


" Sudah kuperingatkan berulang kali, kamu tidak boleh dekat dengan laki-laki manapun " ucap pak Andre pelan penuh emosi,agar tidak terdengar oleh istrinya yang sedang menemani tamunya di ruang tamu.


Dela tidak memperdulikannya dan hendak berlalu dari tempatnya,namun tangannya dicengkram oleh pak Andre, ingin sekali ia berteriak agar ibunya bisa melihat kelakuan suaminya tapi lagi-lagi ancaman pak Andre lebih menakutkan saat ini.


" Kamu masih ingatkan...ibumu adalah istriku dan kau tidak mau kan , jika seauatu terjadi pada ibumu " ucap pak Andre mengancamnya. Dela hanya diam tertunduk menahan cengkraman pak Andre di pergelangannya, ia menahan airmatanya dan seketika pak Andre meninggalkannya saat terdengar tamu dari istrinya sudah berpamitan untuk pulang.


Sementara Dela segera menuju ke kamar mandi, di dalam sana ia menumpahkan rasa sakit dan sedihnya, tapi ada yang aneh dirasanya saat ini, biasanya ia merasa terbebani dan takut menghadapi pak Andre, tapi mengapa hari ini ia merasa punya sandaran dan keberanian dalam dirinya, apakah karena kehadiran Harun saat ini ? Fikirnya.


Dela mengusap airmatanya dan kembali melanjutkan niatnya untuk membersihkan tubuhnya yang sudah lengket karena bekerja seharian.


Selesai membersihkan badannya, Dela kembali masuk ke dalam kamarnya yang ternyata sudah ada ibunya yang hendak mengajaknya makan malam.


" Ibu..." ucapnya pelan memanggil ibunya,saat tangannya ingin menutup pintu kamarnya.


" Sudah selesai mandinya nak..." tanya ibunya pelan.


" ayokita makan dulu,setelah itu baru kamu istirahat " sambung ibunya.


" Iya bu..." jawab Dela mengiyakan ucapan ibunya.


 

__ADS_1


 


__ADS_2