Aku Hanya Ingin Bahagia

Aku Hanya Ingin Bahagia
Episode 7


__ADS_3

Malam pun semakin larut,Dela baru saja selesai menerima telfon dari ibunya,kini ia beranjak menuju dapur mengambill segelas air putih untuk menghilangkan rasa haus yang sejak tadi ia rasakan,tapi karena keasyikan ngobrol dengan ibunya,maka ia lebih memilih menahan haus.


"Tok...tok......tok..."suara ketukan pintu berulang kali membuat Dela beralih ke ruang tamu untuk membuka pintu yang diyakini bahwa itu adalah ayah tirinya yang selalu saja berulah jika pulang ke rumah telah pulang.


"Kenapa lama sekali membuka pintunya!!!" bentak pak Andre.


Dela hanya diam tertunduk,ia tidak berani berbicara,karena ia mencium bau alkohol yang menyengat dari aroma tubuh pak Andre yang berjarak agak dari tempatnya berdiri.


Pak Andre berjalan sempoyongan menuju kamarnya,sedangkan Dela kembali menutup pintu ruang tamu dan menguncinya.Dela kembali ke kamarnya dengan rasa cemas dan segera mengunci pintu kamarnya.


"Siapa yang akan menolongnya jika terjadi sesuatu padanya"itulah yang ada difikirannya saat ini.


"Hatinya gelisah dan fikirannya tidak tenang,ia berencana ingin kabur dari rumah jika ada kesempatan suatu saat nanti,dan mencoba hidup mandiri mungkin lebih baik..daripada hidup bersama orangtua tapi masa depannya terancam.


Tidak akan ada yang bisa menolongnya saat ini,kalaupun ia berterus terang pada ibunya,apakah ibunya akan percaya begitu saja padanya!?" Dela berbicara pada dirinya sendiri.


 Dela mondar mandir didalam kamarnya,tidak ada rasa kantuk,yang ada matanya terjaga karena ia tidak ingin hal buruk terjadi padanya akibat ulah ayah tirinya.


Akhirnya pagi hari pun menyapa,ada perasaan lega yang terpancar dari raut wajahnya yang lusuh akibat tidak tidur semalaman. Dela takut keluar kamar,ia lebih baik menunggu pak Andre keluar dari rumah terlebih dahulu,rasa takut kini lebih menguasainya dibanding keyakinannya pada Tuhan sang pelindung.


Baginya saat ini,pak Andre ibarat monster bermuka dua.


"semoga ibu cepat pulang"gumam Dela bermohon.


Keringat dingin menemaninya didalam kamar,ia benar-benar mengurung diri.


Hp digenggamannya bergetar,terlihat tanda pesan dari sahabatnya Lia.


"Dela...hari ini aku boleh ya main kerumah kamu !?"isi chat dari Lia.


"Sorry...Lia...aku lagi di luar "balas Dela berbohong.


Ia tidak mau jika Lia datang dan melihat keadaannya yang makin hari bertambah kurus dan terlihat kacau.

__ADS_1


"Maafkan aku Lia..."gumamnya lirih.


Jujur dihatinya tidak ingin semua ini terjadi,ia menangis disudut kamarnya meratapi nasibnya.


Harusnya ia bahagia karena memiliki seorang ayah tapi kenyataannya tak seindah apa yang diharapkannya selama ini.Tidak ada keluarga harmonis dan penuh kasih yang diimpikannya yang ada hanyalah bayangan kehancuran masa depannya.


" Assalamu alaikum..."suara seseorang yang sangat dirindukannya telah dan memberi salam dari arah pintu depan.


Dela segera keluar dari kamarnya dan berlari pelan hendak membuka pintu depan,dilihatnya ibu dan adiknya yang sangat dirindukannya. Tanpa menjawab salam,Dela langsung memeluk ibunya seketika dan merasakan hangatnya pelukan ibu yang sedikit bisa mengurangi bebannya saat ini.


"Kamu baik-baik saja kan dirumah!?" tanya bu Nisa sambil membelai rambut anaknya penuh kasih lalu berjalan masuk kedalam rumah,disusul Fahmi yang baru saja masuk.


"Aku baik bu..."jawab dela sambil mengekori ibunya dari belakang.


Tak lama setelah itu,pak Andre yang baru saja terbangun,keluar dari kamarnya dan datang menghampiri istrinya.


"Sudah pulang bu...bagaimana kabar mama dan papa!?"seru pak Andre tersenyum dan tak lupa menanyakan kabar kedua mertuanya.


"Alhamdulillah mereka sehat,..."jawab bu Nisa pelan.


Sedangkan Dela yang sejak kedatangan pak Andre yang ikut bergabung bersama mereka langsung terlihat gugup saat pak Andre meliriknya sekilas.


"Dela kekamar dulu ya bu"pamit Dela pada ibunya.


"Iya nak..."jawab ibunya singkat.


Bu Nisa merasa ada yang aneh dari sikap anak sulungnya.


"Ada apa dengan Dela,kok gugup gitu ya?" gumam bu Nisa dalam hatinya.


"Aku juga mau mandi bu,tolong siapin kopi !"seru pak Andre pada bu Nisa.


"Iya mas..."jawabnya singkat sambil berlalu menuju dapur untuk membuat segelas kopi buat suaminya.

__ADS_1


Setelah itu bu Nisa meletakkan kopi suaminya di ruang tengah lalu menuju kamarnya,untuk mengganti pakaiannya yang dirasa bikin gerah.


Tak lama setelah mengganti pakaiannya,pak Andre yang baru saja selesai mandi membuka pintu kamarnya,ia melihat istrinya duduk ditepi ranjang sambil memperhatikannya.


Tatapan bu Nisa yang penuh selidik,mengalihkan perhatian pak Andre yang sibuk mengenakan pakaiannya.


"Ada apa bu !?" tanya pak Andre heran.


Alisnya mengkerut memperhatikan istrinya yang masih menatapnya dalam diam.


"Sebenarnya apa yang terjadi saat ibu tidak ada di rumah...mas!!!?"tanya bu Nisa penuh selidik  pada suaminya.


"Maksudmu apa bu !?" bukannya menjawab,malah pak Andre balik bertanya pada istrinya.


"Aku tau mas, pasti ada sesuatu yang terjadi di rumah ini saat aku nggak ada mas,...!" ucap bu Nisa penuh tekanan, sebab dia yakin,dibalik sikap Dela yang gugup seperti tadi,tentu ada hubungannya dengan suaminya.


"Jangan mengada-ada bu...!!"ucap pak Andre cuek,seolah apa yang dikatakan istrinya itu salah.


Pak Andre berusaha tenang untuk menutupi perbuatannya agar tidak diketahui istrinya.


"Awas kalau mas sampai macam-macam sama Dela !!!" bu Nisa mengingatkan suaminya dengan penuh arti.


Tatapan matanya mengisyaratkan kebencian pada suaminya,seolah membenarkan apa yang ada didalam fikirannya.Nalurinya sebagai seorang ibu tidak akan salah.


Dia pun berlalu keluar kamar meninggalkan suaminya dan berjalan menuju dapur untuk menyiapkan makan siang buat anak-anaknya.


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2