
Pagi hari itu nadira tersadar dan membuka kedua matanya di lihat sekeliling nadira melihat kenan yang sedang memeluknya , sudut bibir nadira pun terangkat .
nadira mengusap lembur kepala kenan dan tersenyum melihat sang anak berada disampingnya .
" Mamih sayang sama kamu nak " nadira menciup pucuk kepala sang anak dengan penuh kasih sayang .
" Kalau nantinya mamih pergi dari sini apakah mamih bisa hidup tanpa kamu , mamih enggak bisa mamih enggak mau tinggalin kamu disini .
ceklek .... suara pintu terbuka , nadira pun menengok ke arah pintu kamarnya . nadira melihat kevin yang masuk dan sedikit tersenyum. namun mengingat malam tadi membuat senyum nadira menjadi sendu .
" Kamu sudah bangun sayang " kevin pun menghampiri nadira yang masih berbaring diatas tempat tidurnya .
dan duduk pinggir ranjang memcium. kening nadira dengan penuh kehangatan .
" Apa kamu butuh sesuatu , ingin makan " tanya kevin dengan senyum yang terus mengembang disudut bibirnya .
__ADS_1
nadira menggelengkan kepalanya bahwa ia tidak ingin apapun .
" aku enggak ingin apa-apa vin , aku cuma mau kenan , jangan pisahkan aku sama kenan vin aku mohon " nadira menangis sesegukan takut kevin akan memisahkan dirinya dengan kenan .
Kevin pun mengerti mengingat nadira baru sadar kemudian kevin menangkup kedua pipi nadira melihat kesedihan yang nadira rasakan melihat hal itu kevin sangat sakit didalam hatinya , kapan istrinya akan sembuh dari traumanya .
" Hey ... sayang siapa yang ingin memisahkan kamu dengan kenan , tidak ada kata berpisah sayang .. kamu dan kenan akan tetap bersama " jawab kevin kemudian kevin menarik tubuh nadira dan memeluknya memberikan kehangatan kepada istrinya yang masih saja menangis , kevin dengan sabar mengusap punggung nadira .
" Sudah kamu jangan fikirkan apapun tidak akan ada yang memisahkan kita " ucap kevin kembali menyakinkan nadira.
" Hey ... siapa bilang , bahkan orangtua ku menyayangi kenan , cucu mereka mana mungkin mereka tidak menyayangi mu juga sebagai ibu dari anakku " .
" Tapi aku takut kamu dan keluargamu akan membuangku dan memisahkan aku dengan kenan , aku enggak bisa hidup tanpa kenan vin " Ucap nadira kembali yang masih menangis dipelukan kevin .
" Fikiranmu terlalu jauh tentang keluargaku nadira , tidak akan ada Yang memisahkan kalian ingat itu nadira , bahkan aku yang akan melindungi kalian jika hal itu terjadi " kemudian kevinpun mempererat pelukannya untuk menenangkan nadira dan memberikan kenyamanan .
__ADS_1
Kenan yang tidurnya terusik akhirnya mengerjapkan matanya .
" Mamih ... papih berisik sekali kalian " ucap kenan dengan polos , kenan membuka matanya dan melihat mamihnya menangis itu merasa sedih kenanpun memeluk nadira dan menarik tangan kevin dari tubuh nadira .
" Papih apa yang papih lakukan kepada mamih , kenapa mamih menangis " Ucap kenan yang berada dipelukan nadira .
" Papih tidak melalukan apapun sayang , mamihmu sendiri yang menangis tanyakanlah kepada mamihmu nak " . jawab kevin dengan santai , kevin melihat sifat kenan yang posesif persis seperti dirinya .
" Mamih apakah papih melakukan sesuatu hingga membuat mamih mangis " Tanya kenan yang menatap sendu manik mata nadira .
Nadira melonggarkan pelukannya dari tubuh kenan .
" Tidak sayang papih tidak melakukan apapun kepada mamih , dan mamih hanya sedih sayang karena mamih takut kehilangan kalian , mamih bermimpi semalam dan mimpi itu yang membuat mamih takut sehingga mamih menangis nak . " jawab nadira berbohong . kevin yang melihat nadira sedang berbohong kepada kenan ingin tertawa tetapi mendapatkan tatapan tajam dari istrinya . akhirnya kevin pun mengurungkan niatnya .
" Nad aku janji tidak akan ada yang bisa memisahkan keluarga kecil kita akupun rela melakukan apapun demi kalian " . ( ucap kevin didalam hatinya )
__ADS_1