
Kelamaan tertidur,Dela tidak menyadari bahwa ini sudah malam...
"Astaga...aku tidurnya kelamaan,sampe jam begini baru bangun " gumam Dela.
Ia pun beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya...
Selesai dela mandi,dia mengerjakan tugas sekolah dan melanjutkan kembali aktifitas tidurnya,karena dirinya merasa cukup kenyang dan enggan untuk makan malam.Dela lebih memilih bermalas-malasan didalam kamarnya.
" Tring..triingg..." hp Dela berdering.
"Halo,assalamu alaikum Lia,,,,"saat Dela menjawab telfonnya.
"Del...apa om Andre ada di rumah ?"tanya Lia dari seberang.
"Ayah lagi ga ada di rumah Lia,kata ibu lagi ada urusan di luar"jawan Dela.
"Ada apa sih,kamu kok tumben telfon ga jelas gini !!? " seru Dela.
"Nggak Del....aku cuma mau mastiin aja,kalo aku tadi lihat om Andre,makanya aku tanyain dulu. Kebetulan tadi aku lihat om Andre di jalan pas aku pulang dari rumah Tante aku Del,,,,tapi,,kelihatannya ada yang tidak beres Del sama om Andre !" Seru Lia menjelaskan.
"Nggak beres gimana maksud kamu !?" tanya Dela penasaran.
Tadi sepulang Lia dari rumah tantenya bersama ibunya,tanpa sengaja dia melihat ayah tiri Dela yang lagi berjalan sempoyongan di tepi jalan,seperti orang mabuk yang habis minum minuman beralkohol.Makanya,sesampainya Lia di rumahnya,dia langsung menghubungi Dela,untuk menanyakan keberadaan om Andre.
"Halo...Lia...kenapa kamu diam,sebenarnya apa yang ingin kamu katakan !? " tanya Dela semakin penasaran.
"Del...sepertinya om Andre sedang mabuk" ucap Lia khawatir.
"Aku takut Del...jika Om Andre berbuat yang tidak-tidak,setelah dia sampai di rumah" Lia melanjutkan ucapannya.
Dela tampak berfikir dengan ucapan Lia,sebenarnya dia juga khawatir dan takut,sebab dia juga selalu merasa wa-was saat om Andre berada di rumah.
"Ya sudah Del,,,,aku mau bilang itu aja, kamu baik-baik ya di rumah, assalamu alaikum" ucap Lia mengakhiri sambungan telfonnya.
"Iya Lia,makasih ya" balas Dela dengan perasaan khawatir.Beberapa saat kemudian, Dela mendengar suara pecahan kaca dari arah kamar ibunya.
"Deg..."jantung Dela berdebar,ada rasa takut yang saat ini ia rasakan,saat ia keluar kamar da berjalan menuju kamar ibunya,untuk melihat apa sebenarnya yang terjadi didalam sana.
__ADS_1
"Tok..tok...tok.." Dela mengetuk kamar ibunya.
"Bu...ibu...kenapa,apa ibu baik-baik saja didalam!?"tanya Dela hati-hati.
Tak ada jawaban dari dalam,Dela semakin khawatir sama ibunya.
"Tok..tok..tok...tok" ibu... ibu... kenapa!!?" teriak Dela mulai panik.
"ceklek..."suara pintu terbuka.
"Astaga...ibu kenapa,,, !!!? Sentak Dela kaget saat melihat ibunya keluar dengan bercucuran darah yang mengalir dari bagian kepalanya.
"Kita ke rumah sakit sekarang Bu..." seru Dela khawatir bercampur cemas dengan kondisi ibunya saat ini.
Dia segera ke kamarnya mengambil Hp dan memesan taxi online menuju rumah sakit terdekat.Diperjalanan, tak hentinya Dela menangis melihat kondisi ibunya, ada rasa bersalah di benaknya, karena tidak bisa melindungi orang yang sangat dia sayangi.
"Maafin Dela Bu...harusnya Dela melindungi dan menjaga ibu" ucap Dela terisak.
"Ya Tuhan...tolong lindungi ibuku,selamatkan dirinya dari segala bahaya " mohon Dela kepada sang KhaliQ.
"Taxi pun berhenti didepan Rumah sakit umum terdekat,setelah membayar ongkosnya,Dela segera memapah ibunya Ke ruang IGD agar segera diberi penanganan yang tepat.Saat ibunya ditangani oleh dokter dibagian IGD,Dela keluar menuju kebagian administrasi untuk menyelesaikan administrasinya.
****
Dilain tempat Fahmi yang baru saja masuk kedalam rumah dibuat bingung,pasalnya sekarang sudah larut malam,tapi kok pintu depan belum terkunci,tidak seperti biasanya.
Saat dia melintasi kamar ibunya yang pintunya terbuka setengah,dia melihat sepintas om Andre yang sedang tidur duduk di kaki tempat,rambutnya acak-acakan dan tercium aroma alkohol dari muntah yang berceceran dibawah lantai.
Huek...huek...suara om Andre yang sesang memuntahkan isi perutnya.
"Tapi,...ibu pergi kemana,kok nggak ada?"Fahmi bergumam lirih pada dirinya sendiri.
"Assalamu alalaikum"
Fahmi Berbalik ke asal suara salam dari arah pintu,,,betapa terkejutnya saat dia melihat ibunya terbalut perban di daerah kepalanya.
"Wa'alaikum salam,,,astaga kak...ada apa dengan ibu,kok bisa gini !!?"
tanya Fahmi khawatir pada ibunya yang saat ini sedang duduk bersandar di sofa.
__ADS_1
"Ibu tidak apa-apa nak..."ucap bu Nisa pelan.
Dela datang membawa sedikit nasi dan lauk beserta segelas air putih untuk menyuapi ibunya agar bisa meminum obat yang diberikan dokter saat periksa tadi.
Bu Nisa terenyuh melihat kedua anaknya yang sangat dia sayangi,dia takut anak-anaknya kecewa dengan keputusan hidup yang dipilihnya,bagaimanapun semua ini sudah terjadi dan sudah menjadi garis takdir dalam kehidupannya.
"Aku kan sudah bilang sama ibu,,,jika om Andre berani menyakiti ibu,maka dia akan berurusan berurusan denganku !" tegas Fahmi mengingatkan ibunya atas ucapannya sebelum ibunya memilih untuk menikah.
"Laki-laki macam dia,tidak pantas untuk ibu "lanjutnya lagi.
Fahmi mengepalkan tangannya dan menggertakkan giginya penuh emosi,dia berdiri dari tempat duduknya dan hendak berjalan menghampiri Om Andre yang masih tidak sadarkan diri didalam kamar ibunya.
Namun langkahnya terhenti saat ibunya menahan pergelangan tangannya.
"Nak...ibu mohon jangan membenci om Andre " ibunya memohon.
"Dia dibawah pengaruh alkohol nak,biarkan ibu yang menyelesaikan masalah ini nak,.."lanjut bu Nisa.
Fahmi menoleh ke arah ibunya,..dia menatap ibunya dengan rasa kecewa karena bisa-bisanya ibunya masih membela laki-laki yang sudah menyakiti raganya.
Setelah menatap ibunya Fahmi berlalu menuju kamarnya,disana dia membaringkan tubuhnya dengan perasaan yang penuh dengan beban,hatinya berkecamuk dan fikirannya melayang entah kemana.
Tak lama akhirnya dia terlelap.
__ADS_1