Aku Hanya Ingin Bahagia

Aku Hanya Ingin Bahagia
Episode 2


__ADS_3

"Eehhh...ada nak Lia juga !" kata ibu Nisa.


"Iya tante..."balas Lia sambil tersenyum.


"Oh yaa...kebetulan ibu baru selesai masak,kalian berdua makan dulu yaa...!" kata ibu Nisa.


"Baik ibu..." kata Dela sambil berlalu menuju ke kamarnya bersama Lia.


Setelah berganti pakaian,Dela dan Lia akhirnya menikmati makanan yang sudah disiapkan oleh ibu Nisa.


Selesai mereka makan,tidak lupa Dela membersihkan piring bekas makan mereka berdua,lalu mereka kembali ke kamar Dela.


Disana mereka saling bertukar fikiran mulai dari tugas sekolah hingga obrolan pribadi masing masing,...Lia adalah teman sekaligus sahabat Dela sejak mereka SMP,  jadi tidak heran jika mereka sangat dekat layaknya seorang saudara.


"waktupun berlalu,...setelah Lia berpamitan pulang,Dela kembali ke kamarnya untuk membersihkan badannya yang terasa lengket akibat panasnya cuaca di luar rumah.Selesai mandi dan berpakaian,Dela menghampiri ibunya yang berada di dapur sedang memasak untuk persiapan makan malam mereka."


Apa yang bisa Dela bantu...Bu ? tanya Dela pada ibunya."


Tidak usah nak,ini sudah selesai semua kok...! kata ibunya,sambil menata makanan di atas meja.


Setelah selesai makan malam, Dela dan ibunya kembali ke kamar masing-masing untuk mengistirahatkan tubuh mereka yang lelah setelah melakukan aktifitas mereka seharian."


"Pagi menjelang,membuat mata gadis itu perlahan mengerjab untuk menyesuaikan pandangannya.


Dia pun bangkit dari tidurnya dan menuju ke kamar mandi untuk menyiapkan diri ke sekolah.


Setelah memakai seragam sekolahnya,kini Dela sudah berada di meja makan ditemani oleh ibunya,untuk sarapan sebelum berangkat ke sekolah.


Setelah menghabiskan sarapannya,Dela pamit dan berangkat ke sekolah,tidak lupa mencium tangan ibunya.


"Dela berangkat dulu ya Bu.... Assalamu alaikum " kata Dela.


"Wa'alaikum salam,...hati-hati ya nak "kata ibu Nisa.


"Tok..tok..tok...!! Assalamu alaikum..."suara ketukan pintu dan salam dari ruang tamu,mengalihkan ibu Nisa yang sedang beres-beres rumah.


"Wa'alaikum salam..." jawab ibu Nisa yang berjalan menuju ruang tamunya.


"Maaf...ibu cari siapa  ? tanya ibu Nisa,setelah melihat ternyata seorang ibu paruh baya yang datang bertamu ke rumahnya.

__ADS_1


"Maaf nak..saya ibu Tuti mau bertemu dengan Nisa " kata ibu paruh baya yang bernama ibu Tuti.


"Oh...iya,saya Nisa...maaf,ada perlu apa Bu,...mari silahkan masuk." kata ibu Nisa,sambil mempersilahkan tamunya untuk masuk kedalam rumahnya.


"Sebentar ya Bu..saya tinggal sebentar kedalam " kata ibu Nisa.


"Iya nak...jangan repot-repot" jawab ibu Tuti sambil tersenyum ramah.


"Beberapa saat kemudian,Ibu Nisa keluar membawa nampan berisi secangkir teh dan sepiring biskuit.


"Silahkan Bu,diminum..."kata ibu Nisa.


"Terima kasih..."kata ibu Tuti.


"Sebelumnya saya meminta maaf nak,karena kedatangan saya kemari terkesan mendadak "


"Tujuan ibu kemari adalah ingin melamar kamu untuk anak lelaki saya,Apakah kamu mau menerima lamaran ibu ?"kata ibu Tuti.


"Deg...deg.."   jantung ibu Nisa berdetak mendengar ucapan ibu Tuti saat ini.


"Tapi,maaf Bu,saya tidak mengenal anak ibu yang mana,mungkin ibu salah orang !?"kata ibu Nisa.


"Lalu bagaimana bisa anak ibu,memiliki niat demikian terhadap saya" kata ibu Nisa.


"Terus terang,saya sudah memperingatkan anak saya,setelah dia menceritakan semua tentang kamu,karena dia diam-diam sudah mencari informasi mengenai kehidupan kamu selama ini " kata ibu Tuti.


"Jadi,saya harap kamu bisa mempertimbangkan niat baik anak saya terhadap keluarga kecil kamu" kata ibu Tuti.


"Hening...tak ada lagi suara selain hembusan angin dari arah pintu.Ibu Tuti berdiri dan berpamitan pada ibu Nisa yang saat ini masih diam tak percaya dengan kabar pagi ini yang baru saja dia dengar.


"Baiklah Nisa,kalau begitu ibu pamit dulu,semoga kamu bisa memberi jawaban secepatnya"kata ibu Tuti.


Setelah kepergian orang itu,kini ibu Nisa duduk merenung...apa yang harus dia lakukan dan bagaimana cara dia  menyampaikan kepada kedua anaknya yang kini sudah beranjak dewasa !?itulah yang saat ini ada dibenaknya.


"Meskipun,ibu Nisa mampu membesarkan kedua anaknya,tapi tidak bisa dipungkiri bahwa dia masih membutuhkan sosok pendamping yang bisa melindungi dan mengayomi keluarga kecilnya saat ini, menjadi tempat berbagi suka duka.Tapi,apa mungkin anak dari ibu Tuti benar-benar tulus dan ikhlas mengharapkan dirinya sebagai istrinya,atau hanya tujuan lain,berhubung ibu Nisa memiliki warisan dari almarhum suaminya dan juga mempunyai anak gadis yang menawan,takutnya laki-laki itu punya niat terselubung,tapi semoga saja semua tidak seperti apa yang ada difikirannya saat ini" ibu Nisa membatin.


 


 

__ADS_1


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2