Aku Hanya Ingin Bahagia

Aku Hanya Ingin Bahagia
Episode 12


__ADS_3

Di perjalanan mereka berdua duduk terdiam dan tak ada yang lebih dulu membuka suara, hingga mobil yang dikendarai Harun berhenti di pelataran parkir sebuah objek wisata laut, pemandangan laut yang begitu indah, membuat Dela nenarik nafas dalam-dalam menikmati sejuknya udara disekitarnya. Sedangkan Harun hanya memandang ke arah Depan menikmati indahnya pemandangan laut ciptaan Tuhan. Seketika ia tersadar saat Dela mendekatinya dan meminta maaf atas sikapnya pada Harun pagi tadi.


Sementara Harun yang bingung dengan sikap Dela yang mudah berubah hanya diam tersenyum dan mendengar penjelasan dari bibir mungil Dela yang begitu merona.


Tanpa sadar Harun menatap Dela dengan tatapan memuja hingga membuat Dela salah tingkah. Dela mengira jika Harun menertawainya padahal saat ini ingin sekali Harun mengungkapkan perasaannya, namun ia mengurungkannya sebelum Dela menjelaskan semuanya, seketika ia mendekap tubuh Dela begitu erat saat gadis itu mengatakan ketidaknyamanan hatinya saat bertemu Harun seharian ini, makanya ia berniat menghindarinya, sebab ia sendiri bingung dengan dirinya sendiri,  tiba-tiba jantungnya berdetak kencang setiap melihat laki-laki yang berhadapan dengannya saat ini. Sementara Harun yang memahami pembicaraan Dela merasa bersyukur di dalam hatinya, sebab gadis yang diharapkannya ternyata mulai memiliki rasa terhadapnya meski ia belum menyadarinya.


Dela yang kaget dengan pelukan dari Harun hanya diam dan mencium dalam-dalam wangi parfum laki-laki yang mendekapnya dengan penuh kedamaian saat ini, hatinya begitu tenang dan damai.


Harun pun melepaskan dekapannya dan menggenggam erat kedua tangan Dela, ia menatap Dela begitu dalam sebelum ia mengucapkan kalimat yang membuat mata Dela membulat dan tak percaya, hingga ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya yang ditariknya dari genggaman Harun.


Kedua manik matanya mengeluarkan cairan bening yang membuat Harun merasa bersalah dan menyesal dengan apa yang baru saja ia ucapkan pada Dela. Sementara Dela....ia masih terdiam mematung, ia kembali mencerna ucapan Harun dan seketika memeluk tubuh Harun dengan perasaan bahagia.


" Aku bersedia mas... " jawab Dela mantap saat Harun mengatakan perasaannya dan meminta agar Dela bersedia menerimanya sebagai teman pendamping hidup.


" Maafkan aku yang mengatakan semua ini tanpa memikirkan perasaan kamu, aku tau ini terlalu cepat badi kamu tapi sebaiknya jika niat baik janganlah ditunda-tunda, pamali kata orangtua." ucap Harun meyakinkan Dela.


" Terima kasih karena kamu bersedia menerimaku, tapi kamu tidak masalahkan dengan keadaanku yang seperti ini.


Hidupku yang sebatang kara yang berjuang melawan kerasnya hidup tanpa kedua orangtua yang sudah lebih dulu kembali ke pangkuan sang Khaliq." ucap Harun sendu.


" Aku tidak tahu mas, cinta itu seperti apa dan akupun tidak pernah merasakan seperti apa rasanya jatuh cinta, tapi disaat aku merasa damai dan bahagia ketika bersamamu, dan disaat jantungku berpacu di luar kendali, maka hanya satu yang kuharap dari sang pencipta, yaitu berikanlah aku satu cinta yang tulus yang nenerimaku dalam berbagai keadaan sekalu seumur hidupku,yang akan mengajarkan aku apa itu cinta " ucap Dela penuh haru.

__ADS_1


Tidak ada penjajakan bagi mereka, tujuan mereka sama yaitu menghalalkan suatu hubungan dengan niat yang baik.


Setelah mereka melepaskan beban dihati, akhirnya Harun mengajak Dela pulang karena hari sudah mulai gelap, ia mengantar Dela sampai ke rumah dan meminta Dela agar membicarakan niatnya untuk menemui kedua orangtua Dela. Sungguh ia merasa lega saat Dela menyambutnya dengan baik.


Suasana hati Dela saat ini begitu bahagia, ia ingin menceritakan semuanya pada ibu dan juga adiknya, meski adiknya terlalu sibuk dengan aktifitasnya, tapi adiknya mesti tau rencana Dela dan Harun, karena hanya Fahmi sekarang yang ia punya sebagai wali pengganti ayahnya, yang menjaga dan melindungi ibu dan juga dirinya.


Setelah memberi salam pada ibunya, Dela berlalu untuk membersihkan dirinya, ia bergegas ke kamar mandi, selesai mandi dan memakai baju tidurnya, Dela kembali menemui ibunya yang sedang bersih-bersih di dapur.


" Kamu makan dulu nak,... tadi ibu dan adikmu makan lebih dulu karena ibu fikir kamu sedang lembur, makanya pulangnya lambat " ucap ibunya pelan.


" Maaf bu... tadi Dela ada urusan dengan mas Harun "  jawab Dela pada ibunya.


Dela menarik dua buah kursi di meja makan, ia mendudukkan tubuhnya yang terasa lelah, sambil menyendok nasi dan lauk pauk ke piring yang ada di hadapannya, ia makan sambil ditemani oleh ibunya yang sedang membersihkan piring kotor bekas makan sebelumnya. Setelah menyelesaikan pekerjaannya, bu Nisa menghampiri anaknya yang masih duduk menikmati makanannya. Dela pun makan ditemani ibunya, sambil bercerita mengenai aktifitas mereka masing-masing pada hari ini.


Sesampainya di kamar, Dela  meminta ibunya duduk lalu ia pun mengikuti ibunya, Dela pun duduk disamping ibunya dengan perasaan takut, gugup serta khawatir, ia khawatir apabila ibunya menolak niat baik dari Harun, apa yang harus ia lakukan.


Setelah mengatur nafasnya dengan baik, akhirnya Dela menceritakan semuanya hingga saat ini tiba ketika Harun melamarnya secara pribadi, tidak lupa pula ia menyampaikan pesan dari Harun untuk orangtuanya. Bu Nisa yang mendengar semua cerita dari Dela, merasa bersyukur, sebab masih ada laki-laki sebaik Harun yang tulus mencintai dan mengharapkan putrinya sebagai pendamping hidup. Bu Nisa yang awalnya kaget, kini dengan penuh rasa syukur menerima niat baik dari Harun. Dela yang sudah mendengar jawaban dari mulut ibunya, kini segera menghubungi Harun lewat telfon  untuk menyampaikan kabar dari ibunya dan setelah itu Dela menyerahkan semuanya sama Harun, kapan dan bagaimana pertemuan pembahasan untuk langkah selanjutnya.


Setelah mengakhiri panggilan telfonnya dengan Harun, seketika Dela memeluk ibunya dan menumpahkan rasa sayang dan rasa terima kasihnya pada sang ibu yang selalu mendukung keputusannya. Tidak lupa juga Dela mengucapkan beribu-ribu terima kasih pada ibunya atas cinta dan kasih sayang ibunya selama ini yang belum bisa ia balas satu per satu.


" Terima kasih Tuhan, atas segala cinta dan karuniamu yang telah memberiku kesempatan untuk terlahir dari rahim seorang ibu yang begitu menyayangi kami anak-anaknya, aku memohon padamu ya Tuhan agar Engkau mengasihi dan melindungi ibu kami sebagaimana ia mengasihi kami selama ini ...Amiin. " ucap Dela dalam hati memohon Do'a untuk ibunya pada sang Maha Pengasih.

__ADS_1


Di lain tempat, Harun yang sudah tidak sabar menyampaikan kabar bahagia ini pada Lia yang juga sahabatnya, segera menghubungi dan menyampaikan semuanya pada Lia tanpa ada yang terlewatkan sedikitpun, sementara


Lia yang mendengar semua cerita yang disampaikan Harun, merasa sangat bahagia mendengar kedua sahabatnya telah bersatu dan akan segera naik ke pelaminan.


" Alhamdulillah, semoga lancar sampai ke hari H " ucap Lia mengucap syujur dengan penuh kebahagiaan.


" Terima kasih Lia,,,semua ini juga karena perjuanganmu yang tak henti memberiku dukungan dan semangat " ucap Harun berterima kasih pada Lia, sebab jika bukan karena Lia yang memberiku nomor kontak Dela,maka Harun tidak pernah bertemu gadis pujaannya.


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2