Aku Hanya Ingin Bahagia

Aku Hanya Ingin Bahagia
Episode 11


__ADS_3

Dela mengikuti ibunya dari belakang menuju meja makan,mereka bertiga menikmati makan malam bersama, kecuali pak Andre yang sudah berpamitan pada istrinya setelah ia mengancam Dela tadi. Laki-laki yang bermuka dua menurut Dela, tapi Dela tidak mau ambil pusing dengan orang itu, sebab ia tidak lebih dari benalu dimata Dela dan Fahmi,kerjanya cuma ngabisin duit ibunya dari hasil warisan almarhum ayahnya.


Setelah makan malam dan membantu ibunya di dapur, kini Dela sudah berada di atas tempat tidurnya,ia berbaring sambil menggenggam Hp. Tiba-tiba ia teringat kebersamaannya dengan Harun sore tadi,tanpa sadar kedua sudut bibirnya tersenyum.


Sementara Harun sedang duduk termenung memikirkan perasaannya yang semakin dalam pada Dela, ia begitu bahagia bisa menghabiskan waktu berdua dengan seseorang yang akhir-akhir ini mengganggu fikirannya.


" Kamu sudah tidur Dela ?" tangannya mengetik sesuatu untuk Dela


" Belum mas..." jawab Dela singkat setelah menerima pesan dari seseorang yang baru saja membuatnya tersenyum.


"Sudah makan..." tanya Harun yang menunjukkan perhatiannya.


" Baru saja selesai mas..." jawab Dela malu-malu, padahal cuma lewan Hp.


" Ya udah...kamu istirahat yaa...assalamu alaikum " Harun mengakhiri chatingannya dengan mengucapkan salam.

__ADS_1


" Wa'alaikum salam mas...." Dela membalas, sebelum meletakkan kembali Hpnya di atas meja kecil.


Dela terbangun dari tidur malamnya, ia bergegas merapikan tempat tidur lalu menuju ke kamar mandi, hari ini ia bangun lebih semangat, selesai mandi dan berpakaian, ia menuju meja makan untuk sarapan, mengisi perutnya dengan beberapa lembar roti tawar selei kacang dan segelas susu coklat, setelah itu Dela pun berpamitan sambil mencium tangan ibunya dan memberi salam sebelum ia berangkat.


Sesampainya di tempat kerja, Harun menyambutnya dengan senyuman, tapi Dela kembali bersikap seperti biasa-biasa saja.


" Ada apa dengan dia sepagi ini, perasaan semalam baik- baik aja kok " gumam Harun mengernyit bingung sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" Apa semalam bukan dia yang membalas chatku !? " gumamnya lagi, sambil berlalu meninggalkan tempatnya berdiri saat ini menuju ruang kerjanya, sebenarnya ia merasa kecewa dengan sikap Dela, tapi ia tidak ingin mempermasalahkannya,mungkin Dela lagi ada masalah lain.


Di lain tempat, Dela yang yang baru saja duduk di meja kasirnya merasa bersalah pada Harun, sebenarnya ia tidak ingin bersikap demikian, tapi untuk menutupi perasaan yang saat ini menguasai hatinya, maka terpaksa ia bersikap seperti itu, ia juga bingung dengan dirinya hari ini, jika bertemu Harun detak jantungnya begitu kencang. Sepanjang hari ini ia bekerja tidak begitu fokus pada pekerjaannya, untungnya tidak terjadi kesalahan, coba kalau sampai itu terjadi, pasti ia akan merasa sangat bersalah lagi pada Harun. Kini fikirannya mulai dipenuhi oleh sosok Harun yang selama ini menjadi bosnya, sampai ia lupa waktu makan siang sudah lewat, bahkan sebentar lagi pergantian shift karyawan.


" Maaf mas... ini saya mau setor uang kasir " ucap Dela


" Baik...silahkan masuk " jawab Harun.

__ADS_1


Suasana hening dan canggung membuat mereka seperti orang yang baru saling kenal.


Setelah menyelesaikan tujuannya, Dela berpamitan dan bersiap- siap untuk pulang.


" Triiing..." tanda pesan masuk di Hp Dela.


" Tunggu aku..." isi pesan tersebut, yang ternyata dari Harun.


Dela tidak membalasnya, ia terus berjalan keluar.


Saat hendak menaiki kendaraan online pesanannya,tiba-tiba tangannya ditarik seseorang yang tak lain adalah Harun. Setelah menahan Dela, ia membayar tarif kendaraan tersebut dan menyuruhnya pergi. Harun membawa Dela ke mobilnya dan mengajaknya ke tempat yang tenang untuk berbicara, Dela hanya terdiam, ia masih menormalkan detak jantungnya yang begitu cepat saat tangannya di tarik oleh Harun sebelum naik ke mobil yang saat ini membawanya ke suatu tempat.


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2