
Kevin yang telah selesai membersihkan dirinya kemudian keluar dari dalam toilet dengan rambut yang masih basah dengan handuk kecil yang melingkar dilehernya .
kemudian pandangan kevin tertuju pada istrinya yang sedang tertidur lelap, kemudian kevin berjalan kearah nadira dan menghampiri brangkar sang istri .
kevin mengusap lembut pipi nadira yang sudah terlihat chuby . dan mengecup singkat kening nadira dengan penuh kasih sayang .
" hemm ... sayang rupanya aku lama yah mandinya sehingga kamu sampai tertidur kembali " kemudian tangan kevin mengarah kepada perut nadira .
" hay sayang sehat-sehat yang kamu didalam sana , jangan buat mammi kamu susah yah dan repot " kevin berbicara dengan mengusap perut istrinya .
nadira yang merasa tidurnya terganggu akhirnya membuka matanya kemudian melihat kevin yang sudah ada dihadapannya .
" kamu ngagetin aku aja vin " ucap nadira ketika membuka matanya dan melihat kevin yang berada dihadapannya membuat nadira terkejut .
" kamu nyenyak sekali tidurnya sayang , apa masih ada yang kerasa sakit di tubuh kamu " tanya kevin dengan raut wajah yang khawatir .
__ADS_1
kemudian nadira menggelengkan kepalanya .
" sudah mendingan kok , oh iya aku kapan boleh pulang , aku sudah gak betah vin lagi pula aku sudah merasa lebih baik kok " ucap nadira dan bertanya kepada suaminya .
" coba nanti aku tanya sama dokter dulu yah kamu kapan boleh pulangnya " jawaban kevin kepada istrinya kemudian dijawab oleh nadira seperti biasa dengan menganggukan kepalanya.
" Vin.... " panggil nadira.
" Kenapa , ada yang kamu inginin , kamu ingin sesuatu " tanya kevin dengan antusias .
" tidak ada kok vin , aku hanya merasa kasihan dan tidak enak , karena aku kamu harus bekerja disini dan tidak bisa datang ke kantor , karena menjaga aku disini kamu harus merasa terbebani maafkan aku vin aku yang selalu membuat kamu susah terus , bahkan aku belum bisa membahagiakan suami aku " nadira berbicara dengan menitihkan air matanya . semua yang dia rasakan karena memang benar adanya . keadaan nadiralah yang membuat kevin tidak bisa bekerja dan harus merawatnya disini.
nadira merasa bersalah karena selalu membuat kevin kesusahan .
"hey... dengar aku kamu jangan pernah bicara seperti itu . kamu jangan pernah bilang kalau aku tuh merasa kesusahan merawat kamu ataupun terbebani , kamu itu istri aku yah kamu prioritas aku , memang sudah menjadi tugas aku merawat kamu apalagi sekarang ada malaikat kecil kita didalam sini " ucap kevin dengan mengelus perut nadira .
__ADS_1
" tapi gara-gara aku disini kamu jadi tidak bisa bekerja kan "
" siapa yang bilang buktinya kamu lihat pekerjaan aku sudah selsai walaupun tanpa harus pergi kekantor sayang , jadi jangan pernah kamu berbicara seperti itu lagi yah aku tidak suka mendengarnya . " ucapan kevin kembali dengan tegas memberitahu nadira bahwa tidak perlu ada yang dikhawatirkan .
" Tapi vin ... " nadira menggantung ucapannya
" Tidak ada tapi .. tapian sayang . "
" lebih baik kamu istrahat kembali aku akan keluar sebentar untuk menemuin dokter "
" untuk apa vin " seketika kevin menaikan satu alisnya dia tidak paham. dengan istrinya tadi meminta untuk pulang sekarang bertanya mengapa kevin ingin menemui dokter .
" kamu sendiri tadi bilang loh mau minta pulang yah aku mau tanya sama dokternya apakah kamu sudah diperbolehkan pulang "
" oohh kirain aku apa " nadira yang tidak merasa bersalah hanya tersenyum menunjukan giginya .
__ADS_1
Kevin hanya bisa menggelengkan kepalanya tidak mengerti dengan sikap nadira yang sering berubah-ubah.