Aku Hanya Ingin Bahagia

Aku Hanya Ingin Bahagia
Bab 36


__ADS_3

Kevin yang telah selesai membersihkan dirinya kemudian keluar dari dalam toilet dengan rambut yang masih basah dengan handuk kecil yang melingkar dilehernya .


kemudian pandangan kevin tertuju pada istrinya yang sedang tertidur lelap, kemudian kevin berjalan kearah nadira dan menghampiri brangkar sang istri .


kevin mengusap lembut pipi nadira yang sudah terlihat chuby . dan mengecup singkat kening nadira dengan penuh kasih sayang .


" hemm ... sayang rupanya aku lama yah mandinya sehingga kamu sampai tertidur kembali " kemudian tangan kevin mengarah kepada perut nadira .


" hay sayang sehat-sehat yang kamu didalam sana , jangan buat mammi kamu susah yah dan repot " kevin berbicara dengan mengusap perut istrinya .


nadira yang merasa tidurnya terganggu akhirnya membuka matanya kemudian melihat kevin yang sudah ada dihadapannya .


" kamu ngagetin aku aja vin " ucap nadira ketika membuka matanya dan melihat kevin yang berada dihadapannya membuat nadira terkejut .


" kamu nyenyak sekali tidurnya sayang , apa masih ada yang kerasa sakit di tubuh kamu " tanya kevin dengan raut wajah yang khawatir .

__ADS_1


kemudian nadira menggelengkan kepalanya .


" sudah mendingan kok , oh iya aku kapan boleh pulang , aku sudah gak betah vin lagi pula aku sudah merasa lebih baik kok " ucap nadira dan bertanya kepada suaminya .


" coba nanti aku tanya sama dokter dulu yah kamu kapan boleh pulangnya " jawaban kevin kepada istrinya kemudian dijawab oleh nadira seperti biasa dengan menganggukan kepalanya.


" Vin.... " panggil nadira.


" Kenapa , ada yang kamu inginin , kamu ingin sesuatu " tanya kevin dengan antusias .


" tidak ada kok vin , aku hanya merasa kasihan dan tidak enak , karena aku kamu harus bekerja disini dan tidak bisa datang ke kantor , karena menjaga aku disini kamu harus merasa terbebani maafkan aku vin aku yang selalu membuat kamu susah terus , bahkan aku belum bisa membahagiakan suami aku " nadira berbicara dengan menitihkan air matanya . semua yang dia rasakan karena memang benar adanya . keadaan nadiralah yang membuat kevin tidak bisa bekerja dan harus merawatnya disini.


nadira merasa bersalah karena selalu membuat kevin kesusahan .


"hey... dengar aku kamu jangan pernah bicara seperti itu . kamu jangan pernah bilang kalau aku tuh merasa kesusahan merawat kamu ataupun terbebani , kamu itu istri aku yah kamu prioritas aku , memang sudah menjadi tugas aku merawat kamu apalagi sekarang ada malaikat kecil kita didalam sini " ucap kevin dengan mengelus perut nadira .

__ADS_1


" tapi gara-gara aku disini kamu jadi tidak bisa bekerja kan "


" siapa yang bilang buktinya kamu lihat pekerjaan aku sudah selsai walaupun tanpa harus pergi kekantor sayang , jadi jangan pernah kamu berbicara seperti itu lagi yah aku tidak suka mendengarnya . " ucapan kevin kembali dengan tegas memberitahu nadira bahwa tidak perlu ada yang dikhawatirkan .


" Tapi vin ... " nadira menggantung ucapannya


" Tidak ada tapi .. tapian sayang . "


" lebih baik kamu istrahat kembali aku akan keluar sebentar untuk menemuin dokter "


" untuk apa vin " seketika kevin menaikan satu alisnya dia tidak paham. dengan istrinya tadi meminta untuk pulang sekarang bertanya mengapa kevin ingin menemui dokter .


" kamu sendiri tadi bilang loh mau minta pulang yah aku mau tanya sama dokternya apakah kamu sudah diperbolehkan pulang "


" oohh kirain aku apa " nadira yang tidak merasa bersalah hanya tersenyum menunjukan giginya .

__ADS_1


Kevin hanya bisa menggelengkan kepalanya tidak mengerti dengan sikap nadira yang sering berubah-ubah.


__ADS_2