
Perlahan mata nadira terbuka , kelopak mata nadira menyusuri berbagai sudut ruangan . dengan dengan yang sangat asing baginya kemudian nadira pun memegang sisi perutnya yang ia rasakan sudah rata . membuat nadira terkejut dan berfikir tentang baby nya .
" Baby ku .... " Nadira masih memegang perutnya , dan air mata keluar dari sudut matanya .
" Baby ... baby aku hiks ... dimana baby ... " Nadira menangis memikirkan babynya .
Kevin yang baru saja sampai di depan pintu ruangan nadira seketika mendengar isak tangis dari dalam sana dengan panik kevin secepat mungkin membuka pintu itu untuk melihat keadaan nadira .
Kevin pun terkejut melihat nadira yang sedang menangis diatas brankarnya . entah apa yang nadira tangiskan kevin belum mengetahuinya .
kevin dengan cepat melangkahkan kakinya menghapiri nadira diikuti dengan roy yang berada dibelakangnya . kemudian kevin memeluk erat tubuh nadira untuk menenangkannya .
"Sayang ... sutt... jangan nangis , ada aku disini " ucap kevin dengan mengusap punggung nadira untuk menenangkannya .
" Baby ... vin hiks.... hiks... baby dia enggak ada " ucap nadira dengan suara yang lirih .
__ADS_1
" Maksud kamu apa sayang , baby enggak ada , bahkan aku baru menjenguknya . " Ucap kevin kepada nadira .
dan kemudian nadira menoleh kearah kevin .
" Maksud kamu baby masih ada vin " Tanya nadira dengan tatapan yang sendu menunggu jawaban dari suaminya itu .
" Iya sayang , baby sudah lahir . makasih yah kamu sudah berjuang untuk nya agar tetap hidup " ucap kevin kembali memeluk tubuh nadira .
" Bahkan aku akan mempertaruhkan nyawaku demi baby vin " nadira berucap kembali yang masih berada dipelukan kevin .
"Nanti yah sayang setelah kamu pulih bahkan kamu baru saja selsai operasi beberapa jam yang lalu . " kevin belum mengijinkan nadira untuk bergerak dulu karena nadira sedang tahap pemulihan .
" Tapi kan aku mau ketemu dia vin . anak kita perempuan atau laki-laki vin . " Tanya nadira menuntut jawaban dari suaminya .
" Anak kita laki-laki sayang , dia sangat tampan sepertiku . " seketika senyum nadira mengembang disudut bibirnya mendengar ucapan suaminya itu .
__ADS_1
" Kamu ini , masih aja sempet-sempetnya bercanda " nadira sedikit memukul dada kevin , namun yang kevin rasa pasti tidak sakit karena pukulan nadira memang tidak terasa sama sekali.
" Istirahat yah sayang , nanti dalam beberapa hari kedepan baby akan dipindahkan kesini bersamamu namun untuk saat ini baby masih dalam pantauan karena lahir mendekati prematur . " Ucap kevin menjelaskan kepada nadira tentang kondisi anak mereka .
" Ini semua pasti salah aku , kalau aja aku enggak terburu-buru aku enggak akan mungkin sampai jatuh di kamar mandi . " Nadira menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang telah terjadi karena dirinya bayinya harus dilahirkan sekarang dan itu membuat nadira sedih dan merasa bersalah kepada suami dan anaknya .
Nadira pun kembali menjatuhkan air mata di pipinya karena dirinya lah bayi mereka harus dirawat dan karena dirinya lah bayinya harus menanggung semuanya .
" Hey... sayang dengar ini bukan salahmu , ini sudah takdir mungkin baby ingin cepat-cepat bertemu dengan mamih dan papih nya " kevin kembali menenangkan nadira yang benar-benar sedang kacau , roy pun hanya bisa melihat kemesraan mereka , roy begitu senang melihat majikannya itu bahagia , tanpa memikirkan dirinya sendiri yang belum memiliki pasangan .
Akhirnya roy memutuskan untuk keluar dan meninggalkan mereka berdua .
" Sayang aku belum memberikan nama untuk anak kita " kevin memberitahukan kepada istrinya bahwa anaknya belum memiliki nama .
" Kenapa ... " Tanya nadira penasaran .
__ADS_1
" Karena aku menunggumu sadar dan aku sudah menyiapkan nama untuk anak kita " kevin kembali memberitahukan kepada nadira .