Aku Hanya Ingin Bahagia

Aku Hanya Ingin Bahagia
Episode 5


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian


Setelah kejadian yang menimpa bu Nisa,Dela mulai merasakan beban yang amat berat dalam hidupnya.Terkadang


om Andre  sekaligus ayah tirinya,sering melakukan kekerasan lahir bathin terhadap bu Nisa tepat dihadapannya atau kadang tanpa sengaja Dela mendengar mereka berselisih paham,hanya karena alasan yang sepele.Seperti saat Dela menghadiri acara perpisahan di sekolahnya sebulan yang lalu bersama ibunya,saat itu om Andre melarang bu Nisa menghadiri acara tersebut,alasannya biar nggak ada orang yang melirik istrinya,(sungguh alasan aneh tapi  kebanyakan di dunia nyata).


Padahal acara perpisahan tersebut harus dihadiri oleh orangtua murid ,akhirnya..dengan terpaksa ibu Nisa berangkat dengan pakaian yang sangat sederhana namun tetap terlihat sopan tanpa memakai polesan make-up di wajahnya ,bu Nisa tidak merasa malu sedikitpun,sebab ini adalah solusi terbaik


daripada harus berdebat dan berakhir dengan kekerasan.


Dela bahkan merasa asing dengan ibu dan juga adiknya,sebab mereka jarang sekali komunikasi setelah kejadian waktu itu padahal mereka masih tinggal serumah,kecuali jika om Andre sedang ada urusan diluar.


Biasanya jika om Andre berada di luar,mereka bertiga menyempatkan diri saling bertegur sapa satusama lain,namun jika om Andre lagi berada di rumah Dela seperti berada didalam kerangkeng.


Entah apa alasan om Andre ketika berada di rumah selalu marah dan emosi jika melihat kami bertiga saling bercengkrama satu sama lain.


Begitu pula jika bu Nisa dan kedua anaknya bergaul diluar rumah,om Andre selalu emosi nggak jelas.


Kadang Dela ingin rasanya memberontak namun apa daya,perasaan ibunya jauh lebih penting.


"Assalamu alaikum....Dela.." suara salam dari luar rumah.


"Wa'alaikum salam...." sahut bu Nisa membuka pintunya.


"Eeehhh...ada nak Lia,...kok tumben baru main kemari nak !?"seru bu Nisa bertanya.


"Iya tante...maaf...Lia lagi sibuk kuliah...."jawab Lia sambil menyalami bu Nisa.


"Dela ada tante ?"tanya Lia.


"Oh maaf nak...tante lupa,langsung kedalam aja nak,dia ada tuh di kamarnya!!"jawab bu Nisa ramah.


"Hehehe....baik tante...kalo gitu Lia kedalam dulu ya tante"jawab Lia tertawa.


"Del...ada nak Lia nih...!!"teriak ibunya Dela dari ruang keluarga,setelah Lia berjalan masuk menuju kamar Dela.


 "Iya bu...."sahut Dela dari dalam kamarnya sambil beranjak membuka pintu kamarnya.


"Kamu sibuk nggak Del...?" tanya Lia.


"Nggak...juga !" seru Dela.


"Mau nggak jalan sama aku Del...!?" seru Lia bertanya.


"Maaf Lia...aku nggak bisa,ayahku past nggak ngizinin " jawab Dela tertunduk lesu.


" kalau ada ayah,,,aku nggak boleh keluar Lia" lanjut Dela.


"Ya udah nggak apa-apa deh,lain kali aja"ucap Lia tersenyum.


Akhirnya mereka berdua menghabiskan waktu bersama di rumah Dela,berbagi cerita setelah lama tidak bertemu meskipun terkadang mereka bertukar sapa melalui telfon tapi rasanya berbeda jika bertemu langsung seperti sekarang ini.

__ADS_1


Dela kembali ke kamarnya setelah kepulangan sahabatnya,rasanya ia ingin sekali becerita tentang beban hati dan fikirannya saat ini,tapi Dela enggan,ia takut jika Lia tidak bisa lagi menjadi sahabatnya seperti dulu saat mereka satu sekolah,toh sekarang Lia sudah memiliki lingkungan pertemanan baru,bisa saja Lia juga sudah memiliki sahabat baru yang lebih baik darinya,ia merasa minder dengan dirinya sendiri.


"Aaaaaggghhh..."Teriak Dela frustasi dibalik bantal.


"Tok...tok...Dela..."panggil ibunya yang mengetuk pintu kamarnya.


"iya bu,.."sahut Dela pelan yang membuka pintu kamarnya.


"Besok ibu mau ke rumah nenek nak,mungkin lusa baru ibu kembali,kamu jaga diri yaa di rumah "ucap ibunya.


"Baik bu "jawab Dela singkat.


Setelah berbicara dengan ibunya,diapun kembali kekamar merebahkan tubuhnya.


Keesokan harinya ibu Nisa berangkat ke rumah orangtuanya,ditemani Fahmi yang sedang membonceng ibunya dengan sepeda motor kesayangannya.


Sesampainya di tempat tujuan,bu Nisa disambut hangat oleh kedua orangtuanya.


"Dela kok tidak di ajak kemari ?" tanya nenek Dela kepada anaknya.


"Iya ma..."sahut bu Nisa pada orangtuanya.


Di Rumah Dela


Ayah tirinya yang baru saja pulang,langsung mengistirahatkan diri di ruang tengah.


"Dela...Dela..tolong buatkan ayah kopi !! " Teriak pak Andre.


Dela keluar dari kamarnya dengan rasa takut, berjalan menghampiri pak Andre yang berada di ruang tengah.


"Apa ayah memanggil Dela?" tanya Dela pada pak Andre.


"Iya,tolong buatkan ayah kopi !" ucap pak Andre yang menatap Dela sekilas lalu kembali mengalihkan pandangannya ke arah TV.


Tak lama kemudian Dela keluar membawa segelas kopi untuk pak Andre lalu kembali ke dapur untuk menyiapkan makanan buat pak Andre.Walaupun Dela mengurus pak Andre dengan baik tapi ada perasaan canggung dan takut ketika Dela berkomunikasi dengan pak Andre.


"Ayah...Dela sudah menyiapkan makanan buat ayah" ucap Dela gugup.


"Iya ..." pak Andre menyahuti.


Setelah membuat kopi dan menyiapkan makanan buat pak Andre,Dela kembali ke kamarnya,tak lupa mengunci pintu kamarnya,dia mengambil HP hendak menelfon ibunya.


"Assalamu alaikum...ibu.." ucap Dela memberi salam ketika panggilan telfonnya terjawab.


"Wa'alaikum salam nak.."jawab ibunya.


"Nenek apa kabar bu...? oh ya bu...ayah baru saja pulang,Dela sudah membuatkan kopi dan menyiapkan makanan!" tanya Dela pada ibunya,tidak lupa ia memberitahu ibunya mengenai pak Andre yang baru saja pulang.


"Alhamdulillah nenek sehat nak...terima kasih nak karena sudah mengurus ayah saat ibu tidak di rumah" jawab ibunya sambil mengucapkan terima kasih pada anaknya yang bersedia mengurus ayahnya.


"Iya bu...nggak apa-apa kok!"seru Dela.

__ADS_1


Dela dan ibunya bercerita panjang lebar di telfon,tidak lama kemudian,mereka pun mengakhiri pembicaraan mereka.


"Salam buat nenek ya bu...!"ucap Dela pada ibunya.


"Baik nak,nanti ibu sampaikan sama nenek,kamu baik-baik ya di rumah!"jawab bu Nisa sambil mengingatkan anaknya.


"Iya bu...Assalamu alaikum"Dela mengakhiri telfonnya.


"Wa'alaikum salam" balas ibunya.


"Tuutt..tuutt...ttuuuttt.."tanda panggilan telfon berakhir.


Dela menyimpan HPnya dan membaringkan tubuhnya,dia berniat tidur tapi di urungkannya tatkala ia mendengar suara ketukan dari pintu kamarnya,ia bangkit berjalan membuka pintu kamarnya.


"Ayah...!!" ucapnya lirih.


"Tolong bantu kerik belakang ayah" pinta pak Andre.


"Ta..-..."ucap Dela terpotong saat pak Andre menariknya paksa.


Dela histeris ketakutan....


"Tolooonggg...."teriaknya ...


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2