Aku Hanya Ingin Bahagia

Aku Hanya Ingin Bahagia
Episode 9


__ADS_3

Beberapa hari setelah pertemuannya dengan Harun,kini Dela mulai disibukkan dengan pekerjaannya,pergi pagi pulang sore atau kadang lembur sampai selesai waktu isha.


Harun juga bersyukur sejak Dela bekerja,pendapatan di supermarketnya pun mulai meningkat,mungkin karena keramahan Dela pada customer yang membuat mereka nyaman berbelanja di tempat itu.


Harun merasa bersyukur bisa dipertemukan dengan Dela...


Semoga ini menjadi awal yang baik,harapannya dalam hati.


Harun menatap Dela dari kejauhan sambil menikmati segelas kopi.Entah apa yang ada dalam fikirannya saat ini,ia begitu nyaman setiap melihat Dela tersenyum.


" Drrrtttt...Drrrtttt..." Hp Harun bergetar.


" Run...Delanya masih ada nggak di toko" tanya Lia,saat Harun membaca pesan yang masuk di Hpnya. Lia menghubungi Harun karena ia tahu Dela tidak bisa dihubungi saat bekerja.


" Iya,Dela masih di sini,kenapa emang!?" balas Harun penasaran.


"Oh...ok...aku kesana yaa,bilangin Dela"balas Lia.


Harun meletakkan Hpnya diatas meja lalu keluar dari ruangannya yang serba kaca menuju ke tempat Dela yang asik menghitung total belanja customer.


"Del...kalau customer dah kosong,tolong ke ruanganku sebentar yaa...."ucap Harun yang sudah berdiri samping Dela dengan wajah tersenyum.


"Baik..."jawabnya singkat setelah melihat Harun yang berada disampingnya.


Setelah meja kasirnya kosong,Dela meminta tolong pada temannya untuk menggantikannya sementara,karena tadi  ia diminta keruangan bosnya.


" Tok...tok..." Dela mengetuk pintu ruangan kerja Harun.


"Silahkan masuk..." ucap Harun.


Setelah dipersilahkan masuk,Dela duduk berhadapan dengan Harun yang di batasi sebuah meja kerja.


"Ada apa mas Harun memanggil saya?" tanya Dela menunduk.


"Apa kamu nyaman bekerja ditempat ini ?" tanya Harun pelan.


"Alhamdulillah mas " jawab Dela singkat.


"Oh ya Del...tadi Lia kirim pesan buat kamu,katanya dia mau kesini menemui kamu" ucap Harun menyampaikan pesan dari Lia buat Dela.


"Ya udah,...nanti pulangnya biar aku anterin sekalian bareng Lia" ucap Harun santai.


Dela hanya mengiyakan,dia sedari tadi hanya menunduk,tidak berani menatap Harun,entah apa yang ada dalam fikirannya mengenai bos gantengnya.


" Baik mas,...kalau begitu,saya pamit kembali bekerja" ucap Dela berpamitan pada Harun untuk kembali melanjutkan pekerjaannya.


Dela keluar dari ruangan Harun dan kembali bekerja,ia tidak mau berlama-lama bicara dengan Harun disaat jam kerja,ia tidak mau teman-temannya berfikiran lain tentangnya,apalagi dia termasuk karyawan baru.


Dela baru saja close untuk jam kerjanya,setelah menyelesaikan tugasnya Dela menuju ke ruangan Harun untuk menyetor hasil pendapatan saat jam kerjanya,karena kasirnya sudah di close.


Setelah itu Dela berpamitan bersiap-siap untuk pulang.

__ADS_1


"Tunggu aku di depan,sebentar lagi Lia datang "ucap Harun santai.


Dela mengiyakan dan berjalan ke depan supermarket,di halaman parkiran terdapat beberapa kursi tunggu yang memang disediakan untuk para pengunjung yang sedang menunggu jemputan pribadi atau taksi online.


Tidak lama Dela duduk,seseorang memanggilnya sambil berjalan ke arahnya.


Siapa lagi kalau bukan Lia,sahabatnya sejak SMP.


"Harun mana....!?" seru Lia bertanya saat ia baru saja mendudukkan tubuhnya disamping Dela.


"Katanya,disuruh tunggu disini " jawab Dela santai.


Saat asik mereka asik ngobrol, sebuah mobil berhenti di hadapan mereka sambil menurunkan kaca mobil depan,yang ternyata pengemudinya adalah Harun,yang baru beberapa hari menjadi bosnya.


"Ayo naik....!" ajak Harun pada mereka berdua.


"Kemana...?" tanya Lia.


"Maaf,...aku nggak bisa ikut,mau langsung pulang saja" ucap Dela.


" kita makan singgah makan dulu,baru antar kalian pulang"ucap Harun santai.


"Tapi,...mas !" ucap Dela yang menyela ucapan Harun.


" Ya elaah...Del...santai aja kalii....!" ucap Lia bersemangat.


Mereka bertiga akhirnya mencari tempat yang nyaman,... Dela yang tidak mengetahui apa-apa, lebih memilih untuk berdiam diri sambil menatap ke arah samping untuk melihat kendaraan lain berlalu lalang, apalagi dia masih merasa canggung dengan Harun yang belum lama dikenalnya.


Mobil Harun kini berhenti di pelataran Cafe And Resto.


Pelayan datang menawarkan menu favorit di Cafe tersebut kepada mereka, Harun dan Lia asik memilih menu tanpa melihat Dela yang terlihat canggung berada diantara mereka,rasanya ia ingin beranjak saat itu juga.


"Kok nggak pesan...?" tanya Harun pelan.


Dela hanya tersenyum kikuk sambil mengambil buku menu dihadapannya.


" Jus alpukat aja deh mbak..." ucap Dela pada pelayan Cafe.


"Makanannya disamain aja sama aku yaa mbak" sambung Harun.


"Mohon ditunggu yaa..." ucap pelayan Cafe sebelum meninggalkan mereka bertiga.


Setelah menunggu beberapa menit,pesanan mereka pun dihidangkan.


Mereka menikmati makanan mereka sambil bercengkrama satusama lain.


Dela pun mulai membiasakan diri dengan Harun.


Setelah menghabiskan makanan mereka dan membayar tagihan billnya,akhirnya mereka bertiga pergi meninggalkan Cafe tersebut dan kembali ke supermarket mengantar Lia mengambil motornya yang sengaja ia parkir disana.


"Mas...aku ikut Lia saja pulangnya " ucap Dela sopan.

__ADS_1


"Nggak usah Del...nanti aku yang anter,kebetulan aku ada urusan dan lewat jalur sana" ucap Harun menjelaskan.


"Ya udah mas,,,,terima kasih banyak" ucap Dela berterima kasih.


Harun hanya tersenyum membalasnya,tidak ada obrolan di antara mereka saat menuju ke rumah Dela, suasana hening,Dela menyandarkan kepalanya disandaran jok,pandangannya ke arah luar,ia sendiri bingung harus bagaimana. Tanpa terasa mobil Harun berhenti di depan sebuah rumah sederhana yang memiliki halaman kecil yang di hiasi beberapa macam tanaman.


" Sekali lagi terima kasih...mas " ucap Dela berterima kasih sebelum ia turun dari mobil Harun.


" Sama-sama..." jawab Harun singkat dan tersenyum saat membalas ucapan Dela.


Mobil Harun melaju meninggalkan Dela yang berdiri di depan halaman rumahnya.Baru saja Dela hendak memberi salam,tiba-tiba terdengar suara pak Andre yang langsung membuka pintu rumahnya dari dalam.


" Enak banget ada yang anter...." ucap pak Andre menatap Dela tajam.


" Itu bos Dela,...kebetulan searah jadi Dela ditawarin tumpangan " ucap Dela dingin sambil menjelaskan agar tidak disangka aneh-aneh sama pak Andre.


" alasan....!!!" jawab pak Andre yang mulai emosi.


Dela pun memberi salam dan masuk ke dalam rumah,ia mencari ibunya namun tidak ada, ia pun menuju kamarnya dan mengunci pintu lalu mengistirahatkan tubuhnya yang sudah lelah seharian.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2