Aku Hanya Ingin Bahagia

Aku Hanya Ingin Bahagia
Bab 54


__ADS_3

Setelah selesai menghubungi roy kevin kembali ke kamarnya dan menemani istrinya sambil menunggu makanan yang sedang dibuatkan oleh pelayan dibawakan ke kamarnya .


" Vin aku mau duduk , bantu aku " dengan cepat kevin membatu istrinya dan menaruh bantal di belakang punggung sang istri agar istrinya merasa nyaman .


tangan sebelah kanan nadira pun masih tertancapkan jarum. infus yang berisi cairan vitamin .


ketika nadira ingin mengambil gelas yang berada diatas nakas dengan gerakan cepat kevin menghentikannya .


" Kamu mau ngapain sih .. " Tanya kevin dengan panik .


" Aku cuma mau minum kok vin . " jawab nadira singkat .


" Kan kamu bisa bilang sama aku , aku enggak lihat , itu tangan kamu di infus kalau bergerak terus nanti bengkak tangan kamu nya sayang . " ucapan kevin kepada nadira yang tanpa sengaja sedikit meninggi .


" Iya maaf aku kan haus . " jawab nadira kembali kepada suaminya dan menatap suaminya dengan senyum mengembang diwajahnya .


akhirnya kevin pun mengambil gelas yang berada diatas nakas dan membantu nadira untuk meminumnya.

__ADS_1


Tidak lama kemudian suara ketukan pintu membuat kevin dan nadira saling menatap , ternyata yang mengetuk adalah pelayan yang membawakan makanan untuk nadira .


kevin berjalan membuka pintu itu dan membawa nampan yang berisi makanan dan susu yang telah disiapkan oleh pelayan untuknya .


" Sayang kamu makan dulu yah , supnya masih panas . "


" Iya vin , tapi sedikit aja yah , aku mau minum susunya dulu vin " kemudian kevin mengambil gelas susu tersebut dan membantu nadira untuk meminumnya .


" Kamu makan aku suapin yah " pinta kevin kepad istrinya untuk menyuapi nadira namun nadira menolaknya .


" Bisa bagaimana tangan kamu yang kanan itu enggak boleh banyak bergerak nad " akhinya nadira menurut saja dari pada suaminya uring-uringan dan marah kepadanya .


" Tapi berdua makannya " pinta nadira , dan seketika kevin tersenyum dan menganggukan kepalanya .


" Iya sayang aku juga makan kok " nadira mulai membuka mulutnya ketika kevin mengarahkan sedok yang sudah berisi makanan kedalam mulutnya .


nadira mulai mengunyah dengan perlahan , dan pada suapan kelima nadira merasa perutnya mulai sudah tidak enak .

__ADS_1


kemudian nadira menyingkirkan sedok yang telah diarahkan kembali oleh kevin kemulutnya .


" Vin aku sudah kenyak perut aku mulai enggak enak " dan benar saja seketika nadira ingin berdiri dan ingin mengeluarkan isi perutnya , belum sempat nadira berjalan ketoilet sudah memuntahkannya di dekat ranjang mereka . nadira yang merasa lelah akhirnya sedikit memejamkan matanya merasakan pusing yang sangat luar biasa dikepalanya .


" vin maaf ... " Dengan nafas yang tidak beraturan nadira mengucapkannya kepada kevin , buliran keringat membasahi wajah nadira .


" Sayang kamu baik-baik saya hemmm... jawab nad kita ke dokter saja yah " ajak kevin kepada istrinya karena tidak tega melihat istrinya yang sedang menahan sesuatu.


" Aku enggak apa-apa vin , aku baik-baik saja . hanya butuh istirahat . " ucap nadira menyakinkan kevin .


" Tapi aku khawatir nad liat kamu kaya gini " kemudian kevin mengambil beberapa lembar tissue dan membersihkan bibir nadira dari sisa muntahan dan kembali mengambil beberapa lembar tissur dan kemudian mengelap buliran di wajah nadira .


" aku tinggal sebentar yah untuk panggil pelayan membersihkan lantai . " dengan mata terpejam nadira menganggukan kepalanya dengan pelan .


kemudian kevin mengucup singkat kening nadira dan meninggalkannya keluar untuk memanggil para pelayan membersihkan kamarnya .


"

__ADS_1


__ADS_2