
Setelah selesai menghubungi roy kevin kembali ke kamarnya dan menemani istrinya sambil menunggu makanan yang sedang dibuatkan oleh pelayan dibawakan ke kamarnya .
" Vin aku mau duduk , bantu aku " dengan cepat kevin membatu istrinya dan menaruh bantal di belakang punggung sang istri agar istrinya merasa nyaman .
tangan sebelah kanan nadira pun masih tertancapkan jarum. infus yang berisi cairan vitamin .
ketika nadira ingin mengambil gelas yang berada diatas nakas dengan gerakan cepat kevin menghentikannya .
" Kamu mau ngapain sih .. " Tanya kevin dengan panik .
" Aku cuma mau minum kok vin . " jawab nadira singkat .
" Kan kamu bisa bilang sama aku , aku enggak lihat , itu tangan kamu di infus kalau bergerak terus nanti bengkak tangan kamu nya sayang . " ucapan kevin kepada nadira yang tanpa sengaja sedikit meninggi .
" Iya maaf aku kan haus . " jawab nadira kembali kepada suaminya dan menatap suaminya dengan senyum mengembang diwajahnya .
akhirnya kevin pun mengambil gelas yang berada diatas nakas dan membantu nadira untuk meminumnya.
__ADS_1
Tidak lama kemudian suara ketukan pintu membuat kevin dan nadira saling menatap , ternyata yang mengetuk adalah pelayan yang membawakan makanan untuk nadira .
kevin berjalan membuka pintu itu dan membawa nampan yang berisi makanan dan susu yang telah disiapkan oleh pelayan untuknya .
" Sayang kamu makan dulu yah , supnya masih panas . "
" Iya vin , tapi sedikit aja yah , aku mau minum susunya dulu vin " kemudian kevin mengambil gelas susu tersebut dan membantu nadira untuk meminumnya .
" Kamu makan aku suapin yah " pinta kevin kepad istrinya untuk menyuapi nadira namun nadira menolaknya .
" Bisa bagaimana tangan kamu yang kanan itu enggak boleh banyak bergerak nad " akhinya nadira menurut saja dari pada suaminya uring-uringan dan marah kepadanya .
" Tapi berdua makannya " pinta nadira , dan seketika kevin tersenyum dan menganggukan kepalanya .
" Iya sayang aku juga makan kok " nadira mulai membuka mulutnya ketika kevin mengarahkan sedok yang sudah berisi makanan kedalam mulutnya .
nadira mulai mengunyah dengan perlahan , dan pada suapan kelima nadira merasa perutnya mulai sudah tidak enak .
__ADS_1
kemudian nadira menyingkirkan sedok yang telah diarahkan kembali oleh kevin kemulutnya .
" Vin aku sudah kenyak perut aku mulai enggak enak " dan benar saja seketika nadira ingin berdiri dan ingin mengeluarkan isi perutnya , belum sempat nadira berjalan ketoilet sudah memuntahkannya di dekat ranjang mereka . nadira yang merasa lelah akhirnya sedikit memejamkan matanya merasakan pusing yang sangat luar biasa dikepalanya .
" vin maaf ... " Dengan nafas yang tidak beraturan nadira mengucapkannya kepada kevin , buliran keringat membasahi wajah nadira .
" Sayang kamu baik-baik saya hemmm... jawab nad kita ke dokter saja yah " ajak kevin kepada istrinya karena tidak tega melihat istrinya yang sedang menahan sesuatu.
" Aku enggak apa-apa vin , aku baik-baik saja . hanya butuh istirahat . " ucap nadira menyakinkan kevin .
" Tapi aku khawatir nad liat kamu kaya gini " kemudian kevin mengambil beberapa lembar tissue dan membersihkan bibir nadira dari sisa muntahan dan kembali mengambil beberapa lembar tissur dan kemudian mengelap buliran di wajah nadira .
" aku tinggal sebentar yah untuk panggil pelayan membersihkan lantai . " dengan mata terpejam nadira menganggukan kepalanya dengan pelan .
kemudian kevin mengucup singkat kening nadira dan meninggalkannya keluar untuk memanggil para pelayan membersihkan kamarnya .
"
__ADS_1