
Setelah mereka selesaikan makannya , kevin mengajak kembali nadira untuk berbelanja meskipun nadira sudah menolaknya namun kevin tetap lah kevin yang segala keinginannya yang tidak bisa ditolak .
nadirapun menyadari akan hal itu , dan memang paham akan sifat kevin yang keras kepala .
nadira berharap semoga saja kelak sifat anak mereka tidak menurun seperti sifat suaminya itu .
Haripun sudah semakin sore tanpa terasa mereka menghabiskan waktu berdua dan segera kembali kerumahnya dan untuk mempersiapkan keberangkatan kevin .
" Semuanya sudah kamu masukin vin , ada yang ketinggalan enggak ? , jaket tebal kamu jangan lupa vin , jangan sampai kamu sakit disana . "
kevin yang menyadari betapa cerewetnya nadira tetapi ia menyukainya segala ocehan istrinya itu . nadira tidak ada hentinya untuk mengingatkan kevin tentang keperluannya yang harus ia bawa agar tidak tertinggal .
dan akhirnya keberangkatan kevin pun tiba , meski berat namun kevin harus pergi ini demi kepentingan perusahaannya dan masa depan mereka kelak , kevin tidak ingin membuat nadira menderita seperti dulu .
__ADS_1
" kamu jaga diri yah , aku berangkat . " nadira yang mengulas senyum tipis akhirnya mengiyahkan karena itulah resikonya , namun nadira yang sedang hamil muda tidak ingin ditinggal oleh kevin apalagi hubungan mereka yang baru saja baik , seolah nadira tidak ingin berada jauh dari kevin . perasaannya untuk kevin pun mulai tumbuh seiring berjalannya waktu dan semua itu mereka rasakan disaat moment mereka bersama .
ternyata selama ini nadira menyadari akan rasanya untuk kevin namun ia mengacuhkannya karena terlalu takut akan kenangan masalalu padahal nadira sendiri tahu bahwa kevin mencintainya dan menyayanginya . pertanyaan itu selalu muncul di fikiran nadira begitu saja .
" kamu juga jaga diri baik-baik yah vin disana dan cepat kembali " kemudian nadira masuk kedalam pelukan kevin , membenamkan wajahnya di bidang dada kevin .
" aku pasti akan kembali jika pekerjaanku selesai lebih awal aku akan kembali secepatnya ." ucap kevin membuat nadira tenang .
" vin ..... " ucapan nadira terjeda .
" vin ... aku sayang kamu , kamu harus janji kembali untuk aku " akhirnya nadira melepaskan pelukannya dari kevin , belum sempat melepaskan pelukannya kevin sudah menarik kembali tubuh nadira kedalam pelukannya dan mengecup singkat kening nadira . kevin tidak menyangka disaat moment seperti inilah yang kevin tunggu pada akhirnya nadira mulai mengatakan hal yang membuat kevin bahagia .
nadira mulai membuka hati untuknya dan menyayanginya .
__ADS_1
andai saja pekerjaan ini tidak penting tentu kevin tidak akan jadi berangkat .
tetapi disisi lain keberangkatannya adalah sebuah keberuntungan untuknya yang pada akhirnya dia mengetahui perasaan istrinya kepadanya .
" Akupun menyayangin kamu bahkan aku akan menjagamu segenap kemampuanku , dan mulai sekarang kamu harus ubah panggilan untuk aku jangan menyebut namaku terus . panggilah aku seperti aku memanggilmu dengan kata-kata sayang " nadira yang malu nampak menundukan kepalanya dengan wajah yang merona merah .
" Iyah vin ... eh.. iya sayang maksudnya " ucapan nadira membuat kevin bahagia dan tertawa lepas .
dan akhirnya kevin bisa berangkat dengan lega karena telah mengetahui perasaan istrinya yang sesungguhnya untuknya meski mengejutkan tetapi membuat kevin merasa bahagia dan selalu teringat akan kata-kata nadira bahwa menyayanginya .
sekarang kevin sudah berada didalam pesawat kemudian mengambil ponsel yang berada didalam saku jasnya dia melihat layar ponselnya dengan wallpaper foto pernikahan mereka kevin tersenyum simpul melihat foto mereka .
roy yang melihat bosnya itu senyum-senyum sendiri kemudian membuka suara.
__ADS_1
" sepertinya tuan sedang bahagia " pertanyaan roy membuyarkan lamunannya .
" kamu benar roy , yang membuat aku tersenyum adalah istriku roy " jawab kevin dengan penuh senyum .