Aku Hanya Ingin Bahagia

Aku Hanya Ingin Bahagia
Bab 52


__ADS_3

Keesokan harinya kevinpun telah tiba di indonesia dan langsung bergegas menuju rumahnya ia tidak ingin mengulur waktu terlalu lama .


kecemasan yang ia rasakan sejak meninggalkan nadira sekarang benar terjadi .


setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit dari bandara menuju rumahnya akhirnya merekapu tiba .


dan sebelum roy membukakan pintu mobil itu kevin sudah lebih dahulu membukanya dan berlari kecil menuju kamarnya , setelah melangkahkan kakinya menaiki anak tangga akhirnya kevin tiba di depan pintu kamarnya membuka dan menarik handle pintu dan setelah pintu terbuka betapa terkejutnya kevin menatap istrinya yang sedang terbaring diranjang dengan selang infus yang tertancap di tangan kanan nadira .


kevin mulai melangkahkan kakinya mendekati nadira .


" Tuan ... " sapa sang perawat kepadanya namun kevin tidak bergeming . matanya terus menatap nadira yang masih tertidur ... ahh bukan tertidur lebih tepatnya belum sadarkan diri setelah beberapa hari jatuh pingsan .

__ADS_1


" Bagaimana keadaan istri saya sus " tanya kevin yang pada akhirnya membuka suara untuk mengetahui keadaan istrinya sekarang .


" Nona kekurangan asupan makanan tuan dan dehidrasi, dikarenakan nona selalu memuntahkan makanan yang nona makan dan belum sempat dicerna " jawab sang perawat yang menjelaskan kondisi nadira yang sesungguhnya .


" Apa tuan ingin nona dirawat di rumah sakit saja , biar nanti saya yang tanyakan kepada dokter " tanyanya kepada kevin .


" Tidak perlu , istriku akan tetap disini bersamaku. " jawabnya singkat dan kemudian tangan kevin menggenggam tangan nadira yang tidak terpasang jarum infus.


" Baik tuan kalau begitu saya permisi " kemudian perawat itu membungkukkan tubuhnya dan meninggalkan kamar itu .


" sayang " , bisik kevin di telinga nadira dan tangan kevin mengusap wajah nadira dengan lembut dan mata nadira yang masih terpejam.

__ADS_1


" sayang .. ayo bangun aku sudah kembali bukankah kamu rindu denganku , " kevin berbicara kembali di hadapan nadira namun hasilnya masih sama nadira sama sekali tidak merespon dan masih terlelap entah apa yang sedang nadira lakukan dialam bawah sadarnya .


" Kenapa kamu menahannya sendiri , kenapa kamu tidak memberitahukan kondisimu . Bahkan aku sangat cemas ketika roy memberi kabar buruk tentangmu " ucap kevin yang masih menggenggam tangan nadira seolah tidak ingin ia lepaskan untuk merasakan kerinduan yang beberapa hari ia simpan .


inilah yang kevin takutkan , nadira bukanlah tipe wanita yang selalu mengadu kepada ia akan menutupi segalanya agar kevin tidak memikirkannya dan lebih fokus kepada pekerjaannya , nadira lebih mementingkan kevin . karena nadira selalu berfikir tidak ingin pekerjaan kevin berantakan karenanya .


Kemudian kevin membuka jasnya dan mulai berganti pakaian , setelah itu kevin naik keatas ranjang ikut membaringkan tubuhnya di sebelah nadira , memeluk nadira dengan hangat dan mencium. aroma tubuh istrinya yang ia rindukan .


" Jangan sakit lagi yah .. aku sudah ada disini " kemudian kevin mengecup kening nadira dengan lembut .


rasa lelah perjalanan membuat kevin tertidur pulas disamping nadira dengan tangan yang masih melingkar di perut nadira .

__ADS_1


nadiea mulai mengerjapkan matanya dan menerawangkan penglihatannya kesekeliling kamarnya dan nadira merasa ada yang menimpah tubuhnya karena merasa berat dibagian perutnya . tangan nadira meraba dan mulai menengok kesamping , betapa terkejutnya nadira melihat sosok laki-laki yang ia rindukan berhari-hari yang ia tunggu kepulangannya dan yang ia tunggu kabar darinya . tanpa terasa setetes air mata jatuh dari ujung sudut mata nadira .


" vin... " dengan suara yang sangat pelan namun masih terdengar oleh kevin . kemudian kevinpun terbangun dan mendapati nadira yang sudah sadar .


__ADS_2