Aku Hanya Ingin Bahagia

Aku Hanya Ingin Bahagia
Episode 6


__ADS_3

Dela terus menangis dan berusaha melepaskan diri dari cekalan tangan pak Andre.


Pak Andre membawa Dela ke kamar dan meminta Dela mengerik belakangnya dengan paksa,entah maksudnya apa,tapi semua ini tidak wajar bagi Dela,rasa takutnya begitu besar tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa karena pak Andre mengancamnya jika tidak mengikuti perintahnya,maka ibunya yang menanggung akibatnya.


"Ya Tuhan,tolong selamatkan aku" Dela memohon Do'a dalam hati.


"Ayo cepat....!!!" perintah pak Andre.


Dengan rasa takut dan juga keringat dingin,ia pun menuruti perintah pak Andre,tangannya gemetar saat mengoleska minyak angin dibagian punggung pak Andre,lalu dikerikkannya uang logam itu hingga terlihat warna merah bekas kerikan.


Di lain tempat,bu Nisa merasa gelisah,fikirannya teringat pada Dela,ia merasa gelisah saat ini,padahal tadi mereka habis bertukar suara melalui telfon,tapi kenapa perasaannya jadi nggak enak begini.bu Nisa mengambil HP dan mencoba untuk kembali menelfon nomor Dela tapi tidak ada jawaban dari Dela. Fikirannya tidak bisa tenang,bu Nisa menelfon suaminya hendak menanyakan keadaan Dela dan juga situasi di rumahnya.


"Halo..." pak Andre menjawab telfonnya.


"Assalamu alaikum mas,apa di rumah baik-baik saja,dan apa Dela sudah tidur mas,kok aku hubungi nggak di jawab telfonnya!!??" tanya bu Nisa panjang lebar.


Suaranya terdengar gelisah tapi ia berusaha tenang menunggu jawaban suaminya.


"Iya,disini baik...kalo Dela mungkin sudah tidur,karena tadi habis nyiapin makanan dia langsung ke kamarnya " jawab pak Andre pada istrinya.


Dia melototkan matanya pada Dela seolah memberi peringatan agar tidak bersuara.


Dela pun hanya terdiam dan menangis,ia ingin menyelesaikan dengan cepat apa yang disuruhkan pak Andre,agar segera kembali ke kamarnya,ia benar-benar takut dalam situasi seperti ini,ingin rasanya i


a melarikan diri dari rumahnya.


Setelah selesai, akhirnya pak Andre mengisinkan Dela kembali ke kamarnya.


"Jangan coba-coba buka mulut pada siapapun,kecuali kamu ingin melihat ibumu menderita !!"ancam pak Andre dengan penuh kemenangan.


Dia berfikir akan lebih mudah menjalankan tujuan dan niatnya pada Dela dengan sebuah ancaman.


Dela tak bicara,dirinya takut saat ini,ia hanya memikirkan bagaimana cara melindungi dirinya saat ini dan seterusnya.


Ia berlari ke kamarnya dan tak lupa menguncinya,dia duduk tak berdaya memikirkan kejadian yang menimpanya malam ini.


Dela menangis hingga matanya terlelap.


Pagi harinya Dela menggeliat di atas tempat tidurnya  saat mentari menyapanya melalui celah jendela,ia merenggangkan otot tubuhnya yang kaku,dan segera kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

__ADS_1


"Dela...ayah mau keluar,kamu tidak boleh kemana-mana,ingat itu !!" ucap pak Andre mengingatkan.


"Ii-iiya..." jawab Dela takut.


Selepas pak Andre pergi meninggalkan rumah,Dela merasa lega dan kembali melanjutkan niatnya untuk membersihkan dirinya kekamar mandi.


Setelah mandi,ia pun menyiapkan sarapan untuk dirinya.


Dia berharap semoga pak Andre tidak pulang hari ini.


Selesai ia sarapan ia mencuci piringnya dan hendak membersihkan rumah,namun niatnya tertunda karena terdengar suara ketukan dari pintu depan.


"Assalamu alaikum nak Dela "sapa tetangga dekat rumahnya yang bernama bu Minah.


"Wa'alaikum salam tante "jawabnya tersenyum.


"Ayah sama ibu kamu ada nak"tanya bu Minah.


"Ibu lagi lagi ke rumah nenek,kalau ayah tadi lagi keluar tante,maaf ada perlu apa tante!?" jawab Dela ramah sekaligus menanyakan keperluan apa bu Minah menanyakan orangtuanya.


"Sebelumnya tante minta maaf ya nak,kedatangan tante kesini sebenarnya ingin menanyakan sesuatu sama kamu nak"bu minah menjelaskan maksud kedatangannya.


Dela tertunduk,ia bingung mau menjelaskan bagaimana kepada bu Minah,sebab yang dikatakan bu Minah memang benar bahwa semalam suara yang meminta tolong itu adalah dirinya. Ia juga takut jika ia menceritakan hal yang semalam menimpanya,maka akan menjadi bahan pembicaraan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.


"Dela..."panggil bu Minah pelan.


"Kamu bisa percaya sama tante nak,sebenarnya semalam itu kenapa sampai kamu teriak seperti itu?"ucap bu Minah meyakinkan Dela bahwa ia adalah orang yang bisa dipercaya,sebab ia melihat jelas keraguan,ketakutan dan kekhawatiran dalam diri Dela saat mereka bertatapan.


"Jika kamu belum siap cerita...tidak apa-apa nak,setidaknya tante sebagai tetangga yang sudah lama mengenal keluargamu diantara tetangga lainnya sudah menganggap kamu seperti anak tante sendiri nak,jadi tolong kamu jangan sungkan untuk berbagi beban apalagi saat ibumu tidak dirumah" bu Minah memberi Dela pengertian agar Dela tidak salah paham terhadapnya.


"Kalau begitu tante pamit dulu nak,kalau ada -apa sebelum ibu kamu pulang,datanglah ke rumah tante nak,,,assalamu alaikum"ucap bu Minah sebelum ia keluar.


"Wa'alaikum salam" jawabnya pelan.


"Apa yang harus aku lakukan "gumam Dela pada dirinya sendiri.


Setelah kepergian bu Minah,ia mengunci pintu rumahnya dan kembali kedalam untuk mulai membersihkan rumahnya,mulai dari menyapu,mengepel,membersihkan debu-debu yang melengket di perabotan dan terakhir mencuci pakaian,semua Dela kerjakan dengan penuh semangat,hingga tak terasa waktu sudah lewat jam makan siang karena memang pekerjaanya pun baru saja selesai.


Kini perutnya keroncongan akibat rasa lapar karena terlalu asik beres-beres rumah,hingga ia lupa jam makan siang.Dela pun segera menuju kekamar mandi untuk membersihkan sisa keringat ditubuhnya,berapa menit setelah itu,ia kembali ke dapur untuk memasak seadanya untuk dirinya sendiri dengan sisa bahan yang ada di dalam kulkasnya.Setelah masakannya jadi,kini ia duduk di meja makan dengan sepiring nasi beserta lauk pauk seadanya dan segelas air putih dihadapannya,tidak lupa pula ia berdo'a sebelum memulai melahap makanan dihadapannya.

__ADS_1


"Eeerrrrgghhh...."bunyi sendawa Dela karena kekenyangan.


"Alhamdulillah,terima kasih Tuhan " ucapnya bersyukur dan berterima kasih atas rasa kenyang yang ia rasakan.


Selesai makan,Dela mencuci bekas piring makannya lalu kembali menuju kamarnya untuk mengistirahatkan tubuhnya yang sudah lelah bekerja dirumah.


Dela masuk kekamar dan mengunci pintu kamarnya,lalu membaringkan tubuhnya,,,sebelum akhirnya dia terlelap.


Wajah yang cantik namun terlihat penuh beban dan tekanan.


Entah kapan semuanya terbongkar,hanya Tuhan yang bisa menolongnya.


Biarlah semua berjalan dengan sendirinya hingga waktu yang akan menjawab semuanya. meski Dela harus berjuang sendiri tapi ia selalu yakin bahwa Tuhan tak akan menguji seseorang diluar batas kemampuannya.


Itulah harapan Dela yang tak pernah putus,sebab ia yakin bahwa Tuhan selalu ada.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2