
Kevin masih setia menemani sang istri yang masih terbaring diatas brangkar. kevin tidak pernah melepaskan genggaman tangannya dari tangan nadira .
memandangi wajah nadira yang masih belum sadarkan diri . " hey... sayang ayo bangun apakah kamu tidak mau mendengar kabar bahagia yang telah kamu berikan untukku " . ucap kevin sambil mengusap lembut wajah sang istri .
Dan seketika bola mata nadira mulai terbuka dan mengerjapkan pandangannya menetralisir penglihatannya sejenak . " aku dimana " gumam nadira dengan suara yang sangat pelan.
nadira yang merasakan ada sepasang tangan menggenggam jemari tangannya .
" Sayang kamu sudah sadar , ada yang sakit hemm ? " tanya kevin yang merasa cemas .
nadira hanya menjawab dengan menggelengkan kepala saja .
" Aku mau pulang aja vin " pinta nadira kepada kevin .
" Nanti yah,.. kamu masih belum boleh pulang " ucap kevin lembut kepada nadira " .
" Aku gak suka disini vin mau pulang aja " . pinta nadira kembali dengan mata yang sudah berkaca-kaca . kevin yang tidak tega melihat nadira yang akan menangis seketika tersenyum dan menganggukan kepalanya .
__ADS_1
" Nanti aku minta izin dokter yah , agar kamu dirawat dirumah saja " . ucapan kevin kembali menenangkan nadira . dan mengusap lembut kepala nadira .
Tidak lama sang perawat dan dokter menghampiri pasangan itu dan tersenyum. tipis kepada mereka .
" Selamat sore tuan dan nona . " ucap sang dokter menyapa keduanya .
" sore dok " jawab kevin
" oh iya dok bagaimana apakah istri saya diizinka untuk dibawa pulang . " tanya kevin kepada sang dokter .
" boleh tuan tetapi ingat pesan saya harus dijaga dengan baik karena kandungan nona masih sangat lemah " ucapan sang dokter mengingatkan kembali.
" Benar sekali nona , anda harus menjaganya dengan baik yah nona karena kandungannya masih sangat lemah " ucap dokter menjelaskan dan memperingati.
seketika nadira terdiam , nadira tidak menyangka ternyata ada sebuah kehidupan yang sedang tumbuh didalam perutnya dan detik selanjurnya tangan nadira memegang perutnya yang masih rata itu .
" sayang .. " panggil kevin yang melihat nadira dengan memegangi perutnya .
__ADS_1
" apa ada yang sakit " tanya kevin .
" Vin , ak .. aku .. " ucap nadira yang menggantung seketika kevin menganggukan kepalanya mengerti apa yang akan diucapkan oleh nadira .
" Terima kasih sayang untuk kebahagiaan yang kamu berikan , sini ada anak kita sekarang jadi kita harus menjaganya dengan baik" ucapan kevin dengqn tangan yang ikut terulur diatas telapak tangan nadira merasakan sentuhan hangan nadira merasakan perasaan yang berbeda dari sebelumnya yang dia rasakan .
" aku janji akan jaga anak kita vin " janji nadira kepada kevin .
" Tentu itu harus sayang , dan mulai sekarang kamu harus nurut yah .
nadira tersenyum dan menganggukan kepalanya seoalah dia menyetujui apa yang kevin ucapkan .
" dan mulai besok kamu tidak usah bekerja lagi yah " seketika nadira menyeringit menatap kearah kevin .
" plis kalau untuk kerja tetap izinin aku vin , aku gak bisa berdiam diri saja dirumah . " pinta nadira .
" hemm .... baikalah tetapi kalau keadaanmu sudah membaik. kamu boleh bekerja tetapi tidak boleh cape-cape oke ... "
__ADS_1
seketika nadira tersenyum. kepadanya " makasih vin .. makasih kamu udah izinin aku untuk tetap bekerja "
" Tapi kamu harus ingat pesan dokter yah sayang , sekarang itu kamu tidak sendiri , ada yang sedang tumbuh didalam sini " , tangan kevin sambil mengusap. lembut perut nadira dan mengingatkan nadira kembali .