
Pagi itu suasana hangat dan keceriaan yang ditanpakan oleh sepasang suami istri itu . menunjukam betapa bahagianya keluarga kecil yang sedang mereka jalanin.
Nadira yang sedang berada di dapur membantu para pelayan untuk membuatkan sarapan kevin nampak dengan cekatan . kemudian kevin turun dari tangga menghampiri nadira yang berada didapur melingkarkan kedua tangannya pada perut nadira yang sedikit membuncit kemudian kevin sedikit memberikan kecupan di leher nadira . tanpa memperdulikan para pelayan menatap kemesraan mereka dipagi itu.
" emmm,,,,, vin geli jangan kaya gini aku malu diliatin sama pelayan-pelayan tidak enak vin . "
kemudian kevin berbisik ditelinga nadira , " aku tunggu kamu di kamar sayang . " belum sempat nadira menjawab kevin sudah meninggalkan nadira . kemudian tidak lama nadira menyusul kevin kedalam kamar .
" kenapa sih vin , ayoo cepat turun lagi kita sarapan " tanpa nadira sadari kevin telah menarik tanggannya dan membungkam. mulut nadira dengan ciuman hangat mereka dipagi itu.
" Aku kangen kamu " ucap kevin singkat .
__ADS_1
" ini masih pagi loh vin , cepet siap" nanti telat ke kantor " nadira menyuruh kevin untuk bersiap karena ia tidak ingin kevin telat ke kantor .
" aku akan pergi lebih siang dan aku sudah menghubungi roy " nadira meringis menatap kevin dengan kesal .
" kamu tuh yah kok gitu sih kalau kamu berangkat siang pasti pulangnya larut , dan aku di tinggal lagi sendirian " nadira memasang wajah sendu dihadapan kevin karena memang benar sekarang nadira tidak ingin ditinggal terlalu lama oleh kevin .
" hey sayang aku tidak akan pulang larut, kamu tetap prioritas aku hanya saja kemarin memang pekerjaan aku sangat banyak , maafin aku yah " kemudian kevin menarik tangan , membawa tubuh nadira kedalam pelukannya kevin yang mendengar nadira sedikit terisak merasa sedih dan kevin berjanji tidak akan meninggalkan nadira dan calon anaknya terlalu lama .
dan setelah nadira merasa tenang kevin membawa nadira keatas ranjangnya " kamu mau sarapan disini aja " tanya kevin dengan tatapan matanya masih tertuju pada nadira .
" Baiklah ayooo kita turun " kemudian nadira menganggukan kepalanya .
__ADS_1
suasana pagi itu kembali lagi ceria , tak jarang kevin membuat nadira selalu tersenyum. bahkan saat mereka makanpun canda tawa mereka menghangatkan suasana pagi itu dirumah mereka .
" vin Boleh aku beli beberapa baju sepertinya baju aku sudah tidak ada yang muat . " nadira meminta ijin kepada kevin .
" boleh sayang nanti kita beli yah " kevin mengiyahkan permintaan nadira , kevin akan menuruti apa saja yang nadira inginkan tanpa terkecuali .
" Tapi tidak sekarang , kamu harus kerja yah . " kevin menyeringit menaikan alisnya .
" kenapa memangnya , itu perusahaan aku kapanpun aku datang sama saja , kalaupun aku tidak datang kan masih ada roy yang menggantikan aku "
" kok kamu gitu sih kan kasihan roy " dengan nada kesal nadira ceberut dan memanyunkan bibirnya nadira tidak ingin kevin terlalu bersantai dengan pekerjaan .
__ADS_1
" kok kamu malah perhatian sih sama roy , suami kamu itu aku loh nad , kamu lebih perhatian sama roy " kevin pura-pura memasang wajah sedih di hadapan nadira .
" Bukan gitu vin maksud aku , aku cuma gak mau kamu terlalu santai sama pekerjaan kamu , biaya aku lahiran nanti mahal loh vin . " nadira menjelaskan kepada kevin bahwa memang untuk kebutuhan mereka itu kedepan bertambah banyak . jadi sebisa mungkin nadira meminta kevin agar lebih bertanggung jawab sama pekerjaannya .