
Disebuah ruangan yang serba putih itu kevin masih setia menemani istrinya hingga nadira sadar , fikiran kevinpun masih tidak tenang jika sang istri belum terbangun dari tidurnya .
kevin yang masih duduk dibangku samping brangkar tempat nadira memejamkan matanya masih menggenggam erat tanggan nadira , dan menunggu kabar dari assistennya untuk mencari wanita licik itu .
" sayang kapan kamu akan bangun hemm... aku rindu dengan cerewetnya kamu , ayo bangun " kevin masih terus mengajak bicara nadira yang masih terlelap .
jam sudah menunjukan pukul 3 dinihari . dan bola mata nadira bergerak untuk berusaha membuka matanya perlahan nadira membuka matanya dan mendapati langit-langit dinding yang bernuansa serba putih itu nadira tersadar dengan adanya tangan besar yang menggenggam tangannya .
yah ... pemilik tangan besar itu adalah kevin suaminya seketika nadira menatap kevin yang tengah tertidur dengan posisi tertunduk .
nadira menarik tangannya dari genggaman kevin dan mengusap kepala suaminya dengan lembut , pergerakan tangan nadira sangat lambat dikarenakan kondisinya yang lemah .
kevin yang merasa terganggu dengan tidurnya karena dia merasa ada yang menyentuh kepalanya seketika terbangun dan mendapati istrinya telah tersadar .
__ADS_1
" sayang ... kamu sudah sadar ada yang sakit ? mana yang sakit beritahu aku " kevin terus memberikan pertanyaan demi pertanyaan kepada istrinya .
" Tidak ada vin , hanya saja perut aku yang sedikit sakit " . ujar nadira menjawab pertanyaan suaminya .
" Kalau begitu aku panggilkan dokter yah " kevin terbangun dari duduknya dan ingin keluar menemui dokter belum sempat kevin melangkahkan kakinya , sebuah tanganya kecil menariknya , kevin menoleh kearah nadira , dan nadira menggelengkan kepalanya .
" Aku sudah baik-baik saja kok vin , aku mau pulang " memang dari awal nadira itu tidak menyukai rumah sakit maka dari itu setiap nadira masuk rumah sakit pasti minta izin untuk dibawa pulang .
jari telunjuk kevin menyentuh bibir nadira agar istinya itu terdiam.
" kamu mau minum . " kevin menawarkan air yang berada diatas nakas
" iya vin ."
__ADS_1
" kamu kenapa diam saja ketika wanita itu menganiayamu " kevin menatap nadira dengan tatapan tajam.
" aku hanya tidak ingin ada keributan vin , aku sudah berusaha untuk acuh dan tidak memperdulikan ucapannya tetapi wanita itu malah semakin menjadi-jadi dan aku ketika aku lengah dia mendorongku " ujar nadira dengan suara yang sangat lirih .
" Aku sudah menyuruh roy untuk mencarinya dan menjebloskan dia kedalam penjara " .
" sudah vin tidak usah diperpanjang masalah ini . " nadira memang tidak ingin memperpanjang masalah ini karena, dia memang merasa tidak ada yang perlu diselsaikan .
" Sayang dengar aku , kamu itu tidak tau siapa sandra dia akan berbuat nekat demi keinginannya dan aku tau dia menginginkan kamu menjadi targetnya , karena aku berusaha untuk melindungi kamu dan calon anak kita , buat aku keselamatan kalian itu lebih penting " ujar kevin memberikan penjelasan kepasa nadira agar istrinya itu paham siapa wanita yang telah mencelakainya itu adalah wanita yang sangat berbahaya . apalagi demi keselamatan nadira kevin akan melakukan apapun .
"Tapi kenapa aku yang jadi targetnya vin " tanya nadira polos yang masih belum. menyadiri kenapa nadira yang menjadi targetnya .
" karena menurutnya aku adalah miliknya yang tidak boleh dimiliki orang lain selain dia , maka dari itu dia mencelakaimu sayang ... sekarang kamu paham kan . "
__ADS_1
nadira mengangguk bahwa dia mengerti apa yang diucapaka suaminya itu.