
Setelah selesai menyiapkan makan siang buat suami dan anak-anaknya, bu Nisa pun segera mengajak mereka untuk makan bersama.
Suasana hening di meja makan,tidak ada percakapan ataupun sekedar basa basi, mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing,sambil menikmati hidangan yang ada dihadapan mereka.
Terlihat Dela begitu gugup terlebih saat ini posisi duduknya berhadapan dengan pak Andre.
Tanpa sengaja bu Nisa mendapati suaminya yang sesekali menatap ke arah Dela yang baru saja menghabiskan makanannya,dan segera pamit kepada ibunya untuk kembali lagi ke kamarnya.
Di kamar Dela mondar mandir sambil memikirkan cara melarikan diri dari rumahnya,dia sudah tidak bisa bertahan dengan situasi seperti ini,rasanya ia begitu tertekan dengan semuanya.Nasibnya begitu malang,fikirnya sambil menangis.
"Triiinnggg...triiinngg......"ponsel Dela berdering.
Dela mengambil ponselnya di atas meja kecil yang berada di sisi tempat tidurnya.
Keningnya mengernyit bingung saat melihat nomor baru yang tak dikenalnya.
"nomor baru,,,siapa yaa...!?" ucapnya dalam hati.
"Hallo...assalamu alaikum " ucap Dela saat menerima telfonnya.
" ....maaf,apa benar ini dengan Dela?" Orang itu tidak menjawab,ia malah balik bertanya pada Dela,saat panggilan telfonnya terhubung.
"Iya benar,dengan saya sendiri,,,maaf ini dengan siapa!?" ucap Dela membenarkan bahwa benar dia adalah sipemilik nomor telfon tersebut,dan tidak lupa Dela menanyakan mengenai orang yang menelfonnya.
"Oh yaa,,,maaf..perkenalkan saya Harun,saya dapat nomor kamu dari teman kamu yang bernama Lia" ucap si penelfon yang baru saja dikenalnya.
"apa mba Dela ada waktu senggang,ada yang ingin saya bicarakan sama mba Dela !?"tanya Harun yang melanjutkan obrolannya.
"Tapi,maaf ya mas sebelumnya..sebenarnya ada apa yaa?"Dela pun balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan Harun.ia begitu penasaran,,,,"kok Lia memberikan nomor telfonnya pada orang asing tanpa seizinnya terlebih dahulu!?"tanyanya dalam hati.
"Ya udah mas,nanti mas share lokasinya saja,ketemunya dimana,tapi tolong ya mas jangan terlalu jauh dari tempat tinggalku "Dela pun mengiyakan dan meminta alamat tempat ketemuannya dengan Harun.
__ADS_1
Tidak menunggu lama tanda pesan masuk terdengar dari Hpnya.
Setelah Harun mengirimkan lokasi pertemuannya,Dela pun bersiap-siap dan keluar dari kamar dan menuju ke kamar ibunya untuk berpamitan.
Dela mengetuk pintu kamar ibunya yang tidak lama kemudian pintunya terbuka,ia pun menceritakan pada ibunya mengenai Harun yang mengajaknya bertemu sebelum akhirnya Dela berpamitan sambil mencium tangan ibunya.
"Kamu hati-hati ya nak dijalan,Jangan pulang larut!"pesan ibunya pada Dela sebelum berangkat menggunakan taksi online.
Sesampainya Dela dialamat yang disebutkan oleh Harun,ia pun menghubungi kembali nomor yang tadi menghubunginya untuk menyakan dimana keberadaannya,sebab ia sama sekali tidak mengetahui yang mana orang yang ia temani janjian saat ditelfon tadi.
Setelah mengakhiri panggilan telfonnya,datanglah seorang laki-laki menghampirinya sambil memperkenalkan diri pada Dela secara langsung.
"Hai...maaf,ini dengan mba Dela yaa!?" seru seseorang yang datang menghampirinya sambil berjabat tangan.
"iya...."jawabnya singkat sambil tersenyum ramah.
"maaf mba merepotkan "ucap Harun yang merasa merepotkan Dela.
Harun mengajak dan mempersilahkan Dela duduk di tempat yang sudah ia pilih sebelumnya.
"terima kasih mas " jawab Dela ramah.
Setelah mereka berdua duduk dan memesan minuman,...akhirnya Harun mengutarakan maksud dan tujuannya untuk mengajak Dela bertemu. Awalnya Dela menolak tawaran Harun yang memintanya untuk bekerja paruh waktu di supermarket miliknya,selain karena mereka juga baru saling mengenal, faktor keluarga pun juga menjadi salah satu pertimbangannya. Ia bingung bagaimana caranya ia meminta izin pada orangtuanya,ucap Dela dalam hatinya.
Keluar disekitaran kompleks saja terkadang pak Andre marah,apalagi harus kerja ditempat yang jaraknya jauh. Itulah isi fikiran Dela saat ini.
Tapi akhirnya Dela menyetujui tawaran tersebut,ia tidak mau kehilangan kesempatan untuk mandiri. Menurutnya ini adalah kesempatan emas agar dia bisa keluar dari rumah orangtuanya yang akhir-akhir ini seperti hidup di dalam penjara menurut Dela.
Setelah berbicara dan menghabiskan minuman yang ia pesan, Dela pun berpamitan pada Harun.
"Kalau begitu saya permisi dulu ya mas,saya akan menunggu info selanjutnya mengenai kepastian hari pertama saya mulai bekerja... dari mas Harun" ucap Dela berpamitan sambil menegaskan bahwa ia sudah menerima tawaran pekerjaan dari Harun.
__ADS_1
"Terima kasih banyak sebelumnya mas,atas kepercayaannya" ucap Dela berterima kasih sebelum meninggalkan Harun dengan taksi online yang dipesannya.
"Sama-sama Dela" ucap Harun singkat.
Harun begitu bahagia saat Dela menerima tawarannya,senyumnya mengembang saat Dela sudah tak terlihat lagi dihadapannya.
"Aku harus berterima kasih pada Lia" gumam Harun lirih.
Harun pun segera menghubungi Lia dan menceritakan semuanya pada mulai dari awal sampai tadi ia bertemu Dela.
Tidak ada yang tertinggal satupun dari ceritanya, Lia yang mendengarnya pun tertawa bahagia dari balik telfonnya, ia tidak menyangka jika niatnya untuk mencarikan Dela seorang cowok dapat terkabulkan, sungguh ini adalah awal yang baik dan semoga jalannya akan terbuka lebar, sebab Harun juga berniat untuk mencari seseorang yang bisa mendampingi hidupnya,dan semoga Dela adalah orang yang selama ini dia harapkan didalam setiap do'a-do'anya selama ini.
Harapan mereka berdua setelah panggilan telfon berakhir.
~Ada saatnya kita membutuhkan waktu untuk menyendiri, disaat keadaan kita terpuruk dan
Ada saatnya kita membutuhkan seseorang untuk bersandar, disaat kita dalam situasi yang tidak menentu
Namun sebelum semua itu terwujud,ketahuilah bahwa Do'a adalah jembatan yang paling utama untuk menggapai apa yang saat ini kamu butuhkan.~
__ADS_1