Aku Hanya Ingin Bahagia

Aku Hanya Ingin Bahagia
Bab 69


__ADS_3

Didalam sebuah ruangan seorang bayi mungil didalam inkubator masih tertidur pulang dengan dibantu alat-alat medis yang terpasang ditubuhnya .


Namun di ruangan lain kevin dengan setia masih menemani istrinya yang belum sadarkan diri karena pengaruh obat bius yang dokter berikan . entah bagaimana kevin menjelaskan kepada istrinya mengenai kondisi bayi mereka . bahkan kevin pun sudah menyiapkan nama untuk anaknya , namun kevin ingin memberikan nama pada anaknya ketika nadira sudah sadar.


" Sayang ... cepatlah bangun baby sudah ada bersama kita , apakah kamu tidak ingin melihatnya dia sangatlah tampan , bahkan waktu baby masih di dalam perut kamu sangat antusias menyambut kelahiran nya dan sekarang ia sudah bersama kita , dan Terima kasih karena kamu telah berjuang untuk hidup baby " ucap kevin dengan lirih yang memandang istri nya masih terlelap setelah itu kevin mengecup kening nadira , dan segera beranjak dari duduknya . kevin ingin menemui anaknya dan melihat keadaan anaknya itu di ruang NICU .


kevin pun melangkahkan kakinya keluar dan meninggalkan ruangan nadira sejenak . rasanya berat sekali untuk kevin menghadapi semua ini lagi-lagi ia harus melihat nadira terbaring di rumah sakit .


sebelum menuju ruangan bayinya kevin terlebih dahulu menemui dokter diruangannya , menanyakan keadaan nadira dan bayinya apakah boleh di satukan ruangannya dengan istrinya .


" Dok bagaimana keadaan istri saya saat ini " tanya kevin kepada dokter itu .

__ADS_1


" Ibu nadira tidak apa-apa pak , hanya butuh istirahat saja pasca melahirkan . " jawab sang dokter


kemudian kevin bisa bernafas lega dan tersenyum


" Lalu bagaimana dengan anak saya, ohh iya apakah anak saya bisa disatukan saja ruangannya dengan istri saya " tanya kevin kembali untuk meminta ijin kepada dokter .


" Untuk saat ini belum bisa pak , kita tunggu sampak 2 - 3 hari kedepan yah , lihat perkembangan bayinya dahulu . " dokter pun menjelaskan karena memang ada beberapa faktor , dan bayi mereka masih dalam pengawasan dokter juga maka dari itu dokter pun belu mengijinkan.


Kevin menatap dari kaca tubuh mungil bayinya masih tertidur dengan mengisap jari jempolnya . tanpa kevin sadar ternyata roy sedari tadi mengikuti kevin . dan selalu berada disampingnya .


"Tuan sebaiknya anda beristirahat hari sudah hampir sore , jika nona melihat tuan seperti ini pasti akan marah . " Ucap roy kepada kevin .

__ADS_1


" aku akan bersitirahat roy setelah melihat baby ku dalam keadaan baik- baik saja . " pandangan kevin masih tertuju pada pada kota yang berukuran persegi menampakan sebuah bayi mungil yg tertutup oleh kaca .


" Lihat lah roy anakku , tampan kan dia roy " Kevin kembali berbicara kepada roy dengan sedikit tersenyum. tetapi tidak dengan hatinya yang saat ini entah apa yang ia rasanya.


" Iya tuan sangat tampan mirip dengan tuan " roy menjawab dengan sedikit senyuman .


" Roy .. aku khawatir ketika nadira bangun apa yang harus aku jawab ketika ia menanyakan baby nya " tanya kevin kepada assitennya yang masih setia berada disampingnya .


" Lebih baik katakan dengan sejujurnya saja tuan " saran roy kepadanya .


" Tetapi aku takut kesehatan nadira akan semakin memburuk bahkan ia baru saja melahirkan . aku tidak ingin hal itu terjadi " kevin menjawab dengan lesu sesekali kevin membuang nafas rasanya berat untuk memberitahukan kepada istrinya tentang keadaan baby .

__ADS_1


Kevin berharap semoga babynya dapat berkembang denga baik dalam beberapa hari kedepan .


__ADS_2