Aku Istri Pengganti Yang Tidak Dianggap

Aku Istri Pengganti Yang Tidak Dianggap
Bab 21


__ADS_3

Di dalam ruangannya, Reyhan membawa masuk kopi dan juga sandwich ya. Ia melihat Paris sedang bekerja, karna jam 9 nanti mereka akan ada meeting. Kemudian Reyhan mendudukkan diri, ia menyandarkan tubuhnya sambil menarik nafas panjang. Mendengar itu, Paris langsung melihat kepadanya sambil bertanya.


"Ada apa tuan? Tuan baik-baik saja?".


Reyhan mengangguk tanda ia baik-baik saja.


"Kamu sudah sarapan?" tanyanya.


"Iya tuan, aku sudah sarapan" Paris melanjutkan pekerjaannya kembali.


Tidak lama setelah itu, sekarang jam telah menunjukkan pukul 9 pagi, keduanya segera keluar dari dalam sana menuju ruang aula tempat mereka melangsungkan rapat. Dan begitu Reyhan membuka pintu, tak satupun ia menemukan karyawan berada disana. Ia lalu melihat Paris.


"Maafkan aku tuan, aku sudah memberitahu mereka kalau meeting hari ini tepat pukul 9 pagi" beritahu Paris merasa sangat bersalah.


Reyhan kemudian menutup mata, ia lalu berjalan mendudukkan diri di bagian kursinya sambil menunggu kedatangan mereka tanpa menyuruh Paris memanggil.


"Tuan, ini sudah 15 menit lamanya berlalu. Apa tidak sebaiknya aku memanggil mereka tuan?".


Reyhan mengangkat tangannya, itu artinya ia berkata tidak usah.


Hingga sekarang jam telah menunjukkan pukul 10 pagi tepat. Tidak lama setelah itu Reyhan dan Paris mendengar suara kaki melangkah mendatangi ruangan meeting dengan suara tawa keluar dari mulut para wanita dan juga laki-laki.


Ceklek!


"Astaga!" mereka spontan menjerit melihat keberadaan Reyhan dan Paris disana. Lalu salah satu diantara mereka bertanya bagaimana bisa keduanya telah berada disana. Paris yang mendengar pertanyaan konyol itu segera menetap mereka dengan tajam menandakan kalau Reyhan sedang dalam kemarahan.


Sejenak dalam waktu kurung 10 menit ruangan itu tiba-tiba terdengar hening tanpa ada suara.


"Mereka ada berapa orang Paris?" suara Reyhan terdengar sangat menakutkan membuat mereka ingin menangis merasa seperti tidak ada yang beres.


"Mereka ada 16 orang tuan" jawab Paris.


"16 orang! Pecat mereka semua hari ini juga".


DDDDUUUAARRRR....


Bagaikan disambar petir, mereka semua langsung menangis histeris agar Reyhan mau memaafkan mereka telah berani melawan perintahnya. Tetapi semua itu telah terjadi, Reyhan lalu pergi meninggalkan mereka tanpa sedikitpun menoleh membuat Paris melihat kepada mereka dengan kesal.

__ADS_1


"Semalam saya sudah memperingatkan kalian semua kalau meeting hari ini jam 9 pagi. Tapi apa yang kalian lakukan? Kalian malah datang tepat jam 10. Lalu perusahaan mana yang akan terima jika kalian membuat atasan kalian menunggu selama 1 jam lamanya? Kalian semua benar-benar luar biasa, kalian sama sekali tidak menghargai saya dan juga tuan Reyhan".


"Aaarrrkkkhh... Tolong maafkan kami tuan. Kami benar-benar sangat minta maaf, kami tidak sedang bermain-main bekerja di perusahaan ini tuan hiks.. hiks...".


"Iya tuan" sambung yang lainnya. "Tolong maafkan kami tuan, kami semua salah dan benar-benar minta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan ini lagi. Tolong berikan kami satu kesempatan lagi tuan".


"Percuma, sekarang tidak ada gunanya lagi kalian menyesali kesalahan yang telah kalian lakukan. Sebaiknya kalian kemasi barang-barang yang perlu di bawa sebelum tuan Reyhan marah kembali".


Paris pun langsung pergi meninggalkan mereka, ia mencari keberadaan Reyhan di dalam ruangannya, tetapi ia tidak menemukan tuannya itu berada disana.


"Paris!" Naya memanggilnya.


Ia kemudian memutar tubuhnya melihat Naya berada di belakang. "Ada apa nona? Ada yang bisa saya bantu?".


Naya tersenyum, ia bertanya Reyhan ada di dalam ruangannya atau tidak. Dan Paris menjawab kalau Reyhan sedang tidak ada di dalam ruangannya. Lalu Paris bertanya kembali ada urusan apa ia mencari Reyhan, tetapi Naya tidak menjawabnya, ia malah menggeleng kepala pergi meninggalkan Paris yang sedang melihatnya dengan wajah keseriusan.


"Dia tidak ada di ruangannya. Kemana perginya dia?".


Naya kembali ke meja kerja, ia membuka komputer miliknya sambil mencari sesuatu yang membuat ia tersenyum karna ia baru saja selesai mengerjakan pekerjaannya.


"Oooo, tempat ini!!".



Waktu musim panas, Naya bersama kedua orang tuanya pergi liburan kesebuah pantai yang jauh dari perkotaan. Waktu itu Naya masih kecil, ia berumur 7 tahun. Ia tumbuh seperti malaikat, ia memiliki bentuk wajah yang begitu amat cantik dan juga Naya yang memiliki hati yang lembut.


Kemudian ia meminta kepada orang tuanya untuk mengambil kerang di pinggir bibir pantai. Atas izin mereka dan atas pantauan mereka, Naya pun di perbolehkan kesana. Lalu ia melihat seorang anak kecil laki-laki juga asik mencari kerang di bibir pantai, ia melihat anak laki-laki itu tertawa sendiri begitu sangat bahagia.


"Wah... Dia mendapatkan kerang itu begitu sangat banyak" Naya pun menghampirinya. Ia tersenyum berkata, "Aku juga mau kerang itu. Bisakah kamu memberikan sebagian kepada ku?".


Pria itu adalah Reyhan, ia langsung melihat Naya berdiri di hadapannya dengan senyum manis di wajahnya.


"Kamu siapa?" tanya Reyhan.


"Aku? Aku Naya Tarian.. Kamu?".


"Apa?".

__ADS_1


"Nama mu siapa?" Naya kecil mengulurkan tangannya di hadapan Reyhan dan langsung di balas olehnya.


"Reyhan, nama ku Reyhan Dirgantoro".


"Oohhhh" angguk Naya.


Reyhan kemudian menumpahkan kerang yang ada di dalam kantong plastiknya. Ia memberikan sebuah kerang cantik di tangan Naya, "Ini untuk mu. Kamu boleh mengambilnya".


"Benarkah?" kedua mata Naya berbinar-binar sangat bahagia. "Kamu benar-benar memberikan ini untuk ku Reyhan?".


"Mmmmm, itu untuk mu. Kamu boleh menyimpannya sampai dewasa nanti. Kata orang itu sebuah keberuntungan, yang artinya jika kamu masih menyimpan kerang itu, kelak dewasa nanti kamu akan segera bertemu dengan jodoh mu".


"Wah... Ajaib sekali kerang ini Rey. Lalu bagaimana dengan mu?".


"Kenapa dengan ku?".


"Apa kamu juga tidak ingin segera bertemu dengan jodoh mu jika sudah dewasa nanti?".


Pertanyaan itu pun langsung membuat Reyhan tersipu malu, "Mmmmm, tapi aku ingin jodoh ku adalah kamu. Karna itu aku memberikan kerang itu kepada mu".


Bukan hanya Reyhan saja, Naya pun ikut merasakan apa yang Reyhan rasakan.


"Kenapa? Kenapa kamu ingin berjodoh dengan ku Reyhan? Sedangkan kita baru saja bertemu".


Reyhan kemudian memutar tubuh Naya kearah tempat kedua orang tua mereka sedang berdiri sekarang.


"Kamu melihat mereka?".


"Mmmmm, itu papa dan mama aku. Lalu siapa mereka?".


"Mereka juga kedua orang tua aku. Sepertinya keluarga kita saling mengenal satu sama lain, dan lihat saja. Mereka saling tertawa bersama".


"Wah... Kalau begitu, apa benar jika nantinya kita akan berjodoh? Yeeehhh.. Aku sangat senang sekali".


"Aku juga" balas Reyhan tertawa.


Tidak lama setelah itu, Lidia datang menghampiri mereka. Ia melihat kedua bocah itu asik tersenyum-senyum sendiri membuat ia penasaran ada apa. Namun keduanya tidak ada yang menjawab pertanyaan Lidia.

__ADS_1


"Wah.. Kalian baru pertama bertemu, tapi kalian berdua terlihat asik sekali seperti sudah lama saling mengenal satu sama lain. Ayo, mama akan mengambil foto kalian berdua. Ayo sayang berdiri di samping anak Tante" ucapnya kepada Naya, lalu mengambil foto mereka berdua dengan beberapa kali ceprekan.


__ADS_2