Aku Istri Pengganti Yang Tidak Dianggap

Aku Istri Pengganti Yang Tidak Dianggap
Bab 24


__ADS_3

5 menit lamanya Naya menenangkan diri sebelum ia menjawab pertanyaan itu. Namun jika di pikir-pikir, ini belum saatnya ia memberitahu Reyhan kalau ayah dari mantan istrinya Yolanda telah merebut semua hak miliknya yang selama ini orang tuanya bangun yaitu Pelita group. Ditambah, ia harus membicarakan ini dengan Rian kapan sudah saatnya Reyhan tau.


"Kenapa kamu hanya diam saja?" ucap Reyhan mulai merasa bosan menunggu jawaban Naya.


"Maafkan aku Rey. Sebaiknya ini tidak usah kita bicarakan. Itu akan membuat aku semakin ketakutan".


Reyhan kesal, "Bagaimana mungkin mereka mengikuti mu tanpa ada sebab? Apa kamu sudah gila?".


Naya menggeleng kepala tidak membenarkan apa yang Reyhan katakan.


"Lalu alasan apa mereka mengikuti mu? Bahkan dirumah ini saja kamu ketakutan".


"Maafkan aku Rey" jawab Naya.


Dan lagi-lagi Reyhan pun mendengus kesal mendengar jawaban yang Naya berikan tidak jelas penyebab para pria berjas hitam itu mengikuti dirinya. Kemudian Reyhan memilih pergi meninggalkan dirinya dari pada melihatnya seperti ini.


Lalu Naya membaringkan tubuhnya, ia menatap keatas dengan mata sembab memikirkan dimana sekarang ini keberadaan Rian. Ia sangat takut sekali, ia harus bertemu dengan Rian agar ia bisa memberitahu ini semua.


Selang 20 menit lamanya Naya termenung sendiri, tanpa ia sadari ia pun malah tertidur di sofa dengan pakaian kantor yang masih melekat di tubuhnya.


Sedangkan Reyhan yang turun dari atas, ia melihat Naya masih berada disana membuat ia berpikir aneh dengannya. Ia merasa kalau Naya sedang menyembunyikan sesuatu darinya, hanya saja ia juga tidak mau mencaritahu sebelum Naya sendiri yang memberitahu kepadanya.


Lalu ia berjalan memasuki dapur, ia membuka kulkas dengan sebotol air putih meminumnya sampai habis.


DDDRREETTTT... DDDDRRRTTT....


Reyhan mendengar ponsel Naya berdering kembali. Dengan rasa penasaran, ia berjalan mendekati tempat ponsel Naya tergeletak diatas meja, ia kemudian menggeser tombol hijau langsung mendengar suara tawa seorang pria dari sebrang sana.


"Hahahahaha.. Naya Tarian! Apa yang sedang kamu lakukan sekarang? Hahahaha... Secepatnya kita akan bertemu, kamu tunggu saja kedatangan ku. Aku akan membunuhmu jika kamu berani macam-macam. Tapi, sebelum aku membunuh mu, terlebih dahulu aku akan menikmati tubuh mu hahhahah".


Dengan kesal Reyhan mematikan ponsel Naya, ia melihat wanita itu tertidur sangat pulas di atas sofa. Kemudian Reyhan mendudukkan diri di hadapan, ia terlihat asik memandangi wajah mungil Naya yang membuat seketika hati Reyhan tersentuh.


Tidak lama setelah itu, Reyhan mengirim nomor yang baru saja menghubungi ponsel Naya kepada Paris untuk ia cari tahu siapa dari pemilik nomor tersebut.


Lalu Reyhan meletakkan ponsel Naya diatas meja, ia kembali masuk ke dalam kamarnya tanpa menganggu tidurnya, namun sebelum ia pergi, ia menaruh selimut di atas tubuhnya dan membenarkan cara tidur Naya baru ia pergi.

__ADS_1


.


Esok pagi harinya, Naya pun membuka mata. Ia melihat selimut yang berada diatas tubuhnya tidak ia tau siapa yang menaruhnya disana. Ia lalu menurunkan kedua kakinya, ia melihat ponsel itu telah hancur tetapi masih bisa di gunakan. Dengan rasa penasaran, ia menekan tombol ponsel melihat tidak ada satupun panggilan tak terjawab ataupun sebuah pesan baik itu tadi Rian, maupun dari pria yang kemarin menerornya.


"Astaga ya Tuhan! Aku bahkan sampai tertidur disini belum mengganti pakaian ku".


Naya mengucek kedua mata, lalu mengusapnya berulang kali.


"Badan ku pegal sekali. Aakkhhh, bahkan untuk di gerakkan saja terasa sangat sakit".


"Kamu sudah bangun?".


Naya langsung melihat kearah sumber suara, lalu ia tersenyum menganggukkan kepala.


"Mmmm, terima kasih sudah menaruh selimut ini di tubuh ku. Aku rasa yang melakukan itu adalah kamu".


"Benar" jawab Reyhan tanpa gengsi.


"Terima kasih. Kamu mau sarapan pagi dengan ku? Aku akan segera membuatkannya".


"Hahahaha... Jangan khawatir, sebelum membuat sarapan. Aku akan mandi dulu. Kamu tunggu sebentar yah".


Naya pun berlari memasuki kamarnya membawa tas dan juga sepatu miliknya. Namun saat ia masuk ke dalam kamar, Reyhan malah mengikuti masuk ke dalam kamar sambil berkata.


"Hari ini hari libur, kamu tidak usah membuat sarapan pagi. Papa sama mama menyuruh kita kerumah".


"Benarkah?" Naya menghentikan langkah kakinya. Ia mencoba mengingat kalau minggu ini adalah minggu ketiga setelah mereka pindah kerumah itu. "Astaga! Bagaimana bisa aku melupakan kalau aku kemarin sudah berjanji kepada mama dan papa kalau kita akan kesana sekali seminggu" .


"Kamu saja, aku tidak ikut" sahut Reyhan pergi meninggalkan dirinya.


"Apa?" kaget Naya. Ia lalu mengejar Reyhan berdiri di hadapannya. "Kamu enggak mau ikut Rey? Tapi, bukankah kamu sendiri yang berkata kalau kita mau kerumah mu?".


Reyhan kemudian menggeser tubuh Naya dari hadapannya. "15 menit aku tunggu, lebih dari situ aku akan pergi meninggalkan mu".


"Apa?".

__ADS_1


Dengan kesal Naya memasuki kamarnya, ia segera membersihkan tubuhnya sebelum Reyhan benar-benar akan pergi meninggalkan dirinya. Dan seperti yang tadi Reyhan ucapkan, kini ia telah selesai dan benar-benar hanya menghabiskan waktu 15 menit lamanya. Setelah itu Naya lalu melihat Reyhan berdiri di depan mobil menunggu dirinya.


"Rey!" panggilnya.



Naya menerbitkan senyuman yang begitu sangat indah di hadapan Reyhan.


"Ayo, nanti mama sama papa terlalu lama menunggu kita".


Reyhan lalu berjalan memasuki kursi kemudi begitu juga dengan Naya tanpa sedikitpun Reyhan terpesona dengan keanggunan pada dirinya.


Mereka duduk bersebelahan, "Oh iya Rey, apa yang harus kita bawa ke rumah? Karna aku bangun kesiangan aku tidak sempat membuat apa-apa untuk di bawa kerumah".


"Tidak usah" jawab Reyhan. Ia segera menjalankan mobilnya meninggalkan istana miliknya menuju kediaman tempat tinggal kedua orang tuanya.


Dan selama perjalanan, keduanya hanya diam saja. Baik itu Naya maupun Reyhan, tetapi yang membuat Naya diam, ia takut kalau sampai Reyhan tidak merasa nyaman kalau ia mengajak berbicara. Jadi ia lebih baik memilih diam.


Merasa bosan, Naya pun mencoba melirik kepadanya, ia melihat wajah tampan Reyhan begitu sangat menggoda dan juga sangat seksi ditambah bulu-bulu halus yang tumbuh di wajah Reyhan membuat Naya sangat nyaman memandangi wajah tersebut.



DDDRRREEETTTTT....


Reyhan menghentikan mobilnya, ia melihat Naya langsung membuang wajahnya takut ketahuan kalau sedari tadi Naya asik memandangi wajahnya.


"Ada apa?".


"Hhhmmm?" Naya pura-pura tidak tau. "Ada apa Rey? Kenapa kamu menghentikan mobil mu disini?".


"Dari tadi aku memperhatikan kamu...


"Hahahaha... Tidak, aku sama sekali tidak memperhatikan kamu Rey hahahhaha... Kamu ada-ada saja" Naya tertawa mencoba untuk menghilangkan jejak kalau ia benar memperhatikan Reyhan sedari tadi. "Hey, jangan bilang kamu menghentikan mobil ini hanya karna...


"Jangan melihat ku seperti itu. Aku tidak suka" setelah itu Reyhan kembali menjalankan mobilnya dan itu membuat Naya seketika terdiam merasa bagaikan tertusuk duri di dalam dada. Kata-kata itu benar-benar membuat ia merasakan sakit.

__ADS_1


__ADS_2