Aku Istri Pengganti Yang Tidak Dianggap

Aku Istri Pengganti Yang Tidak Dianggap
Bab 35


__ADS_3

Reyhan pulang kerumah diantar oleh Rian, kemudian menatap Rian dengan keadaan mabuk berkata. "Aku tidak menyukai mu. Pulanglah" ucapnya.


Mendengar itu Rian tertawa mengangguk, "Aku tau. Kalau begitu aku pulang".


Begitu mobil Rian pergi meninggalkannya, tidak lama setelah itu Reyhan masuk ke dalam rumah tidak melihat Naya berada disana seperti biasanya kalau ia belum pulang Naya pasti menunggunya di sofa. Tapi kali ini, ia tiba-tiba merasakan sesuatu seperti kehilangan membuat Reyhan sedih menjatuhkan tubuhnya diatas sofa.


"Hhhmmss" Reyhan menghela nafas.


Lalu ia menatap keatas dengan wajah letih, kemudian ia mendengar suara langkah kaki berjalan kepadanya membuat ia langsung melihat kearah sumber suara tersebut membuat ia seketika tersenyum.


"Kamu!".


"Kamu pulang keadaan mabuk lagi Rey?" Tanyanya dia anggukkan oleh Reyhan.


"Ini semua karna Rian. Anak kurang ajar itu sengaja membuat ku seperti ini".


"Apa? Kamu mabuk sama Rian?" Naya lalu mengeluarkan ponselnya dari dalam saku hendak menghubungi nomor ponsel Rian yang sedang menyetir.


Sedangkan Rian yang melihat panggilan tersebut, ia langsung menggeser tombol hijau. "Iya Nay?".


"Kamu dimana?".


"Ini aku sedang perjalanan pulang. Ada apa Nay?".


"Kamu mabuk Rian?".


"Kenapa? Sedikit Nay".


"Ck, bagaimana bisa kamu mengajak Reyhan mabuk seperti ini Rian? Lihatlah, ini semua karna ulah mu dia jadi... Aaakkhhh!".


Reyhan tiba-tiba menarik tubuh Naya terjatuh diatas pangkuannya sembari mengusap wajahnya dengan lembut membuat kedua pipi Naya merah merona seperti tomat.


"Re-Reyhan! Jangan!" ucap Naya merasa malu hanya melihat tatapan mata Reyhan yang sangat menggodanya. "Rey!".


Kemudian Reyhan membawa tubuh Naya masuk ke dalam kamarnya, dan itu membuat Naya tau apa yang akan Reyhan lakukan kepadanya.


"Rey! Kamu sedang mabuk" ucap Naya kembali mencoba menyadarkannya.


Reyhan tersenyum, "Siapa bilang aku sedang mabuk?" ia lalu menjatuhkan tubuhnya Naya diatas ranjang menatap kedua bola manik matanya. "Aku menyukai tatapan mata mu seperti ini dan juga tubuh mu".


Deng!

__ADS_1


Saat kata-kata tersebut keluar dari bibir Reyhan, ia langsung termenung melihat pria yang berada di hadapannya itu hanya menyukai tubuhnya saja bukan karna Reyhan telah menaruh perasaan terhadapnya dan itu membuat Naya sakit.


"Tolong hentikan ini semua Rey" ucap Naya.


Namun pria itu tidak mendengarnya, ia malah semakin menjadi-jadi hingga tubuh Naya tidak dibaluti sehelai benang pun.


Hingga akhirnya Naya terdiam, ia membiarkan Reyhan melakukan apa yang ia mau sampai ia merasa puas. Tetapi Reyhan yang merasakan sesuatu aneh dari raut wajah Naya, ia akhirnya menghentikan aksinya melihat Naya dengan wajah kesedihan.


"Apa apa? Kenapa wajah mu terlihat seperti itu?" tanyanya.


Naya memalingkan wajahnya, ia tidak menjawab pertanyaan Reyhan dan itu membuat ia meneteskan air mata.


"Ada apa Naya?" tanya Reyhan kembali menarik wajah Naya melihat kepadanya. "Kenapa kamu menangis seperti ini? Kamu tidak suka aku menyentuh tubuh ku?".


Naya menggeleng.


"Lalu apa yang membuat mu menangis seperti ini kalau bukan kamu tidak suka aku menyentuh tubuh mu?".


"Aku tidak suka kalau kamu hanya menyukai tubuh ku. Bukan aku" jawab Naya memalingkan wajah itu kembali.


"Benarkah?".


"Benar, tadi kamu mengatakan kepada ku kalau kamu hanya menyukai tubuh ku bukan aku".


"Tadi kamu berkata seperti itu kepada ku. Rasanya sangat sakit hiks.. hiks...".


Melihat Naya seperti ini, Reyhan pun akhirnya tertawa menjatuhkan tubuhnya di samping Naya membuat ia ingin sekali menendang pria yang berada di sebelahnya itu.


"Jadi kamu menangis hanya karna itu? Hahahaha... Baiklah, tolong maafkan aku Naya Tarian" Reyhan menatap kedua bola mata Naya dengan senyuman yang masih ia terbitkan di wajahnya. "Jangan menangis lagi sayang, aku tidak ingin melihat kamu bersedih".


Deng!


Mendengar kalimat tersebut Naya langsung tidak percaya kalau kata-kata itu tertuju kepadanya. Ia yakin kalau sekarang ini Reyhan mengira kalau dirinya adalah Yolanda mendiang istri yang sangat Reyhan cintai.


"Ada apa lagi sayang? Kenapa kamu melihat ku seperti itu?".


Lagi-lagi Naya menggeleng kepala, lalu membiarkan Reyhan menyentuh tubuhnya sampai pria itu puas.


.


Setelah berbagai macam gaya telah mereka lakukan. Kini Reyhan merasa lelah, ia lalu membaringkan tubuhnya di samping Naya. Kemudian membisikkan sesuatu dari belakang, "Aku menyukainya. Teruslah seperti ini Naya ku sayang".

__ADS_1


DDDDUUUAARRRR...


Rasanya bagaikan disambar petir, Naya langsung memutar tubuhnya menghadap Reyhan yang sedang melihatnya dengan senyum tipis.


"Apa? Kamu baru saja mengatakan apa Rey?".


"Tidak, aku tidak sedang mengatakan apa-apa. Tidurlah, aku sangat lelah sekali" jawab Reyhan tanpa menjawab pertanyaannya.


"Aku tidak mengantuk Rey! Aku ingin mendengar kamu mengulangi kata-kata yang baru saja kamu ucapkan tadi. Ayo katakan lagi Rey! Aku ingin mendengarnya".


Reyhan menyentuh pipi Naya, "Apa yang ingin kamu dengarkan? Aku sangat mengantuk sekali".


"Kata-kata tadi Rey. Aku ingin kamu mengulanginya".


"A..aku sangat mengantuk Na..y".


Pada akhirnya Reyhan terlelap, sedangkan ia masih berharap kalau Reyhan mengulangi perkataannya tadi yang membuat jantungnya seketika berdebar tak karuan.


"Tidak mungkin aku salah dengar. Jelas-jelas aku mendengar Reyhan menyebut nama ku dan bukan nama Yolanda. Iya, aku benar-benar sangat mendengarnya dia menyebut nama ku. Hanya saja dia tidak mau mengulanginya".


Naya menatap wajah tampan Reyhan, ia melihat pria itu begitu sangat damai dalam tidurnya. Dan ia menyukai disaat seperti ini.


"Aku mencintai mu Reyhan. Aku sangat mencintaimu".


"Aku juga, sekarang tidurlah. Aku sangat mengantuk sekali".


Kedua pipi Naya tersenyum lebar, ia tidak menyangka kalau Reyhan mendengar apa yang baru saja ia ucapkan. Dan itu membuat ia tak henti-hentinya tersenyum.


"OMG! Jangan bilang kalau Reyhan sudah mengingat ku?".


_


_


Reyhan sekarang berada di kantor begitu juga dengan Naya. Dan keduanya sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing, namun Naya masih menyempatkan diri mengingat kejadian semalam dimana Reyhan berkata kalau ia juga mencintainya.


"Astaga! Jika seperti ini aku tidak bisa fokus bekerja. Mana Rian akhir-akhir ini semakin memperbanyak pekerjaan ku lagi. Kalau aku tidak menyelesaikan ini sampai jam makan siang. Bisa-bisa aku bekerja lembur malam ini, dan kalau aku tidak lembur, aku bisa terkena teguran dari Rian" Naya mencoba menenangkan pikirannya, ia harus bisa menghilangkan bayangan itu sejenak. Karna mau bagaimana pun, pekerjaannya harus selesai hari ini juga.


Kemudian Rian keluar dari dalam ruangannya, ia melihat Naya berulang-ulang kali menepuk kedua pipinya membuat ia heran ada apa dengan Naya.


"Astaga! Bagaimana ini? Kenapa tidak hilang-hilang juga?" gumam Naya masih mencoba menghilangkan bayangan Reyhan melihat Rian berdiri di hadapannya membuat ia seketika melonjak kaget. "Astaga! Kamu mengagetkan aku Rian".

__ADS_1


"Ada apa Nay? Apanya yang enggak hilang-hilang? Kamu terlihat...


"Hahahaha... Tidak ada apa-apa Rian hahhahah iya tidak ada apa-apa. Ada apa?".


__ADS_2