
"Rey....
Cup!
Naya membulatkan mata, ia tidak menyangka kalau Reyhan akan menciumnya disaat seperti ini.
Cup!
"Aku rasa aku boleh mencium mu" suara bass Reyhan membuat Naya tak berkutik. Pada akhirnya ia membiarkan Reyhan menciumnya kembali hingga ciuman itu semakin panas, sampai Naya tidak sanggup mengimbangi permainan Reyhan membuat ia hampir saja kehabisan nafas.
Tersenyum, "Maafkan aku!".
"Hhhmmm?" lagi-lagi Naya dibuat heran.
Reyhan kemudian menatapnya, dan pria itu berhasil membuat kedua pipi Naya merona tak karuan merasa malu di perlakukan seperti ini.
"Rey, jangan melihat ku seperti it..u".
Reyhan menyentuh dadanya. Pria itu lalu tersenyum menatap Naya, kemudian ia meremas milik Naya lembut hingga menanggal pakaian atas Naya membuat ia seketika menutupi tubuhnya dengan tangan merasa semakin malu. Namun Reyhan langsung melepaskan tangan Naya, ia menatap buah dada Naya yang begitu sangat indah menonjol sempurna.
"Boleh aku menciumnya?".
"Rey!".
Cup!
Reyhan pun menciumnya, lalu berkata. "Aku menyukainya. Mulai sekarang ini milik mu".
"Hhhmm?".
"Tidak akan ada yang bisa memilikinya selain aku" Reyhan memberikan sebuah tanda sampai suara yang begitu sangat merdu ia dengar keluar dari mulut Naya. "Lagi, aku menyukai mendengar suara des*Han mu Naya Tarian".
"Tidak Rey" Naya menggeleng kepala. "Aku sangat malu, tolong hentikan itu Rey".
"Ayo lakukan lagi, aku sangat menyukainya".
Reyhan kemudian membawa tubuh Aliya pergi dari sana, hingga sekarang mereka berada di sofa. Kemudian Reyhan menanggal semua pakaian yang melekat di tubuhnya hingga tubuh polos Naya terlihat jelas di kedua matanya dan berkata lagi aku sangat menyukai tubuh indah mu.
__ADS_1
"Rey, kamu sedang mabuk" Naya mencoba mengingatkan Reyhan kembali karna ia tau kalau Reyhan melakukan ini semua tanpa sadar. Dan ia tidak mau melakukan ini semua tanpa ada dasar cinta, "Rey!".
"Kenapa? Kamu tidak suka?".
"Bukan seperti itu Rey, aku...
Cup!
Reyhan lagi-lagi mengecup bibir itu kembali sampai Naya tidak bisa berkata-kata. Hingga beberapa menit kemudian Reyhan melepaskan bibirnya, lalu menatap bola mata Naya intens memberikan kehangatan di dalam sana.
"Rey, aku mencintai mu" ucap Naya.
Sedangkan Reyhan yang mendengarnya hanya tersenyum tanpa berniat membalasnya sembari menjatuhkan tubuhnya Naya diatas sofa. Kemudian Reyhan melakukan apa yang seharusnya sepasang suami istri lakukan.
.
Tek... Tek... Tek..
Suara hujan di pagi hari membuat Naya membuka mata. Ia lalu merasakan kalau tubuhnya sedang di peluk dari belakang, dan ia tau kalau itu adalah Reyhan. Kemudian ia menarik nafas, dengan pelan ia mencoba melepaskan pelukan Reyhan hingga pelukan itu berhasil ia lepaskan.
Kemudian Naya melihat tubuh polosnya, ia pun segera menutupinya dengan pakaian miliknya yang berceceran diatas lantai membuat ia seketika terjatuh akibat rasa sakit yang ia rasakan di bagian kewanitaannya sampai membuat Reyhan terbangun melihat kepadanya.
Naya terdiam, ia pun membiarkan Reyhan melakukan apa yang ia mau.
Dan sekarang jam telah menunjukkan pukul 8 pagi, Naya mulai merasa gelisah. Bagaimana jika nantinya Rian menunggu dirinya atau sesuatu hal yang lain membuat Rian menunggu, ia pasti akan merasa sangat bersalah kepadanya.
Kemudian Naya mencoba membangunkannya dengan lembut.
"Rey ayo bangun. Ini sudah jam 8 pagi, apa kamu tidak berangkat ke kantor?".
Tidak ada jawaban, Reyhan masih terlelap dalam tidurnya dan Naya masih mendengar suara dengkuran lembut keluar dari mulut Reyhan yang artinya Reyhan benar-benar masih tidur.
"Hhhmmss... Bagaimana ini?".
Hingga akhirnya jam sekarang telah menunjukkan pukul 9 pagi. Naya kembali mencoba membangunkan Reyhan. Tetapi hasilnya masih sama saja, Reyhan enggan membuka kedua matanya dan malah semakin erat memeluk tubuhnya.
"Jika seperti ini, aku juga pasrah saja" batin Naya menutup mata tanpa ia sadari ia sendiri yang pada akhirnya terlelap. Sedangkan Reyhan membuka mata, ia melihat Naya berada di dalam pelukannya. Tidak lama setelah itu, secera perlahan ia turun, lalu memperbaiki cara tidur Naya dan juga memberikan selimut dibutuhkannya. Kemudian pergi menaiki anak tangga menuju kamarnya.
__ADS_1
.
Jam 12 siang Naya membuka mata. Ia melihat cahaya yang masuk ke dalam rumah tersebut menandakan kalau matahari sudah semakin tinggi. Itu artinya Naya tidak ada harapan lagi berangkat ke kantor. Lalu ia mencari keberadaan Reyhan, karna sewaktu bangun ia tidak melihat pria itu berada disana.
"Ck, bagaimana bisa dia pergi begitu saja tanpa membangunkan aku?".
Dengan kesal Naya masuk ke dalam kamarnya, ia melihat ponselnya berada diatas tempat tidur dengan panggilan tak terjawab sebanyak 5 kali dari Rian.
"Astaga! Rian pasti mencari ku. Bagaimana ini? Apa sebaiknya aku menghubungi dia saja? Aku takut dia marah".
Merasa tidak enak kepadanya, Naya segera menghubungi nomor ponsel Rian langsung di angkat olehnya.
"Hallo Nay! Kenapa kamu tidak masuk hari ini? Kamu baik-baik saja?".
Naya tertawa kecil agar Rian tidak merasa curiga, "Aku baik-baik saja Rian. Hanya saja aku terlambat bangun karna semalam aku tidak bisa tidur".
"Apa karna wanita itu?" Rian terdengar seperti sedang mengejeknya.
"Ck, tidak. Aku hanya kelelahan saja. Lagian untuk apa juga aku harus memikirkan wanita itu? Kamu ada-ada saja".
"Hahahaha... Ya sudah, kamu istirahat saja".
"Mmmmm, terima kasih Rian".
"Oh iya, tadi aku juga melihat Reyhan berangkat ke kantor sudah kesiangan sekitar jam 9 lewat. Kalian tidak sedang ribut kan?".
"Hhhmmm? Hahahaha... Tentu saja tidak Rian. Aku sudah katakan kepada mu aku tidak... Ck, untuk apa juga kita membahasnya? Kalau gitu aku istirahat dulu Rian. Kalau sesuatu hal penting terjadi, cepat beritahu aku".
"Mmmmm".
Naya mematikan ponselnya, lalu ia menghela nafas legah melihat tubuhnya yang tak dibaluti sehelai benang pun.
"Hhhmmss.. Rasanya seperti mimpi kalau aku benar-benar sudah bercinta dengan Reyhan. Setelah ini, apa yang akan terjadi? Apakah sikap Reyhan masih sama seperti sebelumnya kepada ku? Apa dia akan tetap melihat ku datar? Apakah dia akan... Akh ya sudahlah. Sebaiknya aku mandi saja dari pada harus memikirkan yang aneh-aneh".
Naya masuk ke dalam kamar mandi, ia menaruh air di dalam bathtub karna ia ingin berlama-lama berendam di dalam sana sampai pikirannya kembali tenang.
Dan seperti yang Naya inginkan, ia benar-benar menghabiskan waktu 30 menit lamanya disana. Lalu ia naik dari dalam bathtub, ia mencium seluruh aroma anggota tubuhnya telah kembali wangi.
__ADS_1
"Akh, rasanya segar sekali!".