Aku Istri Pengganti Yang Tidak Dianggap

Aku Istri Pengganti Yang Tidak Dianggap
Bab 38


__ADS_3

Pulang dari kantor, tiba-tiba hujan turun. Naya lalu melihat begitu banyak para karyawan terhambat pulang kerumah mereka masing-masing begitu juga dengannya. Jika ia tau begini, ia akan meminta tumpangan kepada Reyhan siapa tau ia berbaik hati memberikan tumpangan kepadanya.


Kemudian dari belakang Mela datang bersama dengan teman-temannya sambil membisikkan.


"Yah... Wanita gatel! Kamu tidak bisa pulang ya karna hujan turun?" mendengar itu teman-temannya tertawa mengejek melihat wajah Naya kaget. "Hahahaha... Kenapa? Jangan bilang kamu terkejut hanya itu saja? Aaiisss.. Kamu sangat tidak asik sekali".


Kemudian Naya menarik nafas panjang, ketiga orang itu benar-benar membuat ia sangat kesal. Tetapi ia tidak mungkin melawan mereka ditambah mereka ada tiga orang, jadi Naya lebih memilih mengurung niatnya.


"Jangan menganggu ku. Aku tidak punya urusan dengan kalian" Naya hendak melangkah pergi meninggalkan mereka. Namun Mela dengan beraninya malah mendorong tubuh Naya hingga ia terjatuh dihadapan semua orang.


"Astaga!" kaget mereka yang melihat.


Sedangkan Mela, "Ups.. Kamu jatuh ya? Hahahaha... Maaf, aku hanya ingin memanggil mu tadinya, tapi kami malah terjatuh seperti ini. Maafkan aku mmmmm".


Naya mengeram dalam hati, ia lalu melihat mereka semua yang masih melihat kepadanya tetapi tak satupun diantara mereka yang ingin menolongnya.


"Jaman sekarang tidak ada lagi orang-orang yang benar tulus. Lihatlah, betapa kejamnya mereka tidak berniat membantu ku?" Naya hendak bangkit berdiri, tetapi pada saat itu juga ia merasa sakit tepat di bagian lutut karna saat ini ia mengenakan rok di atas lutut.


"Akh, ini sangat sakit sekali".


"Kenapa? Kamu tidak bisa berdiri? Hahahaha.. Kasihan sekali kamu. Ayo, sebaiknya kita pergi saja karna hujan sebentar lagi akan redah".


Mereka pun pergi meninggalkan Naya, dan Naya yang di tinggal pergi seperti itu berusaha bangkit berdiri sampai ia bisa. Lalu melihat siku kakinya yang terluka membuat ia harus segera mengobati luka tersebut.


"Tapi, bagaimana bisa aku pulang jika hujannya masih turun seperti ini? Ck, hari yang sangat buruk. Ditambah sakit yang tadi wanita itu buat belum sembuh juga. Akh, lihat saja aku tidak akan diam saja. Aku akan membalas mereka" gumam Naya.


Setelah itu ia berjalan keluar dari dalam loby, kemudian Naya melihat sebuah taksi terparkir di ujung sana membuat ia seketika tersenyum berlari menghampiri taksi tersebut.


"Akhirnya aku mendapatkan taksi juga".


Tok... Tok...

__ADS_1


"Pak, taksi!" ucap Naya memanggil dari luar dengan cara mengetuk jendela kaca mobil.


Lalu sang supir taksi membuka jendela kaca mobilnya, ia melihat Naya kehujanan hanya untuk menghampirinya.


"Mau kemana nona?".


"Tolong antar saya ke jalan xx pak".


"Baiklah nona, silahkan masuk".


"Terima kasih pak".


Dengan senyum mengembang di wajah sang supir taksi, ia langsung menjalankan taksi tersebut meninggalkan perusahaan CTJ group menuju dimana Naya tinggal.


Namun saat sedang dalam perjalanan, Naya tiba-tiba merasa aneh dengan sang supir taksi yang sedari tadi memperhatikan dirinya sambil tersenyum tak henti-hentinya melihat ia dari kaca.


Lalu Naya berkata, "Ada apa pak? Kenapa bapak sedari tadi melihat kepada saya?".


Mendengar jawaban sang supir, Naya langsung memberitahu kalau ia sudah menikah dan sekarang ini ia tengah mengandung buah cintanya. Tetapi sang supir bukannya berhenti melihat kepada Naya, ia malah semakin tersenyum menyeringai sembari mengusap-usap jakung miliknya.


"Astaga ya Tuhan! Bagaimana bisa aku menaiki taksi seperti ini? Apa yang akan terjadi kepada ku? Tolong selamatkan aku dari pria aneh ini ya Tuhan" Naya berdoa dalam hati hingga kini mereka melihat jalanan macet dan tepat sekali polisi sedang melakukan razia mendadak membuat Naya seketika merasa legah mencoba hendak keluar dari dalam taksi.


"Nona mau kemana?" tanya supir taksi menahan Naya.


"Bukan pintunya sekarang juga. Saya tidak mau naik taksi anda" jawab Naya tegas.


"Haahh? Hahahaha... Ada apa dengan nona? Kenapa nona berkata seperti ini? Apa yang sudah aku lakukan sehingga nona terlihat begitu sangat marah kepada ku?".


"Tidak usah berkata seperti itu kepada saya. Cepat buka sekarang pintu mobil ini sebelum saya teria...


"Teriak Lah" si supir taksi langsung menodong sebelum pisau di hadapan Naya sehingga ia seketika membisu dengan tubuh bergetar. "Kenapa? Kenapa kamu tidak jadi berteriak nona manis hahahhaha".

__ADS_1


"Apa yang sedang kamu lakukan? Tidakkah kamu melihat di depan sana ada polisi? Kalau sampai kamu berani macam-macam, kamu akan di penjara".


"Hahahaha... Benarkah? Akh, aku sangat takut sekali nona cantik Hahahaha.." lalu menatap tajam kedua bola mata Naya. "Aku baru saja melarikan diri dari penjara. Bisa saja mereka melakukan razia hanya untuk mencari ku. Karna itu, sebelum aku tertangkap oleh mereka. Aku ingin sekali membunuh mu yang sudah lama sekali tidak pernah aku lakukan lagi hahahaha".


"Tidak! Jangan mendekat! Pergi! Kamu pergi sekarang juga... Aaarrrkkkhh!".


Mendengar suara histeris tersebut, polisi yang berpatroli di ujung sana langsung melihat kearah mereka melihat seorang pria berpakaian hitam keluar dari dalam mobil taksi segera melarikan diri membuat para polisi berlari melihat ke dalam mobil seorang wanita terkena tusukan tepat di bagian perut Naya.


_


_


Di rumah sakit..


Begitu Reyhan mendengar kabar kalau Naya sekarang ini berada di rumah sakit dan sedang menjalankan operasi darurat. Ia langsung bergegas berangkat kerumah sakit sampai ia sekarang berada di depan ruangan operasi.


"Apa yang terjadi dengan istri saya dok?" tanya Reyhan spontan mengatakan apa yang terjadi kepada istrinya.


"Korban mengalami luka tusukan di bagian perut atas. Dan sekarang korban membutuhkan donor darah akibat darah pasien banyak kehilangan".


"Apa?".


"Mohon kerja samanya tuan! Kami sedang berusaha sebaik mungkin untuk keselamatan pasien".


Sang dokter lalu masuk ke dalam ruangan operasi. Tidak lama setelah itu Lidia datang bersama dengan Lukman melihat Reyhan menunggu di depan ruangan operasi.


"Rey! Apa yang terjadi Rey? Kenapa bisa seperti ini?" kedua mata Lidia berkaca-kaca melihat putranya itu hanya diam saja tidak berani menjawab pertanyaan Lidia. "Kenapa bisa seperti ini Rey hiks.. hiks..".


"Maafkan aku ma" jawab Reyhan singkat.


"Aarrkkhhh.. Pah, bagaimana ini? Mama tidak mau Naya kenapa-napa pah. Mama tidak mau hiks.. hiks.. Sekarang apa yang harus kita lakukan pah?".

__ADS_1


"Papa tau apa yang sekarang mama pikirkan. Tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa mah selain berdoa agar menantu kita baik-baik saja" Lukman mencoba menenangkan sang istri dengan cara membawa Lidia ke dalam pelukannya.


__ADS_2