Aku Istri Pengganti Yang Tidak Dianggap

Aku Istri Pengganti Yang Tidak Dianggap
Bab 33


__ADS_3

Berada di dalam kantor, Reyhan melihat Paris membawa sebuah dokumen menunjukkan di hadapannya.


"Ternyata mereka sudah lama melakukan ini tuan dari bulan Oktober" ucap Paris memberitahu.


Reyhan tersenyum menyeringai, ia lalu menyuruh Paris memanggil mereka sekarang juga ke dalam ruangannya dan tidak lupa menyuruh sekertaris wanitanya membuatkan mereka kopi panas yang paling enak.


Tidak lama setelah itu, mereka masuk ke dalam. Reyhan langsung menyuruh mereka duduk melihat 4 gelas kopi panas berada diatas meja. Melihat itu mereka heran, bahkan mereka melihat sebuah cemilan juga berada disana, lalu salah satunya bertanya ada apa mereka di panggil kesana.


Namun Reyhan malah berkata duduklah dulu dan silahkan minum kopi itu dan juga cemilan yang ia sediakan.


Pada akhirnya mereka duduk, tetapi tetap dengan rasa penasaran kepada Reyhan tiba-tiba bersikap seperti ini yang tidak seperti biasanya.


Kemudian Reyhan menyeruput miliknya dan juga ia terlihat sambil menikmati cemilan tersebut.


"Ayo dimakan, rasanya sangat enak sekali. Jarang-jarang kita bisa duduk seperti ini sambil menikmati cemilan".


Deng!


Tetapi berbeda halnya dengan mereka. Itu malah membuat mereka semakin ketakutan, sedangkan Paris yang berdiri disana, ia malah mengeram sendiri ingin menghukum mereka saat itu juga.


"Tuan, kami tidak tau alasan tuan Reyhan memanggil kami kemari. Kalau boleh tau, ada apa tuan?" tanya direktur keuangan.


"Benarkah?" Reyhan tersenyum. "Benarkah kalian tidak tau alasan saya memanggil kalian kemarin? Ck, kalian ini sangat tidak asik".


"Tolong katakan yang sebenarnya tuan, kami merasa takut" jawab yang lainnya.


"Baiklah kalau kalian penasaran ada apa saya memanggil kalian kemari. Tapi sebelum itu, aku mau kalian menghabiskan kopi itu dulu dan juga cemilan ini baru saya akan memberitahu kalian kenapa saya menyuruh datang kemari. Ayo, silahkan".


Kemudian salah satu diantara mereka berdecak dalam hati merasakan kalau sesuatu sedang tidak beres, dan ia sangat tau sekali kalau Reyhan sudah seperti ini. Itu artinya Reyhan sudah tau rencana yang selama ini mereka lakukan.


"Kenapa? Kenapa kalian belum meminumnya? Atau apakah kita sudah bisa memulainya?".

__ADS_1


Deng!


"Paris, bawa dokumen itu ke hadapan mereka".


Paris langsung memberikan dokumen tersebut di hadapan mereka. Dan begitu dokumen ada disana, dengan tangan bergetar direktur keuangan membuka melihat kepada Reyhan.


"Tuan!" ia pun bersujud begitu juga dengan yang lainnya. "Maafkan kami tuan! Maafkan kami! Kami tidak bermaksud untuk mengkhianati tuan Reyhan".


Mendengar kata-kata itu membuat Reyhan merasa jijik dan ingin rasanya ia membunuh mereka sekarang juga di hadapannya.


"Benar, aku tau kalian tidak berniat mengkhianati ku. Karna itu aku mau berbaik hati, mulai hari ini kalian tinggalkan perusahaan ku. Dan kamu paris, tarik semua aset mereka baik itu rumah dan properti".


"Apa?" mereka tidak terima jika Reyhan menarik semua aset yang telah mereka bangun selama ini. "Tidak tuan, saya mohon tolong jangan lakukan itu kepada kami. Kami tau kami sudah melakukan dosa besar terhadap perusahaan ini yang sudah membangun kami sampai sejauh ini. Tapi kami mohon tuan, tolong jangan tarik aset yang sudah kami miliki".


Reyhan tertawa, "Lalu, apa kamu pikir aku akan merasa kasihan hanya mendengarnya saja? Hahahhaha... Kurang ajar! Jangan karna selama ini aku diam kalian pikir aku tidak tau kalau kalian bermain di belakang ku? Tidak, kalian salah besar. Aku tau apa yang kalian lakukan".


Kemudian salah satunya bergeser memeluk salah satu kaki Reyhan.


Reyhan menatapnya dengan tajam.


"Apa kamu pikir dengan kamu menangis seperti ini aku akan merasa kasihan? Haahh... Hahahaha... Bawa mereka keluar dari sini Paris, aku tidak ingin melihat wajah sampah-sampah ini".


"Baik tuan".


Tanpa mendengar ocehan mereka lagi, Paris segera membawa mereka dari hadapan Reyhan saat itu juga hingga mereka semua keluar. Setelah itu Reyhan menghela nafas legah berkata dalam hati, "Ais".


.


Sore harinya Naya berada di dalam swalayan. Ia sedang berbelanja untuk kebutuhan dapur dan juga kebutuhan dia. Dan Naya juga tidak lupa membeli peralatan make up serta cemilan yang selalu ia tidak lupa beli.


"Apa semuanya sudah ada disini?" Naya melihat barang yang sudah ia ambil telah berada di dalam keranjang. Dan sekarang ia tinggal membayarnya, namun saat ia hendak melakukan pembayaran, tiba-tiba Naya seperti sedang melihat sosok seseorang yang ia kenal. Dan orang itu kalau ia tidak salah adalah pengacara Okta.

__ADS_1


Dengan rasa penasaran, Naya pun berjalan menghampirinya hingga ia berada tepat di belakang pria tersebut.


"Astaga! Kenapa pria ini sangat mirip sekali dengan pengacara Okta? Aku tidak mungkin melupakan wajahnya, aku benar-benar masih sangat mengingat wajahnya. Tapi bagaimana kalau sampai aku salah orang?".


Tanpa Naya sadari, pria tersebut memutar tubuhnya melihat kepadanya yang hampir saja terjungkal balik ke belakang akibat ia terkejut.


"Astaga! Kamu baik-baik saja? Maafkan aku" ucap si pria itu merasa bersalah.


"Tidak apa-apa, aku baik-baik saja. Tapi kalau boleh tau, apakah kamu pengacara Okta?".


"Apa?" pria tersebut langsung menatap Naya bagaimana bisa Naya mengenali dirinya. Dan setelah beberapa menit kemudian, pengacara Okta berkata. "Kamu siapa?".


Naya tersenyum, "Jadi kamu benar pengacara Okta? Ini aku, Naya Tarian!".


Dengan mata membulat, pengacara Okta melihat samping kiri kanan mereka apakah ada yang mengikuti atau tidak. Lalu pergi membawa Aliya dari sana memasuki sebuah restoran yang hanya mereka berdua saja di dalamnya.


"Maafkan saya nona" ucap pengacara Okta.


"Tidak, kamu tidak perlu meminta maaf seperti ini kepada ku. Cukup kamu baik-baik saja aku sudah sangat bahagia sekali. Terima kasih sudah, terima kasih sudah bertahan untuk ku" Naya meneteskan air mata membuat pengacara Okta merasa semakin bersalah. "Lalu dimana kamu tinggal selama ini?".


"Saya tidak pernah tinggal di satu tempat saja nona. Saya selalu berpindah-pindah".


"Jadi apa benar kalau selama ini kamu tinggal di Amerika serikat?".


"Iya nona, selama ini saya tinggal di Amerika serikat".


"Lalu bagaimana dengan istri dan putri mu? Apa mereka baik-baik saja? Rian menceritakan kepada ku kalau kamu memiliki sepasang anak. Tapi putri mu saat berusia 17 tahun dia mengalami kecelakaan hingga ia sekarang hanya duduk diatas kursi roda. Aku turut sedih mendengarnya".


"Terima kasih nona. Mereka berdua sekarang ini baik-baik saja. Saya sering menghubungi mereka. Lalu bagaimana dengan nona? Apa nona baik-baik saja?".


"Mmmm, aku baik-baik saja".

__ADS_1


__ADS_2