Aku Istri Pengganti Yang Tidak Dianggap

Aku Istri Pengganti Yang Tidak Dianggap
Bab 37


__ADS_3

Selesai Reyhan memberikan salep disana, ia langsung mengusir Naya sekarang ini juga keluar dari dalam ruangannya. Namun Naya masih enggan pergi meninggalkan ruangan tersebut, ia malah pura-pura kesakitan membuat wajah Reyhan kesal.


"Kenapa kamu disini? Pergilah, aku masih mau meeting" ucap Reyhan memanggil Paris agar ruan meeting di siapkan segera. Lalu melihat Naya kembali, "Ada apa lagi? Kamu masih belum mau pergi?".


"Kamu kasar sekali. Setidaknya aku harus mengucapkan terima kasih dulu ke kamu baru mengusir ku. Terima kasih" ucap Naya menundukkan kepada. Setelah itu ia pergi begitu saja tanpa menoleh kepada Reyhan yang sedang melihatnya dengan wajah seperti biasa tanpa ekspresi.


Tidak lama setelah itu, Reyhan bangkit berdiri. Ia pun segera pergi meninggalkan ruangannya menuju ruangan meeting dimana Paris telah menunggu dirinya disana bersama dengan karyawan lainnya.


"Selamat pagi! Akh, sepertinya sekarang tidak pagi lagi" gumam Reyhan mendudukkan diri diatas kursi kebesarannya sembari melihat kepada mereka satu persatu. "Paris, silahkan mulai".


"Baik tuan" Paris pun segera membuka acara meeting mereka hingga lebih satu jam lamanya mereka berada di dalam ruangan tersebut. Satu persatu para karyawan sudah merasa bosan, sedangkan Reyhan sedari tadi masih memberikan pencerahan kepada mereka dan itu membuat para karyawan semakin merasa bosan.


"Yah, kenapa tuan Reyhan tiba-tiba seperti ini? Kita sudah hampir 2 jam lamanya berada disini hanya untuk mendengar pencerahan beliau. Mana ini sudah hampir jam 2 siang lagi, aku sangat lapar sekali" bisik salah satu diantara mereka kepada wanita yang berada disebelahnya.


"Aku juga, aku sudah sangat lapar sekali. Tapi tuan Reyhan tak henti-hentinya berka...


"Ada apa?" ucap Reyhan langsung membuat mereka kembali duduk tegap melihat kepadanya. "Ada apa?" tanyanya lagi.


Tetapi tak satu orang pun yang berani menjawab pertanyaan Reyhan selain berkata tidak ada apa-apa meskipun yang sebenarnya Reyhan tau kalau mereka sudah merasa bosan dan ia melakukan hal tersebut dengan unsur kesengajaan seberapa tahannya mereka mendengar apa yang ia ucapkan dan itu salah satu penilaian untuk mereka.


Hingga akhirnya Reyhan membiarkan mereka keluar setelah 20 menit lamanya ia menahan membuat Paris tersenyum dalam hati karna ia sangat tau kalau tuannya itu sedang sengaja membuat mereka seperti itu.


Kemudian Reyhan menyuruh Paris membelikan makan siang untuk mereka berdua dan Paris pun langsung mengiyakan permintaan Reyhan segera pergi dari sana.


Lalu Reyhan keluar, ia kembali masuk ke dalam ruangannya. Namun sebelum ia masuk, ia melihat Naya keluar dari dalam lift bersama dengan Rian dan keduanya ia lihat tertawa bersama.


"Apa yang sedang kedua orang itu lakukan?" ucap Reyhan dalam hati. Setelah itu ia masuk ke dalam ruangannya, ia menjatuhkan tubuhnya diatas sofa menatap lurus kearah gedung-gedung tinggi sembari menghela nafas panjang.


DDDRREETTTT... DDDRREETTTT...

__ADS_1


Reyhan mendengar ponselnya berdering, ia melihat panggilan tersebut berasal dari Naila. Namun ia tidak menjawabnya dan membiarkan ponselnya berdering sampai berulang kali, tetapi setelah ia melihat panggilan itu, pada akhirnya Reyhan menggeser tombol hijau.


"Akhirnya kamu menjawab panggilan ku juga Reyhan. Terima kasih" Reyhan tau kalau wanita itu tersenyum lebar di seberang sana. "Apa yang sedang kamu lakukan Rey? Aku merindukan kamu! Akh, bisa dibilang aku sangat merindukan kamu".


"Hhhmmss.. Kamu menghubungi ku apa cuma ingin mengatakan...


"Aku mencintai mu Reyhan" jawab Naila memotong. "Aku mencintai mu sejak pertama kali kita bertemu. Dan aku tau ini adalah hal yang konyol bagi mu dan aku tau kamu pasti menganggap ku gila. Aku minta maaf Reyhan, tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku ku, aku benar-benar sangat mencintai mu Reyhan aku sangat mencintaimu".


"Jangan gila" ucap Reyhan langsung tanpa basa-basi. "Kamu jangan gila! Kamu pikir kamu siapa mencintai ku?".


"Aku tau aku bukan siapa-siapa telah berani mencintai mu Reyhan. Tapi ini soal perasaan, dan benar juga, sepertinya aku sudah gila berani menaruh perasaan terhadap mu. Maafkan aku, tapi aku merasa sangat puas setelah aku mengungkapkan ini semua kepada mu Rey".


Reyhan mengusap wajahnya, lalu ia tersenyum menyeringai tidak menyangka wanita kotor itu akan menyatakan perasaan terhadapnya.


"Harus berapa kali lagi aku katakan kepada mu jangan gila jadi wanita? Apakah kamu tidak sadar kamu siapa? Atau apakah kamu tidak tau aku siapa?".


"Hentikan omong kosong mu. Sebaiknya kita jangan pernah bertemu lagi apalagi menghubungi ku".


"Kenapa Rey? Apa karna aku seorang wanita malam sehingga kamu tidak ingin bertemu dengan ku lagi?".


"Aku tidak punya alasan untuk bertemu dengan mu".


"Kamu yakin Rey? Kenapa kamu harus keras kepala seperti ini Rey? Aku sudah tau kamu siapa, dan aku juga baru tau kalau istri kamu meninggal duni....


Tuttt... Tuttt....


Secara sepihak Reyhan mematikan ponselnya, kemudian Naila menggeram mengepal kedua tangannya hendak melemparkan ponselNya di balik tembok kalau saja ia tidak langsung sadar apa yang harus ia lakukan.


"Bajingan! Bagaimana bisa dia berkata seperti itu kepada ku? Apakah dia tidak berperasaan? Aku berusaha untuk menghiburnya, tapi apa yang dia lakukan kepada ku? Dia malah mematikan ponselnya seperti ini. Bajingan! Dia benar-benar bajingan. Lihat saja nanti, aku tidak akan berhenti mendapatkan perasaan mu Reyhan Dirgantoro" Naila tertawa.

__ADS_1


Sedangkan Paris telah masuk ke dalam ruangan Reyhan membawakan sebuah kotak nasi yang Reyhan minta. Lalu ia melihat kekesalan di wajah Reyhan membuat ia bertanya ada apa dengannya. Tetapi Reyhan tidak menjawab, ia malah mengeram beberapa kali memukul kursi membuat Paris semakin penasaran ada apa yang sebenarnya.


"Tuan! Tuan baik-baik saja?".


Reyhan menatapnya.


"Ada apa tuan? Kenapa aku melihat kalau tuan sedang marah?".


"Hhhmmss... Wanita sialan itu. Bagaimana bisa dia berani berkata seperti itu kepada ku? Rasanya aku ingin membunuhnya sekarang juga".


"Siapa?".


"Naila, kamu tau dia?".


Tidak ada jawaban, Paris malah terdiam membuat Reyhan bertanya ada apa? Kenapa dia malah diam seperti itu? Namun Paris masih belum menjawabnya, ia tetap membisu hingga akhirnya Reyhan membuka nasi kotak yang ia suru bawa.


Kemudian Reyhan memakannya, dan ia masih melihat kepada Paris yang sampai sekarang terdiam. Tidak lama setelah itu, Paris pun menyambar miliknya juga, berkata.


"Maafkan aku tuan, aku tidak mengenal wanita itu siapa. Tapi wanita itu berhasil membuat aku mengingat seseorang yang sangat aku rindukan".


"Siapa?".


"Mantan kekasih ku".


"Mmmmm, kalau kamu penasaran kamu datangi saja dia dan lihatlah orangnya seperti apa. Siapa tau dia mantan kekasih mu".


"Tidak mungkin tuan, dia sudah meninggal dunia 7 tahun yang lalu".


Mendengar jawaban Paris, Reyhan langsung meminta maaf agar Paris tidak merasa sedih.

__ADS_1


__ADS_2