
Setelah selesai bertanya kabar, sekarang pengacara Okta membahas ke intinya. Apa yang harus mereka lakukan sekarang ini? Apakah Naya menerima seperti yang ia sedang rencanakan dengan membongkar semuanya kehadapan publik kalau sebenarnya Bagus bukanlah pewaris tunggal dari perusahaan Pelita grup yang sudah terkenal sampai ke bagian Asia.
"Sebenarnya aku juga berpikir seperti itu. Tapi Rian kemarin berkata kepada ku kalau kita membutuhkan dukungan dari orang salah satu perusahaan terdekat Pelita group".
"Maksud nona, apa nona sedang berusaha mendapatkan dukungan dari perusahaan CJ Group? dan perusahaan milik orang tua Reyhan?".
"Mmmm, karna jika kita hanya bergerak seperti ini saja. Aku yakin tidak akan ada yang dapat mempercayai ini semua. Karna itu aku mau kamu menunggu sebentar lagi".
"Baiklah kalau begitu nona, beritahu saya secepatnya kapan waktu yang tepat itu. Kalau begitu saya pergi dulu nona karena saat ini kita tidak boleh sampai ketahuan oleh mereka".
"Mmmm, berhati-hatilah. Hanya kamu harapan aku satu-satunya".
Begitu pengacara Okta pergi meninggalkannya, Naya menghela nafas legah akhirnya ia bertemu juga dengannya. Setelan itu ia pergi dari sana, ia kembali ke kasir membayar barang belanjaannya.
"Semuanya total 1.700.000 nona" ucap si petugas kasir. Naya kemudian memberikan kartu, lalu setelah membayarnya ia pergi meninggalkan swalayan menggunakan taksi.
Sesampainya ia di rumah, Naya melihat matahari semakin sore dan juga jam telah menunjukkan pukul 5. Ia lalu membawa semua barang belanjaannya ke dalam dapur dan menaruh apa yang seharusnya ia taruh di dalam kulkas.
"Hari ini aku memasak apa dulu?".
Kruk.. Kruk.. Kruk...
"Ooo, bagaimana bisa perut ku meminta diisi setelah aku... Oh iya aku baru sadar kalau aku belum makan" gumam Naya melihat barang belanjaannya berisikan sayur-sayuran dan yang lainnya. "Reyhan mau enggak yah makan dirumah?".
Berpikir sejenak, ia kemudian mencoba mengirim pesan kepadanya dengan sebuah foto.
"Rey, tadi aku belanja ke swalayan terdekat. Dan hari ini aku ingin memasak untuk mu! Kamu ingin dimasakkan apa Rey?" isi pesan Naya. Lalu ia meletakkan ponselnya, ia berharap kalau Reyhan akan membalas.
Ting!
Sedangkan Reyhan yang tengah sibuk dengan pekerjaannya, ia mendengar sebuah pesan masuk ke dalam ponselnya. Lalu menghentikan jemari tangannya sambil melihat kearah layar ponselnya kalau pesan itu berasal dari Naya.
Melihat itu, Reyhan tidak berniat membalasnya, namun karna rasa penasaran apa yang sedang Naya coba kirim kepadanya membuat ia akhirnya menyambar ponsel itu juga langsung membukanya melihat pesan tersebut berisikan gambar dan sebuah tulisan malam ini ia ingin dimasakkan menu apa.
Reyhan pun seketika tersenyum hanya melihat gambar dan pesan Naya. Entah kenapa pesan itu berhasil membuat ia merasa seperti dulunya saat Yolanda sedang menggodanya.
"Wanita bodoh ini!" ucap Reyhan dalam hati, ia lalu meletakan ponsel itu kembali diatas meja. Tidak lama setelah itu Paris memasuki ruangannya dan berkata kalau mereka semua sudah meninggalkan perusahaan.
__ADS_1
"Bagus" ucap Reyhan.
"Tuan! Apa tuan benar-benar akan menarik semua aset mereka? Sepertinya mereka tidak akan semudah itu mau memberikan harta yang selama ini mereka bangun".
"Kenapa? Kamu takut Paris? Lakukan saja seperti yang aku perintahkan kepada mu. Aku tidak peduli mereka siapa yang sudah berani bermain-main dengan ku".
"Baik tuan, aku akan lakukan seperti yang tuan perintahkan".
"Mmmm, kamu boleh lakukan sekarang juga".
Sekarang tinggal Reyhan kembali di dalam ruangannya. Ia bangkit berdiri dari kursi kebesarannya melihat kearah pemandangan kota yang di padati gedung-gedung tinggi.
"Siapa pun yang berani mengganggu ku. Aku akan melakukan hal yang pantas mereka terima".
Tok... Tok...
Tidak lama setelah itu, Reyhan mendengar suara ketukan pintu ruangannya membuat ia seketika melihat siapa orang yang baru saja melakukan hal tersebut.
Begitu ia melihat, orang itu adalah Rian yang tersenyum kepadanya.
Rian mendudukkan diri, lalu di susul oleh Reyhan.
"Ada apa?" tanya balik Reyhan.
"Aku mendengar kalau kamu baru saja memecat mereka. Kesalahan apa yang sudah mereka lakukan sehingga kamu marah besar seperti ini? Bahkan aku mendengar kalau kamu juga menarik semua aset yang mereka memiliki selama ini".
"Paris memberitahu mu".
"Bisa dibilang seperti itu".
"Kalau begitu dia juga sudah memberitahu mu alasan aku memecat mereka dari perusahaan ini".
Rian tertawa, "Tapi aku ingin mendengarnya sendiri dari mu. Apa itu benar? Wah, mereka sangat berani sekali melakukan hal konyol itu kepada seorang Reyhan. Kamu baik-baik saja Rey?".
Wajah Reyhan langsung terlihat kesal, ia merasa kalau Rian sedang mengejeknya bagaimana bisa selama ini ia lalai kepada beberapa orang tersebut meskipun pada akhirnya ia tau sendiri.
__ADS_1
"Sebaiknya kamu pergi saja! Aku tidak ingin melihat mu".
Rian tertawa kembali, "Kamu kasar sekali Reyhan. Baiklah kalau begitu, tapi sebelum aku pergi, aku ingin mengajak mu malam ini minum bersama ku. Kamu tenang saja, aku yang akan mentraktir mu".
"Aku sangat sibuk".
"Aaiisss... Ayolah Rey. Malam ini saja".
"Aku sangat sibuk Rian".
"Aku tidak perduli, malam ini juga aku akan menunggu mu di tempat biasa" setelah itu Rian meninggalkan ruangannya. Lalu Reyhan mengeluarkan ponselnya melihat jam telah menunjukkan pukul 6 sore. Dan ia pun melanjutkan pekerjaannya kembali.
.
Seperti yang Rian katakan tadi, ia telah berada di dalam sebuah bar tempat biasa ia kunjungi. Dan ia tengah menikmati segelas alkohol dengan kadar tinggi. Lalu si bartender berkata, "Kenapa kamu hanya sendiri saja? Biasanya kamu selalu ditemani wanita cantik" pria itu tersenyum mengejek.
"Malam ini aku tidak ingin ditemani oleh mereka" jawab Rian mengeluarkan ponselnya. "Ais, kenapa dia belum datang juga?".
"kamu menunggu siapa?".
"Teman ku. Sepertinya dia sedang perjalanan menuju kemari".
Sambil menunggu kedatangan Reyhan, Rian sudah beberapa kali meminta si bartender agar gelasnya selalu terisi hingga beberapa menit lamanya, orang yang ia tunggu akhirnya mendatangi ia juga.
"Apakah dia pria yang kamu tunggu?" si bartender menyadarkan Rian akan kedatangan Reyhan langsung di lihat olehnya.
"Hahahaha... Akhirnya kamu datang juga bro. Duduklah, berikan dia satu gelas seperti milik ku".
"Baiklah".
"Kenapa kamu lama sekali? Aku sudah menunggu mu 1 jam lamanya".
"Aku sudah mengatakan kepada mu pekerjaan ku sangat banyak" Reyhan menerima alkohol miliknya langsung meneguknya dengan sekali tegukan saja.
"Kamu terlalu fokus dengan pekerjaan sampai kamu lupa kalau kamu sudah menikah. Kamu juga harus memikirkan bagaimana caranya kamu bisa membahagiakan istri mu".
Reyhan tidak perduli, ia meneguk alkoholnya kembali.
__ADS_1
"Apa kamu sudah lupa kalau istri ku sudah meninggal?".
"Aaiisss, sudahlah Rey. Jangan mengingat orang yang sudah tenang disana. Lagian kamu sudah menikah lagi, dan istri baru mu tidak kalah jauh cantik dari mendiang istri mu. Mereka sama-sama memiliki paras yang sangat menawan. Aku menyukainya".