Aku Istri Pengganti Yang Tidak Dianggap

Aku Istri Pengganti Yang Tidak Dianggap
Bab 39


__ADS_3

1 jam telah berlalu, tidak lama setelah itu sang dokter yang mengoperasi Naya telah keluar dari dalam sana melihat anggota keluarga itu menunggu mereka di luar.


"Dokter, bagaimana keadaan menantu saya sekarang ini dok? Dia baik-baik saja kan dok? Menantu saya baik-baik saja?".


Sang dokter tersenyum, "Iya, kami sudah melakukan yang terbaik untuk pasien. Tapi sepertinya, pasien akan lama kembali pulih dan sekarang pasien mengalami koma sesaat".


"Apa? Maksudnya dok?" wajah anggota keluarga itu khawatir. "Tolong beritahu kami ada apa dok? Kenapa dokter mengatakan menantu saya mengalami koma sesaat? Maksudnya apa ini dok?".


"Maafkan kami. Sepertinya pasien mengalami stress gangguan jika sehingga mengakibatkan pasien untuk saat ini belum ingin membuka mata. Tapi kita berdoa saja agar pasien segera pulih".


"Stress dok? Kenapa bisa menantu saya stress dok?" Lidia lalu melihat kepada Reyhan yang hanya diam saja. "Rey! Kenapa istri kamu bisa stres?".


"Kalau begitu kami permisi dulu. Harap tenang saja dan banyak berdoa".


"Iya, terima kasih dokter" ucap Lukman membiarkan mereka pergi.


Sedangkan Lidia, ia tak henti-hentinya bertanya kepada Reyhan kenapa Naya bisa stress seperti yang baru saja dokter ucapkan.


"Sudah mah, jangan menyalahkan Reyhan seperti itu. Kita tidak tau apa penyebab menantu kita mangalami stres hingga sampai begini. Ayo, kita berdoa saja agar menantu kita baik-baik saja" Lukman membawa Lidia pergi dari sana, sedangkan Reyhan masih betah berdiri entah apa sekarang ini ia pikirkan.


1 jam kemudian.


Reyhan pergi meninggalkan rumah sakit, ia membiarkan kedua orangtuanya yang menunggu disana sedangkan ia kembali pulang kerumahnya dengan tubuh letih.


DDDRREETTTT... DDDRREETTTT...


Reyhan mendengar ponselnya berdering mendapatkan sebuah panggilan dari sang kakak yaitu Nessa.


"Ada apa?".


"Kamu dimana sekarang Rey? Kakak dengar Naya masuk rumah sakit? Apa itu benar?".


"Mmmmm, dia dirumah sakit sekarang".


"Terus kamu?".

__ADS_1


"Mama sama papa sudah disana".


"Kenapa kamu tidak disana juga Rey menemani istri kamu?".


"Naya koma kak. Keluarga tidak boleh lebih dari dua orang berjaga disana".


"Apa? Naya koma? Bagaimana bisa dia koma Rey?" Nessa kaget karna yang ia tau Naya masuk rumah sakit saja tetapi ia tidak tau kronologi ya seperti apa menimpa adik iparnya itu. "Sebenarnya apa yang terjadi Rey? Ayo beritahu kakak Rey".


"Aku juga tidak tau apa yang terjadi kak. Kejadian ini secara tiba-tiba. Naya mengalami luka tusukan dibagian perut atas dan sekarang pelaku sedang dalam pencarian".


"Apa?" kedua bola mata Nessa terbelanga tidak menyangka kalau Naya akan mengalami kecelakaan seperti ini. "Ya Tuhan! Kenapa harus seperti ini sih? Terus sekarang bagaimana keadaan Naya Rey? Apa sudah ada perkembangan".


"Tidak, pasien akan selamat dari koma jika pasien ingin membuka mata".


"Astaga! Kenapa bisa kejadian seperti ini harus terjadi lagi kepada mu? Hhhmmss.. Tapi semua akan baik-baik saja. Kamu banyak berdoa ya Rey".


"Mmmmm, terima kasih".


Setelah sambungan itu terputus, Reyhan meletakkan ponselnya sembari melihat foto pernikahannya dengan Yolanda yang begitu sangat cantik.



Reyhan berjalan menyentuh wajah Yolanda yang berada di album foto.


"Sampai kapan pun posisi kamu dalam hati ini tidak akan pernah tergantikan oleh siapa pun. Kamu akan selalu kucinta sampai akhir hidup ku seperti janji suci ku kepada mu sayang".


Setelan mengucapkan kata-kata tersebut, Reyhan menarik nafas panjang. Ia lalu kembali keatas tempat tidur langsung membaringkan tubuhnya hingga ia terlelap.


.


Rumah sakit...


Pagi harinya Lidia membuka mata, ia melihat sang suami tengah bersiap-siap kembali pulang kerumah karna ia juga harus berangkat ke kantor.


"Jam berapa sekarang pah?".

__ADS_1


"Jam 7 pagi mah. Maaf yah mah, papa tidak bisa menemani mama disini karna jam 9 nanti papa ada meeting. Tidak apa-apa kan kalau papa tinggalkan mama sendiri?".


"Tidak apa-apa pah. Mama akan disini menjaga Naya. Papa pergilah, nanti juga Reyhan akan kemari".


"Iya mah. Nessa juga nantinya akan kemari. Kalau begitu papa pergi dulu ya mah" mengucapkan kata-kata itu, Lukman tidak pernah lupa mencium kening sang istri dengan hangat. Setelah itu baru ia pergi meninggalkan ruangan Naya yang khusus mereka minta.


Kemudian Lidia tersenyum, ia berjalan mendekati bed tempat tidur Naya melihat menantunya itu benar-benar sangat pules dalam tidurnya.


"Saat tidur seperti ini saja kamu sangat cantik sekali sayang. Apa rasanya sangat sakit sehingga kamu tidak ingin membuka mata? Atau apakah kamu lelah menghadapi kehidupan ini sampai kamu tidak ingin melihat dunia ini untuk sesaat? Jangan seperti itu sayang! Kamu tidak boleh egois membiarkan orang yang mencintai mu dalam kesedihan. Kamu harus membuka mata yah, kamu tidak bisa menyimpan semuanya dalam hati. Mama siap mendengar keluh kesah mu".


Lidia menggenggam jemari tangan Naya.


"Tolong jangan tinggalkan kami sayang. Cukup hanya sekali saja kami kehilangan orang yang kami cintai dan itu adik kamu sendiri. Mama tidak mau kehilangan kamu juga, katakan kepada kedua orang tua kamu kalau kamu masih ingin bersama kami".


Lidia meneteskan air mata itu lagi. Sedangkan Reyhan yang baru tiba disana melihat Lidia menangis membuat ia langsung berkata.


"Jangan menangis seperti itu. Mama bukannya menghibur dia, mama malah membuat ia semakin sedih. Jangan lakukan itu".


Lidia lalu menghapus air matanya, ia melihat Reyhan berdiri disana membawa sebuah makanan dan juga buah-buahan segar.


"Mama makan dulu, sebentar lagi kak Nessa akan kemari".


"Emang kakak kamu tidak bekerja Rey?".


"Sepertinya tidak".


"Terus, bagaimana dengan mu? Apa kamu juga akan berangkat ke kantor? Kamu tidak mau menemani Naya dulu?".


"Tidak ma! Pekerjaan ku saat ini sangat menumpuk di kantor. Aku akan kemari lagi begitu pekerjaan ku selesai. Untuk saat ini mama dulu yang menjaganya".


"Kamu yakin Rey? Sebaiknya kamu juga disini bersama dengan mama. Siapa tau hanya mendengar suara kamu saja Naya akan mau segera membuka matanya. Kita tidak tau itu Rey, jadi mama mohon kamu disini lah. Biarkan Paris yang mengerjakan pekerjaan mu".


"Tidak bisa ma, aku tidak bisa meninggalkan pekerjaan ku. Begitu selesai, aku akan segera kemari. Aku pergi dulu ma, jangan lupa sarapan pagi".


Reyhan pun segera pergi meninggalkan ruangan Naya. Lalu Lidia melihat kepada Naya, "Maafkan anak mama ya sayang. Meskipun dia bersikap seperti itu, mama yakin dia sebenarnya tidak seperti yang kamu lihat dia luar".

__ADS_1


__ADS_2