Aku Istri Pengganti Yang Tidak Dianggap

Aku Istri Pengganti Yang Tidak Dianggap
Bab 42


__ADS_3

Seperginya mereka, Reyhan membuka jas yang melekat di tubuhnya sembari melihat kepada Naya yang masih terbaring di penuhi alat medis.


Lalu ia mendudukkan diri disamping Naya dan memandangi wajahnya.


"Bangun lah, kamu tidak punya waktu tidur seperti ini disini" Reyhan kemudian menyentuh jemari tangan Naya yang dingin. "Baiklah, sebisa mungkin aku akan mencoba membantu mu. Tapi sekarang kamu harus membuka mata. Rian sudah mengatakan kepada ku siapa kamu sebenarnya dan sekarang aku sedang memerintahkan Paris mencaritahu apakah kalian berdua sedang berbohong kepada ku atau tidak".


Mengucapkan hal tersebut, tidak lama setelah itu Reyhan merasakan sesuatu bergerak di jemari tangan Naya membuat ia tersenyum tipis.


"Ternyata kamu mendengar ku. Sekarang apa lagi yang kamu tunggu? Segera buka mata mu dan mari kita bicarakan ini baik-baik".


DDDDRRRTTT.... DDDDRRRTTT...


"Ada apa Paris?".


"Saya kesana sekarang juga tuan".


Paris mematikan ponselnya. Reyhan yang di perlakukan seperti itu membuat ia heran ada apa dengan Paris tidak seperti bisanya ia mematikan ponselnya secara sepihak setelah mengatakan saya kesana sekarang juga.


Hingga 1 jam kemudian Paris membuka pintu kamar ruangan Naya. Ia melihat Reyhan duduk di sofa melihat kepadanya dan bertanya ada apa dengan raut wajahnya yang serius.


"Tuan!" panggilnya.


"Iya? Kenapa Paris?".


Paris menarik nafas panjang, setelah itu ia memberikan sebuah dokumen di hadapan Reyhan. Dengan rasa penasaran, Reyhan pun langsung membukanya dan saat itu juga ia membulatkan kedua matanya melihat dokumen tersebut berisikan Pelita group milik keluarga Tarian dan juga jika Presiden Pelita group meninggal dunia. Maka semua aset perusahaan akan jatuh ke tangan putrinya yaitu Naya Tarian.


"Paris! Kamu mendapatkan ini dari mana?".


"Maafkan aku tuan. Aku mendapatkan ini dari majalah koran milik kakek ku yang masih tersimpan di rumah" jawab Paris.


Lalu Reyhan melihat dokumen itu kembali, dan ia benar-benar sangat tidak percaya kalau selama ini kedua mertuanya sudah sangat jahat melakukan hal sekeji itu kepada saudaranya sendiri dan juga kepada Naya yang selama ini mereka anggap sebagai orang asing.


"Sekarang apa yang akan tuan lakukan?".


Reyhan sejenak terdiam.


"Untuk saat ini tidak ada yang bisa aku lakukan Paris. Disini posisi ku hanya sebagai pendukung saja. Biar ini menjadi urusannya".


Paris melihat Naya, "Ia masih dalam keadaan koma. Lalu jika seperti ini, apakah semua akan baik-baik saja tuan?".


"Kita lihat saja nanti. Kamu boleh pulang, terima kasih sudah bekerja keras mencari dokumen ini".


"Iya tuan, kalau begitu aku permisi dulu".

__ADS_1


"Mmmm".


.


Sekarang Loiner berada di tempat ia dimana menyewa pembunuhan handal untuk segera mengakhiri hidup pengacara Okta yang sampai sekarang belum mereka temukan.


"Maafkan kami! Kami belum bisa menemukan orang ini" ucap si ketua pembunuhan tersebut.


"Tidak apa-apa. Sekarang aku ingin memberikan tugas baru untuk kalian".


"Apa itu?".


"Wanita itu, mulai hari ini aku izinkan kalian membunuh wanita itu tidak hanya menakut-nakutinya saja" Loiner mengeluarkan sebuah cek yang berisikan sejumlah uang banyak yang membuat mereka semakin tertarik hanya dengan melihat angka nolnya saja.


"Hahahaha... Kalau ini serahkan kepada kami saja. Kami akan mengikuti sesuai dengan perintah mu. Sekarang katakan dirumah sakit mana dia berada?".


"Di rumah sakit xx".


"Tapi ingat, kalian masuk kesana tidak akan mudah. Seseorang akan menjaga ruangan itu dengan sangat ketak dan ruangan itu akan di jaga selama 24 jam".


"Jangan khawatir! Apa kamu sedang meragukan kemampuan kami?".


"Tidak, aku percaya kepada mu. Dan juga kalian jangan lupa, begitu kalian membunuhnya segera lah menghilang dari negara ini. Karna mau sampai kapan pun kalian akan di cari polisi".


"Aaiiss... Dia sudah kami kirim jauh dan kamu juga tidak bakalan bisa mencarinya sampai ke ujung dunia sekali pun".


"Tunggu!".


"Ada apa lagi?".


"Lalu bagaimana dengan pengacara ini? Apakah kami masih perlu mencarinya?".


"Cari dia sampai ketemu. Kalau bisa langsung membunuhnya saja kalau di melawan sama seperti yang akan kalian lakukan kepada wanita itu".


"Baiklah, kamu bisa pergi".


"Mmmmm".


Kemudian mereka tertawa gembira begitu Loiner pergi melihat jumlah nol yang Loiner berikan kepada mereka. "Hahahaha... Kalau seperti ini. Kita akan kaya raya hahahaha... Malam ini kita akan bersenang-senang sebelum kita membunuh wanita itu. Ayo".


"Ok bos".


Di dalam mobil Loiner menghubungi nomor Bagus, ia lalu memberitahu ayahnya itu kalau ia sudah memerintahkan mereka membunuh Naya dalam waktu cepat.

__ADS_1


"Bagus! Katakan kepada mereka jangan sampai identitas kita terbongkar. Kalau kita sampai ketahuan, aku sendiri yang akan membunuh mereka".


"Aku sudah mengatakan seperti itu pah".


"Mmmmm".


Loiner pun segera pergi menjalankan mobilnya meninggalkan gudang tersebut.


.


DDDDRRRTTT... DDDDRRRTTT...


"Hallo!" jawab Rian yang sedang minum di dalam apartemennya. "Ayah?".


"Mmmm, kamu sedang dimana? Kamu lagi minum Rian?".


"Iya, aku sedang minum. Apa yang sedang ayah lakukan sekarang ini?".


"Ayah juga sedang minum. Tadi pagi ayah mendengar kalau nona Naya kecelakaan dan sekarang di rawat dirumah sakit. Apa yang terjadi Rian?".


"Ini semua ulah Loiner. Anak sialan itu sengaja ingin membunuh Naya. Dan sekarang aku tidak tau apa yang harus kita lakukan ayah. Aku ingin sekali mengungkapkan ini semua di hadapan publik. Tapi apa yang terjadi? Naya malah koma".


"Apa? Nona Naya koma?".


"Mmmm, dia koma ayah. Sekarang apa yang harus kita lakukan? Aku tidak tau mau melakukan apa disaat seperti ini. Rasanya aku ingin segera meninggalkan negara ini kembali ke Amerika".


"Bersabarlah. Sebelum kita berhasil mengembalikan semuanya kepada tempatnya kita tidak boleh meninggalkan negara ini. Itu sudah janji ayah kepada kedua orang tua nona Naya".


"Hhhmmss...!! Aku sangat lelah sekali".


"Ayah tau apa yang kamu rasakan. Lalu siapa yang menjaga nona Naya sekarang ini dirumah sakit?".


"Reyhan, di menjaganya disana".


"Kamu yakin dia bisa menjaga nona Naya dengan baik? Ayah khawatir orang suruhan mereka masuk ke dalam dan membuat nona Naya koma sampai selama-lamanya".


"Ayah jangan khawatir. Aku yakin Reyhan akan menjaganya dengan baik. Kalau begitu aku tutup dulu ayah. Tolong sehat selalu".


"Mmmm, istirahatlah. Kamu pasti sangat lelah sekali".


Rian mematikan ponselnya, kemudian ia meneguk alkohol itu kembali sampai habis dari dalam botolnya. Lalu ia melihat jam sekarang telah menunjukkan pukul 1:12 wib.


"Apa yang sedang Reyhan lakukan sekarang? Apakah dia benar-benar menjaganya? Aku khawatir Reyhan malah pergi meninggalkannya keluar".

__ADS_1


Rian menekan nomor ponsel Reyhan. Dan sambungan tersebut langsung tersambung tidak lama menunggu Reyhan mengangkatnya.


"Ada apa?".


__ADS_2