Aku Istri Pengganti Yang Tidak Dianggap

Aku Istri Pengganti Yang Tidak Dianggap
Bab 31


__ADS_3

Sepulang dari kantor, keduanya segera menuju tempat dimana pengacara Okta menunggu mereka. Namun saat mereka dalam perjalanan, Rian tiba-tiba merasa sedang di ikuti membuat ia menepikan mobil tersebut.


"Ada apa Rian?" tanya Naya.


"Tidak bisa, sepertinya perjalanan kita tidak boleh di lanjutkan".


"Apa? Kenapa?" Naya melihat kebelakang tidak melihat siapa-siapa disana. "Ada apa Rian? Apa kita sedang di ikuti?".


"Mmmm, sepertinya anak buah Loiner mengikuti kita".


Mendengar itu, Naya berdecak kesal mengiyakan perkataan Rian untuk tidak bertemu dengan pengacara Okta. Lalu Rian mengantar Naya pulang, dan sesampainya mereka disana, Naya melihat seorang wanita cantik berpakaian seksi berdiri di samping mobilnya membuat Naya penasaran siapa wanita itu.


"Kamu siapa?".


Bukannya menjawab, wanita itu malah balik bertanya kepada Naya siapa.


Kemudian Naya kembali bertanya dia siapa dan yang seharusnya menjawab pertanyaannya adalah dia yang tiba-tiba muncul disana.


"Bukankah ini rumah Reyhan?".


"Iya, terus?".


"Aku Naila, lalu kamu siapa? Dimana dia sekarang?".


Rian kemudian mendatangi keduanya saat ia melihat mereka terlihat sangat serius langsung bertanya siapa Naila datang kerumah ini mencari keberadaan Reyhan.


Naila berdecak kesal, "Aku Naila kekasih Reyhan. Terus kalian ini siapa?".


"Apa?" kaget Naya. "Kamu bilang kamu kekasih Reyhan?".


"Mmmm, kenapa? Cepat katakan dimana dia sekarang? Sedari tadi aku menghubungi dia tapi ponselnya malah tidak aktif. Karna aku mengkhawatirkan dia, aku terpaksa harus kemari untuk memastikan kalau dia baik-baik saja".


Tidak lama setelah itu, mobil Reyhan tiba disana. Lalu Reyhan keluar dari dalam mobil melihat mereka berdiri disana membuat ia heran ada apa dengan mereka.


"Kamu sudah pulang?" tanya Rian.

__ADS_1


"Sedang apa kamu disini?" Reyhan berjalan menghampiri mereka.


"Kamu mengenal wanita ini?" tanya Rian kembali melihat Naila tersenyum manis kepada Reyhan yang sedang melihat kepadanya. "Katanya dia kekasih mu. Apa itu benar?".


"Apa yang sedang kamu lakukan disini?" Reyhan bertanya membuat Naila semakin melebarkan senyuman di wajahnya.


"Kamu membuat aku khawatir Rey. Dari tadi aku menghubungi ponsel mu tapi ponsel mu tidak aktif. Jadi aku sangat khawatir dan karna itu juga aku datang kemari untuk memastikan kalau kamu baik-baik saja atau tidak. Kamu baik-baik saja Rey?" Naila berjalan mendekat kepadanya. "Aku sangat merindukan kamu Rey!".


Reyhan menatapnya datar, "Sebaiknya kamu pergi".


"Ye? Kenapa? Kenapa kamu tega mengusir ku Rey? Tidakkah kamu merindukan aku? Aku benar-benar sangat merindukan kamu Rey" Naila pura-pura menunjukkan kesedihan di wajahnya. Namun sama sekali tidak berpengaruh bagi Reyhan. Reyhan malah menyuruhnya pergi sekarang juga dari rumahnya, lalu pergi meninggalkan mereka.


Rian yang melihatnya dibuat tertawa, pria itu merasa lucu melihat kekesalan di wajah Naila yang memerah.


"Kamu sangat cantik! Tadi kamu katakan siapa nama mu?" Rian mencoba merayunya, namun rayuan Rian sama sekali tidak berpengaruh kepadanya. "Hahahaha... Kenapa? Apa aku tidak terlihat tampan di mata mu nona cantik? Ais, jelas-jelas aku jauh lebih tampan dari pria datar itu".



Lagi-lagi Rian menggodanya dengan senyuman manis yang ia terbitkan di wajahnya. Kemudian Naila mendekat, ia menatap kedua bola manik mata Rian dengan intens membuat Naila tersenyum mengikuti bagaimana Rian tersenyum kepadanya.


"Lumayan juga" ucapnya.


"Rian, sebaiknya kamu pulang saj.. Ooo".



Tanpa perduli Naya berada disana, Naila langsung menarik leher jenjang Rian memberikan sebuah kecupan yang begitu sangat fulgar di bibir seksi Rian dan juga lehernya.


Lalu Naya pergi meninggalkan keduanya.


Naila kemudian melepaskan bibirnya, ia lalu melihat Rian mengusap bibirnya dengan senyuman itu lagi ia terbitkan sambil melihat kepadanya.


"Boleh juga" ucap Rian. "Boleh aku mengetahui nomor ponsel mu?".


Naila tersenyum kembali, setelah itu ia masuk ke dalam mobil pergi meninggalkan Rian tanpa berniat memberikan nomor ponselnya.

__ADS_1


"Wanita itu!" gumam Rian tertawa dalam hati, setelah itu ia pergi juga dari sana.


.


Sedangkan Naya yang baru saja selesai membersihkan tubuhnya, ia mendudukkan diri di atas kursi meja riasnya sambil menatap pantulan wajahnya di depan cermin.


"Ada hubungan apa mereka? Kenapa wanita itu berkata kalau dia kekasih Reyhan? Apa selama ini Reyhan berselingkuh dari ku? Astaga!".


Naya mengusap wajahnya berulang kali, perkataan Naila tadi terngiang-ngiang di dalam benaknya dan entah kenapa ia sangat tidak suka sekali mendengarnya.


Lalu Naya bangkit berdiri, ia ingin mendatangi kamar Reyhan dan bertanya ada hubungan apa mereka yang sebenarnya? Namun sebelum ia kesana, Naya memikirkan apakah Reyhan akan menjawab pertanyaannya atau pria itu malah bakalan marah karna sudah berani mencampuri urusannya meskipun yang sebenarnya ia adalah istrinya.


Memikirkan itu semua Naya tersenyum dalam hati. Bagaimana bisa ia begitu sangat takut kepada suami ya sendiri hanya untuk menanyakan itu saja. Tetapi pada akhirnya Naya tetap mengurungkan niat hatinya ingin bertanya kepada Reyhan dan memilih istirahat saja karna ia sangat lelah sekali setelah satu harian berkerja seperti biasa.


.


Reyhan sekarang berada di balkon, ia sedang merokok dengan segelas Vodka di tangan kanannya dengan tatapan mata kosong.


Kemudian ia mendengar ponselnya berdering, namun ia sama sekali tidak berniat untuk menjawabnya dan membiarkan ponsel itu berdering sampai berulang kali.


Hingga dua botol Vodka telah ia habiskan, Reyhan mulai merasa pusing dan juga haus yang berlebihan. Ia lalu meninggalkan balkon keluar dari dalam kamar mencari minuman segar. Dan begitu ia tiba di dapur, ia melihat Naya berada disana dengan pakaian lurus tembus pandang membuat kejantanan Reyhan seketika menegang di bawah sana.


Kemudian Naya melihatnya, ia bertanya kenapa Reyhan melihatnya seperti itu dan bertanya apa yang sedang dia butuhkan.


Namun Reyhan tidak menjawabnya, pria itu malah berjalan mendekat kepadanya membuat Naya melihatnya heran bertanya ada apa dengannya.


Dan lagi-lagi Reyhan tidak menjawabnya hingga ia hampir saja terjatuh kalau saja Reyhan tidak langsung menahan tubuhnya.


"Ada apa Reyhan? Kenapa kamu melihat ku seper... Astaga! Kamu mabuk Rey?".


Dengan lembut Reyhan menyentuh wajahnya, ia menatap kedua bola mata Naya dengan hasrat kehausan yang selama ini ia tahan tidak pernah menyentuh wanita mana pun.


"Rey.. Aaakkhhh".


Reyhan membawa tubuh Naya diatas meja, kemudian menyentuh wajah itu kembali hingga perlahan-lahan jemari tangan Reyhan turun kebawah tepat di buat dada Naya yang menonjol begitu sangat menggodanya.

__ADS_1


"Rey! Kamu sedang mabuk" ucap Naya lagi menyadarkan Reyhan. Namun Reyhan tidak perduli, ia lalu menyentuh bibir ranum milik Naya berkata.


"Boleh aku menciumnya?".


__ADS_2