
"Mereka sudah pergi, sekarang jawab pertanyaan kami. Siapa orang yang sudah menyuruh kalian?".
Ia lalu melihat samping kiri kanan, ia terlihat begitu sangat takut sekali jika salah satu diantara mereka tau ia pasti akan di bunuh.
"Jangan khawatir, cepat beritahu kami maka saudara akan kami lepaskan. Dan orang yang sudah menyuruh kalian, kami akan segera menangkapnya".
Ia lalu menarik nafas panjang dan melihat si polisi itu kembali, "Saya tidak tau apa-apa pak. Hanya saja, saya ini sedang membutuhkan uang untuk biaya pengobatan istri saya yang sedang dirawat di rumah sakit. Saat itu saya sedang mencari pekerjaan, tiba-tiba seorang pria datang menghampiri saya, dan dia lalu berkata kepada ku.
Flashback.
"Kamu sedang membutuhkan pekerjaan?".
Ia melihat si pria tersebut, "Kamu ini siapa? Kenapa kamu tiba-tiba menawarkan pekerjaan kepada ku setelah aku bersusah paya mencari pekerjaan".
"Karna aku tau kalau kamu sedang membutuhkan pekerjaan makanya aku kemari menghampiri mu".
"Benarkah?".
"Ya! Sekarang kamu benar-benar mau dengan pekerjaan ini? Maka kamu akan mendapatkan uang yang banyak".
"Aku mau".
Ia pun mengikuti langkah kakinya masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan tempat ia duduk tadi hingga mereka tiba disebuah tempat yang terlihat begitu sangat ramai dikerumuni oleh orang-orang bermain judi dan lainnya.
"Tempat apa ini?".
"Ikutlah, jangan sampai kamu tertinggal".
Dan sekarang mereka berada di hadapan si pria itu, ia lalu melihat pria itu sedang menikmati segelas alkohol dan sebatang rokok di tangan kanannya.
"Bagaimana dengan orang ini bos?".
Ia melihat kepadanya membuat ia sangat ketakutan hanya di tatap seperti itu saja.
"Siapa nama mu? Aku perlu tau siapa namanya sebelum aku mempekerjakannya".
"Ayo jawab siapa nama mu".
"Joko, nama saya Joko".
"Joko?".
"Iya, nama saya Joko".
__ADS_1
"Baiklah, sekarang katakan apa tujuan kamu kemari? Apa kamu sedang membutuhkan pekerjaan atau kamu membutuhkan uang?".
Joko terdiam karna sebenarnya ia sangat membutuhkan kedua-duanya.
"Atau kamu membutuhkan dua-duanya? Hahahaha... Dari diam mu saja aku sudah tau kalau kamu sangat membutuhkan uang. Baiklah, aku akan memberikan kamu uang sebanyak yang kamu inginkan. Tapi, sebelum kamu mendapatkan uang itu, kamu harus bekerja dulu".
Joko sedikit kaget, "Katakan, apa yang harus aku kerjakan? Saya siap mengerjakan apapun demi uang".
"Hahahaha... Sepertinya kamu benar-benar sangat membutuhkan uang itu. Aku sangat menyukai mu" ia melihat si pria itu mengeluarkan selembar foto dari dalam laci lemari diatas meja. "Kamu lihat orang yang ada di dalam foto itu?".
"Iya, saya melihatnya".
"Kamu harus membunuh pria yang ada di dalam foto itu bersama dengan mereka" ia menunjukkan kepada orang yang akan menjadi rekannya. "Kamu melihat mereka kan?".
"I-iya, saya melihat mereka. Tapi, tapi saya tidak mau membunuh orang. Tolong berikan kepada saya pekerjaan yang lain".
"Hahahaha... Kamu benar-benar sangat bodoh sekali. Bukankah kamu ini membutuhkan uang yang cepat sama seperti dengan mereka?".
"Iya, saya sangat membutuhkan uang yang cepat, tapi tidak dengan membunuh".
"Benarkah?".
"Ya".
"Kenapa? Jawablah, kami tidak akan menganggu mu".
Hingga akhirnya Joko menjawab ponselnya, "Hallo!".
"Istri anda mengalami kritis dan harus segera dioperasi".
Mendengar hal tersebut, Joko langsung mematikan ponselnya melihat kepada mereka lagi dengan air mata menetes. "Baiklah, aku akan menerima tawaran kalian".
*******************
"Saya sangat menyesal pak hiks... hiks... Saya sangat menyesal. Tolong maafkan saya pak tolong maafkan saya".
Kemudian Reyhan dan Rian datang menghampiri mereka dan bertanya ada apa dengan pria itu dan kenapa ia hanya tinggal sendiri disana.
"Jika saudara Joko ingin meminta maaf, meminta maaflah kepada mereka. Karna mereka adalah korban kejahatan yang baru saja saudara Joko lakukan".
Ia pun langsung melihat kepada Reyhan dan Rian, "Tolong maafkan saya tuan, saya benar-benar sangat minta maaf".
Rian melihatnya, ia masih mengingat wajah pria tersebut diantara kelimanya yang tidak berani menyerangnya hanya mengikuti saja dari belakang.
__ADS_1
"Tolong tuan, tolong ampuni saya. Berikan saya satu kesempatan, kasihan istri saya sekarang dirumah sakit sedang dalam keadaan kritis tuan hiks.. hiks..".
Lalu sang polisi memberitahu mereka kalau Joko melakukan ini semua demi uang, demi biaya operasi istrinya yang sedang kritis.
"Benarkah?" tanya Rian.
"Iya tuan, saya mengatakan yang sebenarnya".
"Lalu bagaimana keadaan istri kamu?" timpal Reyhan bertanya. "Apa kamu berhasil mendapatkan uang mu?".
Joko menggeleng kepala, "Tidak tuan, kami semua akan mendapatkan uang itu ketika kami berhasil melakukan apa yang di perintahkan".
Keduanya membuang nafas, sedangkan Joko tah henti-hentinya menangis mendapatkan pesan dari rumah sakit jika istrinya tidak segera dioperasi. Maka ia akan kehilangan istrinya sampai selama-lamanya.
"Katakan, dimana istri mu dirawat" mereka langsung melihat kepada Reyhan. "Ada apa?".
"Kamu yakin? Bagaimana kalau dia berbohong mengarang semua skenario ini Rey? Jangan semudah itu percaya kepadanya. Kita tidak tau dia siapa".
Tetapi Reyhan tidak perduli apa yang baru saja Rian ucapkan, ia tetap memaksakan Joko untuk memberitahu dimana keberadaan istrinya sekarang di rawat.
Kemudian Joko melihat Rian, ia tau kalau pria itu masih marah kepadanya dan belum bisa memaafkan kesalahan besar yang ia lakukan.
Setelah itu Reyhan membawa Joko kerumah sakit, sedangkan Rian tetap berada di kantor polisi hingga mereka tiba dirumah sakit tersebut. Dengan langkah panjang, Joko berjalan paling depan menemui sang suster dan bertanya.
"Suster, bagaimana keadaan istri saya dok?".
"Maaf pak, kami tidak bisa melakukan apa-apa. Sebaiknya bapak temui saja dulu dokter yang menangani istri bapak. Akh iya, itu dokternya sudah datang pak".
Joko segera melihat kepada sang dokter, ia lalu memohon agar sang dokter mau menyelamatkan nyawa istrinya yang sudah bersusah payah selama ini berjuang hidup.
"Dokter, aku mohon dokter tolong selamatkan istri saya hiks.. hiks..".
"Maaf, kami tidak bisa melakukan operasi ini sebelum saudara pak Joko membayar semua biaya operasinya".
"Berapa semuanya?" Reyhan langsung bertanya dari belakang membuat mereka melihat kepadanya dengan wajah sedikit terkejut. "Apa kalian ini tidak mendengarkan saya?".
"An-anda ini siapa?" tanya sang dokter.
"Kamu tidak perlu tau saya siapa. Sekarang katakan berapa biaya untuk operasinya?".
Sang suster lalu memberikan formulir tersebut dihadapan Reyhan langsung ia terima dari tangannya dan segera melihat nominal nilai yang dibutuhkan sebanyak 250 juta.
"Apa ini semua sudah cukup?" tanya Reyhan.
__ADS_1
"Kamu memiliki uang sebanyak itu?" tanya balik sang dokter kepada Reyhan dengan rasa penasaran namun hanya dibalas senyuman menyeringai oleh Reyhan.