Aku Istri Pengganti Yang Tidak Dianggap

Aku Istri Pengganti Yang Tidak Dianggap
Bab 56


__ADS_3

1 minggu setelah Naya di pindahkan di kediaman keluarga Dirgantoro. Sedikit demi sedikit seperti yang pernah dokter katakan keadaan Naya semakin membaik dan itu membuat mereka semua senang tidak terkecuali Reyhan.


Namun di balik itu semua, kesenangan yang baru saja mereka rasakan kini kembali menegang setelah semua siara media televisi menayangkan keluarga besar Bagus yang sedang dilanda masalah.


"Pah! Maksud ini semua apa?" tanya Lidia terbelanga menatap Lukman tidak percaya kepada apa yang baru saja media ucapkan.


"Papa juga tidak tau mah apa maksud semua ini" jawab Lukman mengeluarkan ponselnya menghubungi nomor Bagus yang malah berada di luar jangkauan.


Sedangkan Reyhan yang ikut menyaksikan siaran langsung tersebut hanya diam saja. Dan dalam kediamannya ia tersenyum dalam hati.


"Reyhan! Apa maksud dari semua ini? Kenapa media tiba-tiba menyiarkan kalau Bagus bukanlah pemilik sah Pelita group dan pemilik Pelita group adalah saudara laki-laki yang telah Bagus bunuh sendiri. Apa maksud semua ini Reyhan?" tanya Lukman tidak mampu mempercayai apa yang ia dengar.


Tetapi Reyhan hanya mengangkat kedua bahunya saja, "Aku tidak tau pah. Tapi seperti yang aku dengar dan lihat dari media ya memang begitulah kenyataannya" jawab Reyhan tersenyum tipis.


Kemudian Lidia ikut bertanya, "Jawab mama jujur Rey. Apa yang terjadi? Sepertinya kamu tau sesuatu yang tidak mama dan papa kamu ketahui. Ayo katakan Rey. Apa yang sebenarnya terjadi?".


Reyhan menarik nafas, "Aku juga kurang tau apa yang sebenarnya terjadi. Hanya saja, aku sedikit tau mengenai informasi ini dari pengacara Okta".


"Pengacara Okta?" kaget Lukman kembali.


"Mmmmm, pengacara Okta. Papa mengenalnya?".


"Kalau tidak salah, dia pengacara Rizal bukan sih mah? Tapi bagaimana bisa dia muncul lagi setelah kematian mereka? Bukankah selama ini dia sudah menghilang?".


"Iya pah. Mama juga seperti ingat kalau pengacara Okta adalah pengacara Rizal mendiang kedua orang tua Naya. Terus, bagaimana bisa kamu tau tentang dia Rey? Kamu pernah bertemu dengannya?".


"Mmmm, minggu lalu aku bertemu dengan dia dan dia memberikan ini kepada ku" Reyhan menunjukkan flashdisk yang kemarin pengacara Okta berikan kepadanya. "Semua bukti kejahatan mereka ada di dalamnya dan aku sudah menontonnya".


"Apa?" sepasang suami istri semakin dibuat tidak bisa berkata-kata setelah Reyhan mengatakan semua bukti kejahatan Bagus ada di dalamnya. "Ja-jadi....


"Benar sekali. Orang yang sudah membunuh kedua orang tua Naya adalah mereka. Ayah dan ibu mertua yang sudah aku anggap sebagai keluarga ku sendiri yang sangat aku sayangi. Tapi setelah mengetahui semua apa yang mereka lakukan....." Reyhan menarik nafas kembali menatap keatas langit-langit. "Aku tidak tau harus mengatakan seperti apa. Kita lihat saja apa yang akan nantinya terjadi".


Lidia menjatuhkan tubuhnya diatas sofa, ia merasa seluruh tubuhnya bergetar tak karuan hanya memikirkan ini semua yang sampai sekarang belum masuk diakal olehnya.

__ADS_1


"Rey, apa sekarang kamu berkata yang sejujurnya?" tanya Lukman lagi untuk memastikan yang sebenarnya.


"Iya pah, aku menjawab yang seadanya kalau kebenarannya memang seperti ini. Dan sekarang pengacara Okta berada di pengadilan bersama dengan Rian".


"Rian?" Lidia langsung menimpali menyebut nama tersebut.


"Iya mah, Rian adalah putra sulung pengacara Okta yang sudah kedua orang tua Naya sekolahkan di luar negeri sampai ia menjadi seperti ini".


"Rian! Jadi selama ini Rian adalah mata-mata pengacara Okta?".


"Mmmmm, dia yang sudah membantu ayahnya selama ini".


Lidia kemudian menangis histeris melihat sang suami yang tidak bisa lagi mengatakan apapun itu mengenai Bagus untuk membelanya.


"Lalu sekarang apa yang harus kita lakukan pah? Semua masyarakat Indonesia pasti sudah tau kalau... Kalau Bagus membunuh saudaranya sendiri demi keinginan pribadinya pah. Mau ditaruh dimana lagi muka mama pah? Aaarrrkkkhh... Mama harus bagaimana pah?".


"Tidak hanya mama saja. Papa juga akan terkena imbasnya. Sedangkan kami baru saja menjalankan hubungan kerja sama dengan perusahaan xx. Sekarang papa tidak tau harus melakukan apa mah".


Reyhan lalu menerima panggilan dari Rian, dan langsung memberitahu Reyhan kalau polisi sedang menuju perusahaan Pelita group dan juga kediaman keluarga Bagus.


"Rian ma. Polisi sedang menuju lokasi".


"Maksud kamu?".


"Polisi sedang menuju perusahaan dan juga kediaman keluarga mereka. Aku pergi dulu".


"Kamu mau kemana Rey?".


"Aku ada urusan sebentar mah".


Setelah menjawabnya, Reyhan segera pergi meninggalkan mereka yang masih menegang sembari melihat ke layar televisi.


.

__ADS_1


BBUUAARRRR... BBBAAARRRR... BBBUUUNNGGGHHHH....


Di dalam ruangan sang Presdir Loiner berapa kali mendapatkan pukulan yang begitu sangat mematikan dari Bagus tanpa perduli kalau Loiner adalah putranya. Jika itu semua menyangkut perusahaan, maka ia tidak perduli kepada siapa pun.


"Maafkan aku pah.. Maafkan aku" Loiner hanya bisa mengucapkan kata-kata tersebut. Namun sama sekali tidak berpengaruh dengan Bagus yang sudah dilanda kemarahan yang berada diatas ubun-ubun.


"Jika pada akhirnya aku tau kinerja kamu seperti ini. Lebih baik kamu mati saja dari pada menyusahkan aku".


"Maafkan aku".


Bagus kemudian melemparkannya semua barang-barang milik Loiner yang berada diatas meja tanpa memikirkan berapa biaya yang Loiner keluarkan hanya untuk membeli itu saja.


"Dan sekarang semuanya sudah terlambat Loiner. Polisi pasti sedang menuju kemari".


Loiner mengangkat wajahnya, "Apa sebaiknya papa melarikan diri saja? Jika mereka kemari, mereka pasti akan membawa papa pergi".


"Tidak! Aku tidak akan pernah melarikan diri" ucap Bagus tersenyum menyeringai memutar tubuhnya menatap Loiner dengan tajam. "Sekarang pergi cari pengacara sialan itu sampai dapat".


"La-lalu bagaimana denga....


"Apa kamu tidak mendengar ku?".


"Baiklah, aku akan mencarinya sekarang juga" Loiner segera pergi meninggalkan ruangan tersebut tanpa sepengetahuan oleh siapapun karna ia mengunakan lift rahasia sampai ke lantai bawah tanah.


"Sial! Aku yakin ini semua pasti gara-gara Reyhan juga. Awas saja kamu Reyhan, aku akan membalas mu setelah apa yang kamu lakukan terhadap keluarga ku. Aku benar-benar akan membalas mu" ucap Loiner dalam hati hingga kini ia berada di dalam mobil. Setelah itu ia segera menjalankan mobilnya mencari tahu dimana keberadaan pengacara Okta sekarang ini dibantu oleh orang yang sudah membuat hidup Naya seperti ini.


DDDDRRRTTT... DDDDRRRTTT....


"Kalian dimana sekarang?" tanya Loiner.


"Ada apa? Kami sedan...


"Ada pekerjaan yang harus kalian kerjakan. Datanglah, aku akan menunggu di tempat xx. 15 menit aku akan segara tiba disana".

__ADS_1


"Baiklah, kami akan menunggu mu disana".


Begitu mereka mematikan panggilan Loiner, ia pun semakin menancapkan pedal gas mobilnya menuju lokasi yang baru saja ia ucapkan tanpa peduli dengan jalanan yang sedikit padat. Namun karna Loiner sudah terbiasa membawa mobil dengan kecepatan tinggi, pada akhirnya ia berhasil lolos dari kepadatan kendaraan tersebut hingga ia tiba di lokasi.


__ADS_2