
Raj terus memperhatikan kedua gadis itu, yang seakan tak memperdulikan sekitar mereka.
Bahkan keduanya tersenyum senang, hingga tanpa di duga hujan turun dengan deras.
Kinjal lari untuk berteduh, sedang Raina masih belum berhenti, melihat tarian itu tak sempurna.
Raj datang dan mulai menari bersama Raina, bahkan kedatangan tak membuat Raina kaget.
Tapi akhirnya tarian mereka selesai saat keduanya malah fokus saling memandang dan berpelukan erat.
detak jantung Raina seakan berdetak kencang.
Begitupun dengan Raj yang juga mengalami hal yang sama, kemudian tanpa di sadari, Raj mencium pipi Raina.
Setelah itu dia pergi begitu saja meninggalkan Raina yang masih diam karena ciuman itu.
"Aku baru pertama kali melihat kakak ku Raj begitu pintar menari seperti tadi," kata Kinjal yang lari dan memeluk Raina.
Gadis itu menyadarkan Raina yang terdiam seperti patung, dan beruntung mereka tak jatuh.
Tapi sekarang Keduanya malah kedinginan karena Hujan-hujanan jadilah kini mereka sedang duduk menikmati susu kunyit untuk menghangatkan tubuh.
"Ini yang kalian dapat saat main hujan, enak bukan," kata Raman yang sibuk mengerjakan tugasnya di ruang tamu.
"Kamu menyebalkan sekali sih, sudah kakak ipar jangan bantu dia mengerjakan tugas akhirnya, habis nyebelin," kesal Kinjal.
"Tidak bisa, karena kakak ipar janji akan membantuku saat aku membelikan jalebi," jawab Raman.
"Kenapa kamu jam segini makan manisan, itu tak baik," kata Raj yang turun dan mengambil jalebi itu
"Ya... aku mau mencobanya satu saja, setelah itu bebas mau di apakan, please..." mohon Raina dengan muka memohon seperti anak anjing kecil.
"Baiklah, tapi kali ini saja, lain kali jika ingin beli seperti ini jangan pulang malam, kasihan kakak ipar mu harus makan gila jam segini," tegur Raj.
"Iya kakak, maafkan aku," jawab Raman.
Tapi saat Raina sudah memakan manisan itu, tenyata terlalu manis untuknya itu sangat tidak cocok untuk dirinya.
__ADS_1
"Mau lagi?" tawar Raj.
"Tidak aku tak suka rasa yang terlalu manis seperti ini," jawab Raina yang membuat mereka semua orang heran.
Karena biasanya orang akan sangat suka manisan dan tak akan bisa berhenti untuk tidak memakannya.
Tapi berbeda dengan itu, Raina ini memiliki kesukaan yang mirip dengan Raj.
Jadi kedua orang ini sangat pas jika bersama, Raj belum mengatakan pada Raina tentang kunjungan kerjanya ke Dubai
Dan dia tak ingin membuat Kinjal heboh dan merengek untuk ikut, karena mereka kesana bukan untuk liburan.
Tapi untuk kerja karena ada rapat tahunan tentang laporan saham pertambangan minyak itu.
Kenapa Raina harus ikut, karena sekarang dia memiliki saham yang cukup besar bersama dengan Raj.
Akhirnya malam itu mereka beristirahat, tanpa terasa hingga pagi datang.
Raina merasa sesak saat ingin bangun ternyata Raj memeluknya saat tidur.
Saat dia ingin menyingkirkan tangan suaminya perlahan, Raj memeluknya makin erat.
"Oh ya aku juga hampir lupa, Minggu depan kita harus ke Dubai, dan kamu harus menghadiri acara saham itu bersama ku, karena sekarang kamu yang memegang saham dua perusahaan besar itu, menggantikan ibu mu," kata Raj yang masih menutup mata.
Raina pun tak menjawab karena dia tak bisa bergerak dan membeku diam.
"Kamu tidur?" tanya Raj.
"Tidak, maksudku baiklah aku akan ikut dengan mu," jawab Raina.
"Tapi kenapa kamu begitu kaku, santai saja," jawab Raj yang merasakan tubuh Raina.
"Maaf ya suamiku, aku tak pernah di peluk seorang pria dari kecil," kata Raina.
"Ayah mu tak pernah menekuk mu?" tanya Raj.
"Tidak pernah karena bagi ayah, hanya kak Rena yang bisa membuatnya bangga, bahkan saat kelulusanku saja hampir saja ayah tak datang karena dia mengantarkan kak Rena yang pura-pura sakit ke dokter," jawab Raina yang tanpa sadar meneteskan air mata.
__ADS_1
"Sekarang aku bersumpah atas nama kedua orang tuaku, aku akan selalu ada di sisi mu, dan menjadi orang yang selalu memeluk mu," kata Raj yang membuat Raina terisak.
Akhirnya mereka turun telat dan Oma Lela melihat ada sesuatu yang beda dari Raina.
"Kenapa kalian bangun kesiangan, kalian tau benar jika di rumah ini wajib bangun pagi meski weekend," kata Oma Lela.
"Oma berilah kami kelonggaran satu hari saja, lihatlah mereka semua yang kasihan, terlebih kami yang pengantin baru ini," kata Raj merangkul Raina
Mendengar itu Raina malu dan wajahnya memerah, entahlah apa yang langsung di pikirkan Leh semua orang.
"Baiklah kalau weekend kalian bebas, dan jika ingin berdoa pagi hari juga tak masalah," kata Oma Lela.
"Aku sayang nenek," kata Kinjal yang memang paling sulit bangun saat weekend
"Baiklah kalau begitu,sekarang izinkan kami pergi, karena kami ingin makan di luar," kata Raj.
"Baiklah, tapi ajak istrimu itu belanja kain sarre agar saat ada pesta di keluarga kita dia bisa menunjukkan siapa keluarganya," kata Oma Lela
"Siap nenek,"
Raj dan Raina pun berangkat dan tentu ada Rohan yang tak ketinggalan sebagai supir pribadi.
Karena dia tak ingin Raj dan Raina terluka saat sedang jalan berdua.
Mobil menuju ke sebuah mall, sebelum mulai belanja mereka berdua memilih makan di restoran Amerika.
Raina merasa sangat senang saat bisa makan burger itu, karena baginya makan burger itu seperti dosa besar.
Tak di lakukan itu mengiurkan, dan saat di lakukan seperti telah melakukan hal yang sangat buruk hingga tak termaafkan.
Setelah makan mereka pergi ke toko perhiasan dan juga toko kain, saat di toko itu.
Raina pun di buat pusing karena pilihan yang begitu banyak, terlihat Raj fokus memilik beberapa model untuk istrinya.
Dia menaruh kain sarre di pundak Raina, dan yang terlihat bagus dan cocok akan langsung di suruh bungkus.
"Hentikan suamiku, itu sudah banyak lima kain sarre itu cukup, karena aku akan jarang mengenakannya," bisik Raina.
__ADS_1
"Baiklah terserah dirimu saja," jawab Raj.