Aku Mencintaimu, Tuan Malhotra

Aku Mencintaimu, Tuan Malhotra
pesta pertama kali


__ADS_3

Raina mengirimkan pesan pada Salwa, dia tak mau mencari kado sendirian, karena Rohan itu juga akan ikut ke dalam pesta itu.


jadi dia dan Salwa harus membawa kado tentunya karena mereka tak mungkin datang dengan tangan kosong bukan.


"kamu tak ingin aku ikut sayang?" tawar Raj yang sebenarnya ingin mengikuti istrinya itu.


"anda boleh ikut tuan, tapi harus mau jadi pengawal bersama Rohan,apa mau?"


"boleh deh, untuk kali ini," jawab Raj yang tak tau apa yang akan terjadi.


"aku jamin kamu akan menyesal," gumam Raina.


"apa sayang, kamu mengatakan sesuatu?" tanya Raj yang seperti mendengar sesuatu.


"tidak ada, aku mau bersiap dulu, dan mengambil tas," jawab Raina yang naik ke lantai dua.


sedang Salwa yang baru selesai sarapan juga tersenyum dan mengiyakan ajakan Raina.


"ada apa sayang, kenapa kamu begitu senang?" tanya Rohan.


"aku di ajak mencari kado untuk pesta ulang tahun orang tua kak Tania, tapi aku jawab memang aku di ajak Suamiku," kata Salwa yang membuat Rohan terkejut.


"tentu saja, sebenarnya aku akan mengajak mu setelah sarapan ini, tapi karena kakak ipar mengajak mu jadi tak masalah, pergilah tapi boleh aku ikut?" tanya Rohan.


"tentu saja boleh, tapi harus mau jadi pengawal hari ini, apa bisa?"


"baiklah, sekarang kita siap-siap," kata Rohan yang mengambil kunci mobil


"aku sudah siap, tinggal mengunakan sindur, dan aku berharap kamu mau memakaikannya untuk ku," kata Salwa.


dengan senang hati, Rohan memakainya Sindur di belahan rambut istrinya yang sudah tergerai indah itu.


mereka pun berangkat menuju ke rumah mewah keluarga Malhotra, dan terlihat kedua orang itu sudah siap.


"Salwa pindah ke belakang," perintah Raj.


"baik kakak ipar," jawab Salwa yang kini duduk bersama Raina.


ternyata Raina ini membawa banyak Adam jawa dan itu membuat Salwa ikut makan.


dan anehnya Raina tak marah, beda dengan halnya jika Raj yang mengambil asam itu dan ikut memakannya.


bisa ngambek tujuh hari tujuh malam, Rohan yang menyadari raut wajah kakaknya itu hanya ingin tertawa saja.


mereka sampai di sebuah mall yang cukup besar di sana, pertama-tama mereka datang ke sebuah toko perhiasan yang paling besar.


mereka melihat satu set perhiasan untuk hadiah, dan membelikan jam tangan untuk ayah dari Tania.


setelah mendapatkan apa yang di butuhkan untuk hadiah, Raina mengajak salwa kesebuah toko gaun.


"Kuta beli sarre atau tidak gaun yang bisa di gunakan untuk pesta nanti malam,"


"sepertinya tidak usah, aku masih banyak memiliki sarre yang tak pernah aku gunakan," kata Salwa.

__ADS_1


"dan aku jamin itu sudah sangat buluk, ayolah aku tau dirimu yang sangat hemat, tapi tolonglah pikirkan siapa suami mu," kata Raina.


"baiklah kamu menang," kata Salwa.


Raina yang mendapatkan persetujuan pun langsung tersenyum senang.


dia langsung menuju ke tempat beberapa sarre yang terbaru, dan kini dua pria itu hanya menunggu di luar toko karena di dalam sangat penuh.


Raina memilih sarre berwarna.tak terlalu terang dan terlalu gelap, karena dia tau jika sahabatnya itu menyukai sarre yang berwarna soft.


dan malam nanti mereka sepakat mengunakan sarre berwarna biru muda.


begitupun baju yang di kenakan oleh suami mereka nantinya, setelah selesai memilih sarre mereka keluar dari toko.


"sudah, atau masih cari yang lain lagi?" tanya Raj.


"entahlah aku masih mau berkeliling mencari yang lain, oh ya parfum belum loh," kata Raina.


akhirnya seharian ini mereka berkeliling mall, setelah itu mereka berhenti di restoran.


bahkan belanjaan mereka sangat banyak, Salwa sampai merasa tak enak karena Raina benar-benar membelikan semuanya untuk dirinya.


"kali ini boleh aku yang membayar makanannya, aku tak enak karena terus mendapatkan hadiah sebanyak tadi," kata Salwa memohon.


"kenapa tak enak, kamu ini seperti dengan siapa saja, aku membelikannya karena kemarin pernikahan kalian terlalu sederhana, belum lagi hantaran yang di berikan juga tak banyak karena mendadak, dan kalian tak boleh protes, mengerti," kata Raina tegas.


"tapi ini terlalu banyak,"


"tidak boleh membantah, karena aku kakak ipar mu, mengerti," kata Raina yang membuat Salwa diam.


"wanita pintar, sekarang aku minta jaga Rohan sebaik mungkin ya, karena dia adalah pria yang pantas untuk di sayangi," kata Raina.


"itu pasti," jawab Salwa.


Raj tersenyum dan mengangguk, dan Rohan merasa senang memiliki keluarga yang begitu baik seperti ini, "terima kasih kak,"


"ayolah kita ini saudara, dan seorang kakak tak butuh ucapan terima kasih dari adiknya, terlebih kamu sudah bersama ku dari dulu," kata Raj.


mereka bertiga makan kemudian setelah selesai memutuskan pulang, ternyata Oma dan orang tua dari Raina sudah membeli hadiah juga.


Rohan pulang bersama dengan Salwa, dan dia merasa begitu senang saat ini.


"apa kamu perlu ke salon, jika iya aku akan mengantar mu," tawar Rohan yang ingin istrinya itu terlihat cantik.


"tidak perlu, aku akan merias diriku sendiri dan tenang saja aku tak akan membuat mu malu," kata Salwa.


"aku tau itu," jawab Rohan.


sedang Raina sudah di panggilkan seorang make-up artist tapi sayang dia tak cocok dengan make-up tebal.


jadi dia meminta untuk di tata rambut saja, meskipun begitu dia tak sepenuhnya melepas wanita itu.


karena rambutnya bisa menjadi sesuatu yang aneh nantinya, "sudah tolong di buat simpel tanpa di catok atau di keriting dengan obat, jika tak bisa pulang saja," usir Raina yang kesal.

__ADS_1


bagaimana bisa orang salon besar dan terkenal itu, pasalnya dia sedang hamil dan wanita itu membawa obat-obat yang tak wajar saja baginya.


Raj kaget melihat orang yang di panggil oleh ona di usir oleh istrinya, "sayang kenapa?" tanya Raj.


"dia mengunakan obat yang tak baik untuk ibu hamil, dan dia terlihat seperti orang yang pertama kali bekerja, aku kesal karena rambutku jadi seperti mie begini, aku gak mau ikut ke pesta," marah Raina.


"apa!! jangan begitu sayang, jika kamu tak pergi, aku juga tak ingin di sana, kita cari salon lain," kata Raj.


"tidak mau, aku tak suka dengan semuanya, pergi..." usir Raina.


Raj kaget mendengar hal itu, bagaimana bisa istrinya jadi seperti ini, dia juga tak bisa menyalahkan Oma Lela.


bagaimana pun jaman ona dan jaman sekarang berbeda, Raina sedang mencuci rambutnya yang sudah terlanjur terkena obat.


"kenapa Raj, kenapa orang salon di usir oleh Raina, apa dia tak mau ikut ke pesta? ini kan pesta orang tua Tania," kata Oma Lela.


"bukan begitu om, orang itu sepertinya orang baru, dia membawa obat yang tak cocok untuk ibu hamil, dan dia berhasil membuat Raina marah karena rambutnya di buat keriting seperti mie instan," kata Raj


"apa... wah salon ini tak becus ternyata," gumam oma Raina.


"biar ibu lihat ya, tak mungkin jika kalian tak datang," kata Bu Rahayu yang khawatir.


"itu akan sulit Bu, karena sekarang dia sedang sangat marah," kata Raj.


beruntung Salwa dan Rohan datang lebih awal, wanita itu terlihat sangat cantik dengan rambut yang di sanggul simpel.


"loh kakak ipar belum turun," tanya Rohan


"dia mengalami sedikit insiden, dan sekarang marah tak mau ikut datang ke pesta," jawab Raj memijat kepalanya.


"biar aku lihat," kata Salwa.


"iya, kalian dulu sahabat, tolong bujuk dia ya Salwa," kata Bu Rahayu.


dia mengangguk dan langsung masuk kedalam kamar, ternyata Raina melemparnya dengan bantal.


"mau apa!!"


"sini aku bantu untuk menata rambut mu kakak ipar, jika tidak mau ke pesta tak masalah, tapi bayangkan kalau ada wanita muda yang menggoda kakak ipar Raj, ah... dia kan masih tampan dan seksi," kata Salwa.


"baiklah aku ikut, tapi rambut ku membuatku kesal," kata Raina.


"tenang saja," jawab Salwa yang mengikat rambut Raina menjadi rapi dan malah terlihat sangat bagus.


tak lupa memberinya hiasan kepala, setelah selesai mereka berdua turun, dan penampilan Raina membuat senyum merekah di wajah Raj.


"kamu cantik sayang,"


"kalau tak cantik tak mungkin bisa membuatmu tergila-gila," ketus Raina.


mereka semua berangkat ke pesta, dan saat sampai mereka menjadi pusat perhatian karena dua pria di keluarga Malhotra kini datang dengan pasangan masing-masing.


dan yang membuat semua orang heran adalah para wanita itu bukan berasal dari negara ini.

__ADS_1


tapi itu tak menjadi kendala bagi mereka, toh kehadiran mereka saja sudah membuat semua orang kagum.


__ADS_2