Aku Mencintaimu, Tuan Malhotra

Aku Mencintaimu, Tuan Malhotra
liburan atau bekerja


__ADS_3

hari keberangkatan Raina dan Raj sudah di tentukan, siang itu Raina merasa sedikit bingung karena mereka benar-benar mengemas semuanya.


"apa kita benar-benar akan pindah ke kota kelahiran ku?" tanya Raina masih belum percaya.


"itu benar, jadi semuanya sudah di siapkan di sana, samar akan mengurus semua di Surabaya, sedang kita harus fokus di Dubai untuk dua Minggu ke depan, jadi tak usah khawatir," jawab Raj.


"baiklah Suamiku," jawab Raina.


mereka pun mulai turun membawa koper dan bersiap untuk pergi ke bandara bersama dengan Rohan.


sebelum pergi, Tania memastikan semua sudah di bawa, terutama dokumen penting yang di perlukan.


"Rohan nanti juga ikut pindah juga?" tanya Raina.


"tentu saja nona, karena saya adalah asisten kepercayaan dari pak bos," jawab Rohan tersenyum.


"sudah sekarang kita berangkat," kata Raj yang menarik koper miliknya.


tapi Oma Lela menghadang mereka bertiga, "sebelum pergi, kalian harus berdoa dulu, Raina sayang berdiri di samping suamimu,"


"baik nenek," jawab Raina yang berdiri di samping Raj.


setelah di doakan, kini giliran Rohan, dan mereka pun di izinkan pergi, tapi tak lupa Raina memeluk Oma Lela dan juga Kinjal.


mobil mewah itu membawa ketiga orang itu ke Dubai untuk melakukan pekerjaan.


sebenarnya pakaian Raina tadi sebelum berangkat dia menggunakan sarre yang di lapisi blazer.


karena bagi dirinya menjaga adat istiadat dari keluarga suaminya itu menjadi kewajiban.


mereka sampai di bandara, tapi Raina izin untuk berganti baju dan membuat Raj kaget.


pasalnya wanita itu berganti mengunakan baju yang lebih modern dengan celana panjang kain dan kemeja.


itu membuat Raina terlihat sangat cantik, dan mereka berjalan bersama untuk naik ke pesawat yang akan membawa mereka.


selama di dalam pesawat, Raina sangat sibuk untuk memeriksa beberapa laporan dari asisten ibu Rahayu.


dia melihat setiap detailnya karena dia tak ingin ada masalah saat ada rapat nantinya.


karena jika di gabung dengan saham milik suaminya, maka mereka menjadi pemegang saham terbesar di perusahaan pertambangan minyak itu.

__ADS_1


"tak usah khawatir tentang semuanya Raina, biar aku yang mengurusnya nanti," kata Raj.


"aku tak memungkirinya, tapi aku juga sedikit harus tau kan, karena ada sesuatu yang begitu besar sedang menunggu kita," kata Raina tersenyum


seorang wanita berjalan layaknya seorang model di bandara Dubai, dia adalah Rena.


dia mengunakan baju yang cukup terbuka, pak Sunjoyo dan Bu Rahayu tak mengerti dengan tingkah putri pertamanya itu.


"kenapa sekarang aku merindukan Raina, dia akan selalu berteriak saat berada di bandara, mama itu ada burger keju, boleh aku beli," kata Bu Rahayu yang menghapus air matanya.


"tenanglah ma, nanti kamu akan bertemu dengannya," kata pak Sunjoyo.


"mama boleh aku membeli burger keju itu," teriak seseorang yang membuat Bu Rahayu menoleh dan terkejut melihat sosok putri keduanya itu.


"Raina!" panggil Bu Rahayu dengan senang.


keduanya berpelukan dengan sangat erat, sedang Raj menyapa mertuanya begitu pun dengan Rohan.


sedang melihat sosok Raj di belakang Raina, Rena langsung bergegas untuk menyapa pria itu.


"hai Raj, kamu tak ingin menyapa ku," kata Rena yang langsung memeluk pria itu.


tapi Raj menghindar, "maaf aku tak terbiasa di peluk orang asing, ayolah istriku berhenti melupakan suamimu ini," kata Raj pada Raina.


Rena pun terlihat tak suka, bagaimana bisa, padahal dia lebih dari segalanya dari Raina.


tapi Raj terlihat begitu mencintai adiknya yang bahkan dari segi kecantikan menurutnya sih biasa-biasa saja.


"kalian menginap di hotel mana?" tanya Raj.


"di sekitar tempat rapat, kalau kalian?" tanya pak Sunjoyo


"aku tentunya tinggal di rumah pribadi milik keluarga di sini, meski sedikit jauh tapi aku sangat ingin memiliki privasi," kata Raj.


mendengar ucapan sati Raj, Rena pun memiliki ide, "kenapa kita harus ke hotel jika kita bisa tinggal bersama, bukankah akan sangat menyenangkan jika kita tinggal bersama sebagai keluarga," usul Rena.


"tentu saja, tapi jika kalian tak keberatan dengan suara aneh yang akan di dengar saat malam hari, aku tak masalah, benarkan sayang," kata Raj memeluk pinggang Raina.


"iya suamiku," jawab Raina.


tak butuh waktu lama mereka pun berangkat menuju ke rumah pribadi milik Raj.

__ADS_1


saat sampai rumah itu bagai istana yang begitu besar, bahkan banyak pelayan yang menyambut kedatangan mereka.


"ini adalah salah satu rumah dengan ukiran paling besar di pulau kurma, jadi nikmati waktu kalian sebaik mungkin," kata Raj.


"kalau begitu aku mau lihat kamar di atas," kata Rena dengan tak tau malunya.


"ah maaf nona, tidak ada yang boleh sembarangan naik ke lantai atas, karena itu adalah ruang pribadi tuan dan nyonya," kata pengawal dan pelayan.


"apa, terus kamar kami?" tanya Rena.


"tentu saja di bawah, di area bawah ada lima kamar dan kamu bebas memilih di antara empat yang lain, karena salah satu dari kamar itu adalah milik ku," kata Rohan yang ternyata memiliki kamar dengan view laut.


Rena pun memilih kamar paling dekat dengan ruang tengah, dan dia dapat melihat Raina naik bersama Raj


"Ku akan merebut kembali apa yang harusnya jadi milikku, karena dia awalnya akan jadi Suamiku, maka aku pastikan aku akan memilikinya," gumam Rena yang langsung masuk kedalam kamar itu.


Raina kaget saat naik ke lantai dua, ternyata semua fasilitas di lantai itu sangat mewah.


mulai dari pemandian air hangat yang luas hingga seperti kolam pribadi.


kamar utama yang juga tak kalah luasnya, hingga mungkin akan lelah jika berlarian di dalamnya.


sedang semua keperluannya juga sudah tersedia di walk in closed.


"semua ini?"


"semua ini milik tuan dan nyonya Malhotra,jadi nikmatilah semuanya selama kita di sini," terang Raj.


Raina pun mengangguk dan setelah bersih-bersih dia memutuskan untuk turun dan melihat makan malam apa sudah siap.


"tenang nyonya, semua sudah saya atur, anda silahkan nikmati liburan anda," kata kepala pelayan dengan hormat.


"baiklah, tapi tolong berikan aku dua kopi hitam untuk diriku dan suamiku,"


"baik nyonya, tapi anda silahkan naik dulu biar nanti kami antar," kata kepala pelayan itu.


"tidak bisa, karena suamiku ingin aku yang membawakannya ke kamar, jadi tolong buatkan sekarang, karena harus aku yang membawanya," kata Raina.


"baiklah nyonya, biar saya buatkan dulu," jawab kepala pelayan.


karena hanya dia yang di izinkan menyentuh semua makanan yang akan di suguhkan pada Raj.

__ADS_1


tentu setelah di masak, maka dia yang akan mencicipinya setelah di pastinya semuanya aman.


__ADS_2