
Vans pun menjual wanita yang sudah dia biayai untuk merubah wajahnya itu, setidaknya Raj akan punya uang banyak dari wanita itu.
"terima kasih bos, senang berbisnis dengan mu," kata Vans yang kini memutuskan untuk pergi dari negara itu dan memulai berjuang kembali agar bisa sukses agar bisa membalas Raj.
malam itu tak sudah menikmati bibir seksi istrinya, hingga tiba-tiba suara gaduh menghentikan aktifitas mereka.
"siapa yang memecahkannya barang sayang," kata Raina yang menghentikan aksi suaminya itu.
"mungkin para pelayan, sudah biarkan saja," kata Raj
"tidak jangan seperti ini, aku penasaran, mau melihatnya," kata Raina yang memutuskan untuk keluar setelah memakai kimono satin miliknya.
dia melihat di area dapur ternyata ada Kinjal dan Tania, "kenapa kalian belum tidur, ku kira ada perampok," kata Raina tertawa.
"ah kami sedang lapar, jadi ingin buat kue, tapi malah kak Tania menjatuhkan panci ini," kata Kinjal
"ya sudah kalian lanjutkan, aku mau istirahat karena besok masih banyak pekerjaan," kata Raina yang kembali ke atas.
"kak boleh minta ayam goreng yang ada di kulkas, karena itu milik mu jadi aku tak enak mau mengambilnya,"
"makan saja dek, siapa saja yang ingin makan boleh kok,santai.." kata Raina yang menaiki anak tangga.
Raj juga keluar kamar, "jadi siapa yang berisik?"
"itu Tania dan Kinjal sedang membuat sesuatu," jawab Raina.
"kalau begitu kini giliran kita yang juga harus buat sesuatu," jawab Raj yang langsung menarik istrinya itu masuk kedalam kamar.
malam panjang keduanya pun di mulai, Raj tak bisa berkata-kata lagi, karena sekarang Raina tak malu lagi.
jadi keduanya kini saling memberikan servis terbaik yang di miliki.
keesokan harinya, Salwa sudah menyiapkan sarapan, saat Rohan keluar dari kamar dan sudah siap untuk pergi ke kantor.
"sarapan dulu, aku membuat kari ayam spesial, ya sebenarnya beberapa kali membuat ini tapi entah rasanya sesuai atau tidak," kata Salwa yang mengambilkan makanan untuk pria itu.
"baiklah mari kita coba," kata Rohan yang mulai mencicipi masakan Salwa.
ternyata rasanya sangat nikmat dan ayamnya juga super lembut, bahkan Rohan nampak begitu lahap sekarang.
"enak,"
"tentu, sekarang duduk kita makan bersama," ajak Rohan.
__ADS_1
keduanya sarapan sebelum pergi, dan sarapan pagi ini sangat enak, tapi saat ingin pergi, Salwa memberikan kotak bekal.
"makan di kantor ya, ingat jangan lupa makan, karena itu tak baik untuk kesehatan," kata Salwa.
"terima kasih ya, baiklah aku pergi dulu, apa mau sekalian saja, karena perjalanan kita satu arah,"
"boleh saja, lumayan aku menghemat ongkos bajai," kata Salwa yang mengunci pintu rumah dan langsung naik ke atas jok motor Rohan
di jalan tanpa mereka sadari, Kinjal melihat kedekatan Rohan dan Salwa, dia pun menjadi marah.
niat hati ingin menenangkan diri dengan pergi ke kampus malah harus melihat hal seperti ini
"ada apa nona?" tanya supir gadis itu.
"tidak pak, fokus ke jalan saja," ketus Kinjal.
Salwa turun dan langsung masuk kedalam sekolah, dan Rohan melanjutkan motor kesayangannya itu ke kantor
sesampainya di kantor, ternyata Raj belum datang, "pak ada tamu yang ** cari tuan Raj, tapi beliau belum datang,"
"baiklah biar saya temui," kata Rohan yang menuju ke ruang tunggu
"selamat pagi, maaf kenapa datang mendadak seperti ini Rahul Rathore," sapa Rohan.
"baiklah tapi kalau begitu lebih baik ikut aku naik ke ruangan ku, ya setidaknya kamu tak di sini sendirian," kata Rohan.
"memang kamu sudah tak tinggal di rumah Malhotra?"
"tentu saja masih di sana, cuma semalam memang aku sedang rindu kedua orang tuaku jadi aku pulang ke rumah ku," jawab Rohan.
ternyata tak lama Raj datang, dan saat melewati ruangan Rohan dia kaget mrligat sosok teman lamanya.
"Rahul, kapan datang," kata Raj bahagia.
"baru saja, maaf aku tak bisa datang saat petnikahsn mu, tapi bolehlah undang aku ke rumah untuk makan malam, ya setidaknya untuk mengenal kakak ipar, dan bertemu dia," kata Rahul dengan malu-malu.
"dia?" bingung Raj.
"Kinjal tuan,"
"owh... ternyata pengusahaan showroom sukses ini menyukai Kinjal, tapi apa yang kamu suka dari gadis itu, beh... bahkan dia saja tak bisa memasak,"
"memang aku cari istri bukan cari pembantu, jadi tidak bisa memasak juga bukan masalah untuk ku," kata Rahul keceplosan.
__ADS_1
"baiklah-baiklah kita lanjut di ruangan ku, Rohan tolong telpon rumah dan bilang akan ada tamu istimewa datang, dan bilang pada Oma, ada yang ingin melamar putri rumah kita," kata Raj.
"baik tuan, saya akan mengatakannya," jawab Rohan.
"hei tuan besar, bagaimana kabar usaha ku di Singapura, apa berjalan baik?" kata Raj yang berjalan menuju ke kantornya.
Rohan menghubungi rumah besar Malhotra, dan yang menjawab adalah paman Raju.
"dengan kediaman Malhotra, ingin bicara dengan siapa?" tanya pria itu.
"halo paman, aku Rohan, Ais di sekitar mu ada Oma, jika iya tolong berikan telpon ini padanya," kata Rohan.
paman Raju memberikan telpon itu pada Oma yang sedang merangkai bunga untuk di pasang di patung Dewi.
"permisi nyonya besar, ada telpon dari tuan Rohan,"
"terima kasih pak,"
"halo Rohan ada apa?" tanya Oma Lela.
"Oma nanti malam akan ada tamu datang untuk melihat Kinjal, jika cocok kemungkinan akan ada pertunangan," kata Rohan.
"apa Rohan, bagaimana bisa kalian tak memberitahu ku,hei jangan sembarangan mencari keluarga untuk Kinjal kesayangan Oma ya," kata Oma Lela yang tak mau salah pilih menantu.
"Oma mengenalnya, sangat mengenalnya, keluarga Rathore yang akan datang malam ini Oma, dan tolong minta kakak ipar menyiapkan semua masakan, karena permintaan dari kak Raj," kata Rohan lagi.
"baiklah, kalau keluarga mereka Oma akan sambut meriah," kata Oma Lela dengan senang hati.
Raina yang baru pulang dari pasar bersama bibi Anu kaget melihat Oma begitu bahagia.
"ada apa Oma, apa ada kabar baik?" tanya Raina yang meminta berkat.
"sayang malam ini akan ada keluarga besar yang akan datang melihat Kinjal, tolong siapkan makanan karena mereka ini teman baik keluarga kita," kata ona Lela.
"tentu saja Oma, tapi apa ada pantangan khusus?"
"tidak ada, mereka tinggal di luar negeri jadi semuanya bisa makan," jawab Oma Lela.
Raina pun mengangguk dan tak percaya akhirnya Kinjal akan bertunangan juga.
terlebih gadis itu memang sudah masuk usia menikah, dan sekarang ada keluarga baik yang datang melamar.
"baiklah semuanya mari kita memasak, untuk tamu yang akan datang," kata Raina dengan semangat.
__ADS_1