
di subuh hari, Raina dan Oma sudah bangun, begitupun dengan Kinjal yang terlihat masih mengantuk.
"kalian bisa mulai makan, tapi Kinjal apa kamu sudah berdoa?" tanya Oma Lela.
"Dewa Krisna pasti juga paham Oma," jawab gadis itu yang membuat Oma Lela tak habis pikir.
Raj turun dari lantai dua, dan melihat semuanya sedang makan sebelum puasa
"apa aku boleh ikut?"
"tidak, kamu sedang sakit, jadi aku tak mengizinkannya," kata Raina.
"ayolah sayang,"
"Raina benar Raj,kamu bisa makin parah jika memaksa ikut puasa," kata Oma Lela.
"bolehlah Oma, ya setidaknya untuk istriku," mohon pria itu.
"baiklah, Oma tak pernah bisa menang melawan mu," jawab Oma Lela.
akhirnya mereka bertiga makan di pagi hari itu, Raman dan Rohan tidak bangun karena mereka tak ada kewajiban juga.
suasana mansion terasa begitu indah dengan semua hiasan, setelah itu mereka menunggu para wanita lain untuk bersiap untuk melanjutkan dengan acara yang sudah di susun Oma Lela.
pagi hari, semua wanita yang sedang puasa Karva Chauth akan memakai hiasan mahendi.
pagi itu para pelukis Henna sudah datang atas panggilan Oma Lela, Raina adalah orang pertama yang memakai mahendi.
dan Oma Lela membuat dasar gambar baru di lanjutkan oleh pelukis yang sudah profesional.
"jika warna mehendi gelap dan indah, itu tandanya suamimu sangat menyayangi mu," kata Oma Lela.
Raina pun malu mendengarnya, "Oma..."
setelah mengenakan mahendi mereka duduk bersama sambil menikmati hiburan yang sudah di sediakan.
dan acara yang sesungguhnya akan di adakan nanti malam, acara puncak dari perayaan Karva Chauth.
setelah itu banyak yang memilih untuk pulang dulu, sebelum sore ini datang lagi.
Raina dan Kinjal sedang duduk di taman menikmati hawa yang terasa sedikit beda.
"kakak apa bulan benar-benar bisa muncul,mrligat langit sedang mending sekarang," kata Kinjal.
"tentu adikku sayang, kenapa tidak berdoa ad dewa Indra, minta dia menyingkirkan semua langit gelap itu, dan berdoa semoga Dewa Candra muncul tepat waktu," kata Raina.
"hei Dewa Indra, kau dengar ucapan kakakku, jangan tutupi dewa Candra malam ini oke, ku mohon Dewa," kata Kinjal yang membuat Raina tertawa.
"kakak ipar ..."
"maaf, aku juga memintanya dewa," jawab Raina.
mereka pun di minta hanya beristirahat tapi Raina yang memang sudah terbiasa pun memilih menyiapkan manisan, mulai dari ladu, dan yang lainnya.
__ADS_1
bahkan dia menyiapkan puding spesial untuk suaminya yang kali ini juga ikut puasa bersama dengannya.
semua terasa cepat bagi Raina, sudah sore hari, dan Oma Lela meminta menantunya itu bersiap untuk perayaan.
dia masuk dan melihat suaminya sudah siap dengan kurta yang menambah ketampanannya.
"anda begitu tampan Tian Malhotra,"
"terima kasih nyonya, karena istriku juga terlalu cantik jadi aku tak boleh biasa-biasa saja," jawab Raj.
"sudah cepat turun bantu Oma, aku harus memakai pakaian ku dulu," jawab Raina mendorong Raj keluar kamar.
dia pun memilih mandi dan setelah itu bersiap, dia mengenakan baju Ghagra Choli berwarna merah.
bahkan perhiasan yang harus di pakai juga cukup banyak, dan kalung pernikahan tak boleh tertinggal.
jika biasanya dia memilih mengerjai atau mengikat rambut panjangnya.
kali ini Raina memilih menatanya dengan sanggul rapi karena dia ingin terlihat lebih berwibawa sekarang.
setelah dia siap, dia pun turun ke lantai satu karena semua orang sudah menunggunya.
semua orang terpana, Raj berjalan dan mengulurkan tangannya untuk membantu istrinya itu.
"demi Dewa, dia begitu cantik," kata seorang tamu.
"tentu harus cantik, istri dari pengusaha kaya," kata tamu yang lain.
beruntung mereka berdua sudah seperti adik kakak yang sama-sama menyayangi.
tapi berbeda dengan Raj dan Naina yang malah bermain catur, "hei tuan bagaimana kalau yang kalah nanti harus menari."
"setuju saja, aku tak takut," jawab Raj.
"skak mat," kata Raj yang menang.
Raina tersenyum, "hei... rembulan sudah muncul," panggil salah seorang Wanita.
mereka pun mulai berkumpul untuk mulai melakukan puja atau berdoa, para suami berdiri di samping istri masing-masing.
setelah puja selesai, di lanjutkan dengan ayunan dan baru buka puasa.
Raj dan Raina saling menyuapi karena suaminya itu juga berpuasa hari ini.
setelah buka puasa bersama, semua pun bisa saling mengucapkan selamat hari festival.
"pengumuman semuanya, kita akan menyaksikan penampilan yang luar biasa, silahkan Kinjal tunjukkan tarian mu," kata Rohan.
cring... cring... cring...
Kinjal sudah memakai baju yang berbeda saat ini, "tunggu dulu, masih ada seseorang yang akan bersamamu menari malam ini, tapi aku bisa mulai duluan," kata Kinjal yang mulai melakukan tarian tradisional.
semua orang bertepuk tangan saat tiba-tiba musik terdengar dan sebuah lagu di putar dengan keras.
__ADS_1
itu adalah lagi dari film devdas, dola re dola.
Kinjal menarik dengan sangat indah, begitu pun Raina yang bergabung, Keduanya nampak begitu serasi menari.
semua orang memberikan tepuk tangan yang meriah, Raina kembali pergi untuk berganti baju dulu.
"dan yang terakhir ada persembahan dari nyonya Malhotra untuk tarian terakhir, yaitu lagu Bajirao Mastani," kata Rohan.
kini Raina kembali datang, dia bahkan terlihat makin cantik dengan baju berwarna emas itu dengan rambut tergerai indah.
Nazar jo teri laagi main deewani ho gayi
Deewani haan deewani, deewani ho gayi
Mashoor mere ishq ki kahani ho gayi
Jo jag ne na maani toh maine bhi thaani
Kahan thi main dekho kaha chali aayi
Kehte hai ye deewani mastani hogayi
Mashoor mere ishq ki kahani hogayi
Jo jag ne na maani toh maine bhi thaani
Kahan thi main dekho kahan chali aayi
Kehte hain ye deewani mastani hogayi
Deewani haan deewani deewani hogayi
Zakham aisa tune lagaya
Deewani deewani deewani deewani hogayi
Marham aisa tune lagaya
Ruhani ruhani ruhani ruhani hogayi.
tarian itu begitu indah hingga membuat setiap orang terpana, hingga gerakan terakhirnya Raina di peluk oleh Raj.
semua orang kembali bertepuk tangan, mereka tak mengira jika pesta akan sebaik ini.
sedang di tempat lain, Rena sedang merasa buruk Karen dia tak berhasil menghancurkan Raina.
malah sekarang dia tak bisa pergi karena orang yang menuntut dirinya tak ingin berdamai.
"awas kamu Raina!!!" teriaknya dengan marah.
sedang Bu Rahayu dan pak Sunjoyo hanya bisa melihat putrinya itu, mereka juga sudah menawarkan berbagai macam hal.
tapi istri dari pria yang tidur bersama dengan Rena tak ingin damai itu lah yang menjadi kesulitan tersendiri untuk mereka.
__ADS_1