
setelah berbelanja, mereka melihat ada sebuah kuil yang cukup terpencil.
"Oma kita bisa ke kuil itu dulu," mohon Raina.
"baiklah sepertinya itu kuil Radha Krisna," kata Oma Lela.
mereka pun memutuskan untuk naik ke kuil itu, tapi ada seorang warga yang kebetulan melintas.
saat akan mulai naik Raina melihat ada seorang wanita sedang naik ke atas kuil dengan mengunakan lututnya.
"Oma yang sedang wanita itu lakukan," tanya Kinjal
"sepertinya dia memohon sesuatu," kata Oma yang juga belum pernah melihat hal seperti ini.
"itu adalah seorang istri yang mendoakan suaminya, di sini percaya jika siapapun yang melakukan hal itu, dia untuk cintanya pasti akan di kabulkan oleh Dewa," jawab salah satu warga.
"apa yang harus di lakukan sebelum memulai ritual itu?" tanya Raina yang penasaran.
"tidak perlu melakukan persiapan apapun, hanya perlu niat kuat dan sebut doa yang kamu inginkan," kata warga itu.
Raina mendekati pendeta yang menjaga jalur khusus itu, setelah mendapatkan restu, dia pun mulai.
Kinjal yang melihatnya ingin melarang kakak iparnya itu, tapi Oma Lela tak mengizinkan karena itu keinginan kuat dari Raina.
"tidak usah melarangnya, karena jika seorang wanita memiliki keinginan, tak ada siapapun yang bisa menahannya, bahkan Dewa sekalipun," kata Oma Lela.
"tapi Oma.."
"kita naik ke atas saja, kita tunggu Raina di atas," jawab Oma Lela yang membuat Ki hal terkejut.
Raina sudah menaiki sepuluh anak tangga, dia pun berusaha untuk meneruskannya, karena percaya dengan apa yang dia yakini.
Kinjal melihat kakak iparnya itu dengan kasihan, karena dia tak mengira jika kakak iparnya itu sampai garis melakukan ini.
entah apa yang di minta oleh wanita itu, bahkan entah siapa yang bisa tau isi hati wanita itu.
tanpa di duga, setelah menaiki tiga puluh satu anak tangga itu, dia akan harus melalui sebuah hambatan di ujung tangga.
Oma Lela masuk kedalam kuil dan mulai berdoa, sedang Kinjal menunggu di sana.
dia melihat bagaimana keteguhan yang di miliki oleh Raina begitu kuat, bahkan dia bangkit.
dan mulai masuk. kedalam kolam yang di sampingnya ada beberapa ekor ular melintang itu.
dengan tenang dia berhasil melewati semuanya, Kinjal tak mengira jika dia akan melihat wanita yang begitu hebat seperti ini.
sesampainya di kuil, dia langsung mengutarakan keinginannya sambil berdoa.
setelah itu mereka pun pulang, "kakak ipar apa kaki mu tak sakit?"
Raina pun tersenyum, "inintak sesakit itu Kinjal, percayalah jika kita melakukan demi orang yang kita cintai, bahkan api saja tak akan terasa panas," jawab Raina.
"itu pemikiran gila, aku tak percaya itu," kata Kinjal.
tapi Raina tak mempercayai ucapan dari adik iparnya. mobil sampai di rumah.
"nyonya besar, tuan besar pulang dengan keadaan demam," kata paman Raju.
"telpon dokter," kata Raina panik.
Raina langsung lari menuju ke kamarnya, tapi tanpa di duga langkah kaki dari wanita itu tertinggal di lantai.
bahkan langkah kaki itu berwarna merah, Oma Lela dan Kinjal kaget karena wanita itu seakan tak merasakan sakit sedikit pun.
"sayang!!" kata Raina yang masuk kedalam kamarnya dan melihat Raj menggigil.
Raina langsung mengambil kain untuk mengompres suaminya itu, "sayang... apa ada yang sakit?" tanya Raina.
Raj tak menjawab, tapi Raina terus mengosok telapak tangan suaminya itu.
dokter pribadi keluarga datang, dan memeriksa kondisi Raj, "tuan sepertinya hanya kelelahan dan sering telat makan, serta tekanan darahnya sedikit rendah," jawab dokter itu.
"tapi dia demam dokter," kata Raina.
"tenang nyonya, sepertinya demamnya karena tuan terlalu memforsir dirinya, itu membuat dirinya kelelahan," kata dokter yang memberikan infus.
"Raina sayang, kamu bersih-bersih dulu ya, kamu juga terluka," kata Oma Lela.
semua orang kaget melihat apa yang ada di bawah kaki wanita itu, Raina pun mengangguk dan mulai membersihkan diri.
akhirnya perlahan kondisi Raj sudah membaik, sedang dokter mengobati luka Raina, bahkan luka itu cukup banyak, ada yang di telapak kaki, dan lutut.
setelah di obati, Rai a tetap berada di samping suaminya itu, dan tak mau meninggalkan Raj sedikit pun.
__ADS_1
bibi Ami datang membawa makanan karena perintah Oma Lela, "nyonya tolong makanlah sedikit,"
"taruh saja di sana Bik,aku belum lapar," jawab Raina yang masih menemani suaminya itu.
"nyonya saya mohon, jika nyonya juga sakit, bagaimana keluarga ini nanti, terlebih pernikahan dari nona Kinjal juga akan segera di mulai, terlebih besok adalah acara sangit," mohon bibi Ami.
"baiklah bi, tolong ambilkan," kata Raina.
tiba-tiba Raj bangun, "air.." lirihnya.
mendengar itu Raina mengambilkan air minum untuk suaminya itu, tak lama tak benar-benar bangun dan tersenyum ke arah istrinya itu.
"sayang ..."
"iya suamiku, apa ada yang sakit, atau kamu butuh sesuatu?" tanya Raina.
"tidak ada sayang, tapi kenapa bibi Ami di sini," tanya Raj melihat pelayan rumahnya.
"ini tuan, nyonya Raina tidak mau makan dari tadi, padahal kaki beliau masih terluka," kata bibi Ami.
"bibi..." kata Raina melotot karena pelayan itu melaporkan dirinya pada Raj
"kenapa kamu bisa terluka, ayolah sayang jangan menyiksa dirimu sendiri seperti ini," kata Raj yang melihat istrinya itu
"maafkan aku, habis aku khawatir karena kondisi mu, aku sudah mau makan kok," kata Raina yang tak bisa berkata-kata lagi.
akhirnya dia menerima potong itu, tapi melihat makanan itu, tiba-tiba Raina mual sejadi-jadinya.
dia menaruh nampan itu dan lari ke kamar mandi dan memuntahkan semua isi perutnya.
"nyonya," Panik bibi Ami yang melihatnya.
Raj pun bangkit tapi Raina sudah keluar dari kamar mandi, "tidak apa-apa, aku hanya tak suka melihat sup Lentil itu, maaf bisa tolong ambilkan aku nadi hangat dan serundeng yang kapan hari aku buat bi," kata Raina.
"iya nyonya," jawab bibi Ami.
"bibi ambilkan yang baru, biar ini aku yang makan karena terlanjur di bawa," kata Raj yang tiba-tiba merasa sangat lapar.
Raina mendekat dan mulai menyuapi suaminya itu dengan telaten.
dia kaget karena baru Kali ini Raj makan dengan lahap, bibi Ami datang membawa nasi pesanan nyonya rumah.
setelah itu giliran Raina yang makan, tapi yang membuat mereka kaget adalah wanita itu duduk di lantai sambil makan.
tak hanya itu, Raina juga sangat lahap dan tak butuh waktu lama untuk menghabiskan makanannya itu.
ya mereka mengantar pakaian pernikahan dan perlengkapan lainnya, bahkan rumah sudah di hias sedemikian rupa.
rumah mewah itu di sulap bak istana untuk pernikahan, bahkan lusa akan ada pelaminan tepat di tengah-tengah lantai satu.
dan bisa di pastikan meski di adakan di rumah, pesta pernikahan Kinjal akan menjadi pesta pernikahan paling meriah.
bahkan sovenir pernikahan saja adalah perhiasan emas, tak hanya itu mereka juga memastikan tak akan ada kekurangan nantinya.
kaki Raina sudah terasa lebih baik karena obat yang di oleskan cukup efektif.
acara sangit di adakan sore ini, Raina sudah memastikan semua tak ada yang kurang.
pagi ini ada acara kunyit yang berjalan lancar, dan tadi Tania yang menghibur dengan tariannya.
"paman Raju apa semuanya sudah aman?"
"tentu nyonya, tapi sepertinya tuan yang butuh bantuan,"
"baiklah, awasi semuanya biar aku lihat suamiku," kata Raina yang naik ke lantai atas.
tapi saat akan masuk kedalam kamar, tak sengaja selendang miliknya jatuh dan dia berusaha memperbaikinya.
tapi seseorang menariknya, dan itu adalah Raj, "ada apa, sayang jangan seperti ini, di luar sudah banyak orang," lirih Raina.
"aku tau, tapi biarkan saja, aku ingin menikmati waktu bersama istriku ini," lirih Raj yang mulai mencium leher jenjang istrinya.
"emm... dasar suami mesum," dorong Raina yang berhasil lari dari Raj.
di bawah ternyata acara mulai di mulai, dia pasangan itu saling mengejar.
saat berada di bawah, tiba-tiba Raj mengambil botol wine dan mulai menari.
Sheeshe se sheesha takraye
Hey ... hey ... hey
Sheeshe se sheesha takraye
__ADS_1
Joh bhi ho anjaam
O dekho kaise
Arre sheeshe se sheesha takraye
Joh bhi ho anjaam
O dekho kaise
Chalak chalak chal
Chalak chalak chal
Chalak chalak chal chalkaye re
Chalak chalak chal
Chalak chalak chal
Chalak chalak chal chalkaye re
Jhaangh pakhawaj taashe baaje
Chalke jab yeh jaam
O dehko kaise ... ah ha, ah ha, ah ha
O dehko kaise
Dhamak dhamak dham
Dhamak dhamak dham
Dhamak dhamak dham dhamkaye re
Dhamak dhamak dham
Dhamak dhamak dham
Dhamak dhamak dham dhamkaye re
Sheeshe se sheesha takraye
Hey ... hey ... hey
Yeh madira, yeh madira
Haan yeh madira, yeh madira
Yeh madira toh le aati hai
Yaadon ki barsaat
Chalak chalak ke chalti jaaye
Dil ko yeh madira
Haan yeh madira hothon se utre
Toh bole dil ki baat
Garaj garaj ke dil mein garje
Gham ke yeh badra
Dil tak jaise yeh pahunchi
Aayi aayi aayi uski yaad
Uski ek jhalak
Uski ek jhalak
Mil jaaye itni hai fariyad
Itni hai fariyad
Itni hai fariyad....
Raina tertawa melihat suaminya itu yang benar-benar menggemaskan, tentu saja dia pun mulai ikut menari bersama.
suasana malam itu begitu pecah, karena Rohan, Raj dan Raman menari bersama.
__ADS_1
akhirnya mereka pun mengakhirinya dengan pelukan hangat dengan pasangan masing-masing.
"untuk kedua pengantin aku ucapan salam dan selamat, Tuhan memberkati kalian," kata Raj