
Kinjal merasa sangat buruk, karena dialah yang membuat semua keluarganya harus bercerai berai seperti ini.
sedang Raina merasa sedih karena harus berpisah dengan sahabatnya yang selama ini menjadi salah satu orang yang selalu mendukungnya.
"sudah kalian tak usah sedih, Oma yakin semua pasti akan berkumpul lagi saat semua sudah bisa saling menghormati," kata Oma Lela.
"itu tak akan terjadi Oma, selama aku belum bisa yakin jika keluarga kita sudah normal dan bahagia dengan pasangan masing-masing, jadi jangan harapkan hal itu mungkin terjadi," kata Raj tegas.
Raina mengerti kenapa suaminya itu memilih hal itu karena Raj tak ingin Kinjal melakukan kesalahan dan membuat Rohan atau Rahul makin terluka.
"baiklah kami mengerti hal itu Raj, dan besok kami akan menuju ke Singapura untuk kembali ke aktivitas kami," kata Rahul yang merasa jika Raj benar-benar marah besar.
"kalau begitu, kalian bisa pulang dan beristirahat," kata Raj.
"tapi kak,"
"baiklah kami akan pulang, taman aku titip Oma, ayo Kinjal..." kata Rahul yang langsung menuju keluar dari rumah sakit.
karena dia tak bisa berdiri tegak di dalam bayangan sosok Raj yang begitu tegas dan mengancam.
"kak tapi kenapa kita harus pergi," kata Kinjal yang tak ingin meninggalkan rumah sakit, karena dia ingin melihat kedua keponakannya.
"tidak Kinjal, Raj sedang sangat marah, jika kita tetap di sini dia bisa saja kehilangan kesabarannya," jawab Rahul.
Kinjal yang mendengar itu hanya bisa menangis di pelukan suaminya, dia tau jika hati ini dia melakukan kesalahan besar.
hingga membuat Rohan memilih pergi meninggalkan rumah keluarga Malhotra dan hampir kehilangan anak mereka.
sedang Rahul pun bersumpah akan membuat keluarganya kembali utuh, dan agar bisa semua orang hidup dengan bahagia.
padahal Rohan ada di ruang rawat inap sebelah dan bisa mendengar semua ucapan Raj serta semua orang.
tapi dia tak bisa melakukan apapun, Salwa hanya bisa meminta pria itu datang dan memeluknya.
Oma Lela tau jika cucu laki-lakinya itu sedang sangat marah, karena dia mengenal benar bagaimana cucunya itu selama ini.
"Raj kamu tak harus mengirim mereka kembali ke Singapura secepat ini, bagaimana pun mereka itu juga keluarga kita," bantah Oma Lela.
"cukup Oma, tolong aku sudah bersabar dari tadi, Oma tak melihat apa yang di akibatkan dari ucapan dari Kinjal, semuanya hancur dan dalam bahaya, apa Oma ingin menutup mata," jawab Raj.
"kak tenanglah, ingat Oma lebih tua darimu," kata Raina yang mengingatkan suaminya itu.
"tapi Oma selalu saja mengabaikan semua kesalahan Kinjal, aku sudah bosan, terlebih apa yang menimpa dirimu dan Salwa, dan anak-anak yang bahkan tak berdosa hampir saja mati," kata Raj.
__ADS_1
"tapi itu tak terjadi Raj, jadi jangan berlebihan," kata Oma Lela.
"apa Oma bilang, tak terjadi, jika aku telat membawa istriku ke rumah sakit,salah satu anak ku akan meninggal dunia karena kehabisan air ketuban, dan pendarahan yang dialami Salwa jika sampai terjadi itu bisa mengancam wanita itu, dan jika pendarahan itu tak bisa di hentikan itu akan membuatnya tak akan punya anak selamanya," kata Raj keras.
Oma Lela dan semua orang terdiam, kenapa hanya satu kesalahan hingga membuat akibat yang begitu besar
"jadi ini keputusan ku, selama Kinjal tak bisa menerima suaminya, jekuargan kita tak akan berkumpul bersama,"kata Raj tegas.
"tapi kak,"
"aku kepala keluarga rumah ini, jika kalian tak suka dengan keputusan ku, maka silahkan pergi dari rumah ku!"
Raman diam, dia tak bisa menentang Raj, telebih pria itu bisa mengguncang sebuah kota dengan mudah.
itu akan mudah menghancurkan dia yang baru mulai membangun bisnisnya sendiri.
akhirnya Raman mengajak Oma Lela pulang, tapi Oma tak mau dia ingin di rumah sakit bersama dengan anak Raj.
Raina pun mencegah suaminya yang ingin melarang hal itu, pasalnya cukup Oma mendengar semua.
"biarkan saja kak, jika Oma bisa bahagia dengan menemani ku di rumah sakit," kata Raina memohon.
"baiklah sayang, sesuai keinginan mu," jawab Raj.
jadi hari ini Raj mengatur ulang jadwalnya karena dia tak ingin melewatkan hal spesial untuk anak-anaknya.
terlebih ini hari pertama mereka pulang ke rumah, sedang kemarin malam Rohan dan Salwa sudah berangkat ke Kasmir.
di rumah Tania menyambut kedatangan dari Raina dan dia putranya.
ternyata semua orang membuat pesta penyambutan kedua jagoan dari tak ini.
dan kedua putranya mendapatkan nama Raka Shidart Malhotra dan Rama Yudistira Malhotra.
dan kedua nama itu di berikan setelah melakukan acara pemberian nama.
Raina sangat menikmati kegiatannya menjadi seorang ibu yang meski sibuk dan repot.
tapi dia benar-benar senang, dan Oma Lela membantu untuk menjaga kedua cicitnya itu.
wanita yang selama ini tak punya kegiatan lain selain berdoa dan mengawasi pekerjaan rumah.
kini menjadi sangat sibuk setiap hari, bagaimana tidak Oma Lela mengajak kedua cicitnya itu untuk selalu berjemur setiap pagi.
__ADS_1
saat Raina sedang menyiapkan keperluan suaminya yang akan bekerja.
"sayang kamu pasti belum sembuh benar, tolong berhentilah untuk bergerak seperti ini, kamu membuat ku sangat cemas," kata Raj.
"tenang kak, meski ini terasa sedikit sakit, tapi semuanya baik-baik saja, jadi berhentilah menghawatirkan aku berlebihan seperti ini ya sayang," kata wanita itu yang akhirnya duduk juga.
"tapi aku tak melihat anak-anak, mereka dimana?" tanya Raj.
"pasti sedang di ajak berjemur oleh oma dan di temani bibi Anu, agar Oma nanti tak kerepotan," kata Raina.
"lebih baik gunakan jasa baby sitter saja ya, jamu pasti repot karena menjaga dua bayi kita, terlebih kamu juga sedang bekerja, dan kamu memegang banyak perusahaan juga," kata Raj.
"ya nanti di lihat dulu, jika aku memang tak sanggup lagi aku akan memikirkannya, tapi untuk sekarang tenang saja karena beberapa perusahaan yang aku pegang sudah ku pasrahkan pada orang-orang yang aku percayai," kata Raina yang membuat Raj tak percaya mendengar semua yang di ucapkan oleh istrinya.
dia hanya mengangguk saja, dan setelah sarapan dia berangkat ke kantor karena Samar sudah datang menjemputnya.
sedang Raman sedang berada di luar negeri bersama keluarganya, ya pria itu sedang ada proyek besar yang harus dia tangani.
tapi dia tak ingin sendiri, itulah kenapa dia mengajak istri dan anaknya sekalian liburan.
sedang Raj fokus di perusahaannya yang berada di Mumbai, tapi sebelum berangkat dia kaget melihat sang Oma yang sedang berjemur di bawah pohon
"apa itu yang namanya berjemur, wah... Oma benar-benar sangat membantu ya," kata Raj.
"sudahlah, kenapa kamu begitu mengesalkan, cepat pergi bekerja dan ingat bawa uang yang banyak untukku dan kedua anak mu,"
"kamu susah kata, kenapa masih butuh uang," kata Raj.
"sudah berangkat sana, aku mencintaimu," kata raina mengecup bibir pria itu.
"aku juga mencintaimu sayang," jawab Raj
pria itu pun pergi dengan mengunakan mobil, untuk mencapai ke kantor.
sedang Raina menjawab telpon dari adiknya Rino yang mengatakan jika dia sedang ada di Qatar.
ya pemuda itu sudah sangat hebat menjadi wakilnya dalam mengelola perusahaan Sunjoyo.
jadi Raina bisa fokus pada tumbuh kembang kedua putranya yang memang masih membutuhkan waktu lebih.
Raj sampai di perusahaan, semua orang langsung menyapanya dengan hormat.
dia sampai di kantor miliknya, dan saat itulah para karyawannya mulai melaporkan tentang perkembangan beberapa proyek yang nilai investasinya tak sedikit.
__ADS_1