
Kinjal terlihat sangat sedih, bahkan dia dan Rahul sudah melakukan pemeriksaan di Singapura.
tapi dokter mengatakan ada sesuatu yang tidak memungkinan mereka memiliki anak dalam waktu dekat ini.
yaitu kondisi Rahul yang memang tak memadai karena benih yang di miliki pria itu sangat rendah.
"maafkan aku ya sayang, akuntau kemungkinan aku tak akan bisa memiliki anak," kata Rahul yang memeluk Kinjal dari belakang.
"tidak masalah kak," jawab Kinjal.
keduanya sudah cukup bahagia sekarang, meski perlahan Kinjal harus bisa menerima keadaan ini.
terlebih Rohan dan Salwa sedang bahagia, karena menunggu kelahiran anak mereka.
malam ini semua beristirahat dalam pelukan pasangan masing-masing, Kinjal dan Rahul memang sengaja akan tinggal beberapa hari di Mumbai karena pria itu ada pekerjaan.
pagi ini, semua orang sudah bersiap-siap ke kantor untuk bekerja.
Rahul juga melakukan hal yang sama, "pagi semua, maaf aku menjemput terlalu pagi," kata Rohan yang baru saja sampai di rumah.
"tak masalah Rohan, mau ikut sarapan? dan jika kamu sepagi ini sudah di sini terus istrimu bagaimana?" tanya Oma Lela.
"ah dia juga sudah ke sekolah untuk persiapan hari guru Oma, dan aku juga sudah sarapan juga, ternyata punya istri orang Indo itu sangat menyenangkan, karena mereka begitu teliti dan pintar memasak," jawab Rohan yang memilih mengambil buah.
"kamu hebat, tapi kalau Salwa itu lebih pintar membuat kue, nanti coba minta buatkan cheese cake buatannya itu sangat lembut dan bisa goyang," kata Raina.
"maksudnya goyang?" tanya Raj bingung.
"iya, cake ya itu bisa bergerak karena begitu lembut dan yang terpenting rasanya tak eneg," jawab Raina.
"baiklah kapan-kapan minta istrimu buatkan ya, jika dia bisa dan tak lelah karena kasihan karena dia sedang hamil jadi kasihan jika kelelahan," kata Oma Lela.
"iya Oma siap," jawab Rohan.
akhirnya setelah sarapan, Rohan dan Raj berangkatlah ke kantor begitupun dengan Raman.
sedang Rahul juga pergi ke kantor miliknya, sebenarnya perusahaan Rahul sedikit mendapatkan guncangan.
__ADS_1
tapi pria itu berhasil menangani Semuanya tanpa merepotkan kakak iparnya itu.
siang itu saat acara di sekolah Salwa sedang di adakan, ternyata salah satu guru sedang menonton berita.
"ada apa Bu, kok sepertinya panik begitu?" tanya Salwa menghampiri guru itu.
"oh ini Bu, ada berita tentang cuaca buruk, jadi sebisa mungkin kura harus selesaikan semuanya secepat mungkin," kata guru itu.
"baiklah, toh tinggal tiga pertunjukan lagi dan setelah itu semuanya selesai," kata Salwa yang tiba-tiba merasa tak nyaman.
dia mendapatkan pesan dari suaminya untuk datang ke rumah Oma Lela karena wanita ingin makan kue buatannya.
Salwa mengiyakan karena dia ingin menemui Raina dan seru jika menggoda wanita itu yang memang sudah mengalami kenaikan berat badan.
bagaimana tidak, gadis yang selalu menjaga berat badannya, kini harus rela gemuk demi kedua anaknya.
pukul tiga sore semuanya sudah selesai, Salwa juga sudah berada di perjalanan menuju ke rumah keluarga Malhotra.
dia sampai dan sudah melihat sahabat sekaligus kakak iparnya itu sedang berjalan santai di taman rumah mewah itu
"apa yang sedang kamu lakukan kakak ipar, memang tak lelah berjalan-jalan dengan perut sebesar itu," kata Salwa yang menyapanya.
"sepertinya, tapi kebetulan aku juga sedang ingin memasak," kata Salwa.
"kenapa begitu, kamu pasti lelah, ayo masuk, Kinjal ayo..."
mereka masuk dan memberikan belanjaan yang di bawa oleh Salwa pada paman Raju.
dan dua bibi di rumah itu siap membantu keduanya, karena keduanya tak ingin salwa kelelahan seperti perintah Oma Lela.
benar apa yang di katakan oleh guru yang tadi bersama Salwa, tiba-tiba Langit berubah menjadi marah.
angin bertiup kencang, bahkan petir dan Guntur saling bersahutan. bahkan hujan deras itu turun sepertinya dewa marah.
Rahul sampai di rumah, tapi tidak dengan Rohan dan Raj yang masih berada di luar rumah.
"bisa tolong seseorang telpon suamiku, aku tak bisa menghubunginya dari tadi, karena nomor ponselnya sangat sibuk," kata Raina yang begitu khawatir.
__ADS_1
"biar aku coba hubungi suamiku, karena aku yakin jika mereka pasti bersama," kata Salwa yang duduk bersama tang lain.
tapi nyatanya ponselnya juga tak berhasil menghubungi suaminya itu, bahkan kini malah semua lampu mati.
ternyata banyak pohon tumbang, yang menyebabkan semua jaringan listrik menjadi terganggu.
tak hanya itu bahkan genset yang akan di gunakan juga bermasalah, meski hujan badai itu sudah reda.
tapi mereka masih merasa khawatir karena kedua pria itu belum pulang, bahkan Raman yang juga dari luar juga sudah kembali ke rumah.
"Raman, apa kamu tak bersama kakak mu,"kata Raina yang begitu khawatir.
"tidak kakak ipar, karena yang aku tau dia tadi sedang mengunjungi proyek yang ada di Kolkata," jawab pria itu.
"tidak mungkin, di Kolkata tejadi kerusakan paling parah karena daerah itu terserang angin paling besar, bahkan banyak bangunan yang rusak," kata Salwa yang batubsaja dapat pesan dari teman-teman sesama guru.
semua orang kaget, Oma Lela menahan tubuh Raina yang kaget mendengar itu.
bukan apa karena dia tak boleh mendapatkan informasi yang bisa memancing tekanan darah wanita itu.
"tidak sayang, kita harus percaya pada Dewa jika semuanya akan baik-baik saja," kata Oma Lela yang mengajak semua keluarga berdoa.
tiba-tiba pintu rumah terbuka, dan di sana terlihat sosok dari Rohan dan Raj yang masuk kedalam rumah, "kenapa rumah ini begitu gelap," kata salah satu orang yang mencoba menyalakan lampu di rumah.
tanpa di duga Kinjal bangun dan langsung berlari ke arah pria itu dan memeluknya dengan erat.
"aku takut jika kamu terluka, aku takut jika terjadi sesuatu pada mu... aku takut kamu terluka, Karena aku tak bisa kehilangan dan melihat mu terluka kak Rohan.... karena aku mencintaimu..." suara wanita itu.
tiba-tiba lampu di rumah menyala, Salwa terdiam di tempatnya begitupun dengan Rahul, bahkan Raj yang juga tak menyangka akan melihat hal ini.
Kinjal bahkan tak melepas pelukannya sedikit pun, ternyata Kinjal ssh memeluk orang.
dia memeluk Raj, sedang Rohan berdiri di dekat sakelar lampu, Kinjal pun perlahan melepaskan pelukannya dan kaget melihat pria yang dia peluk.
dia tak sengaja mengakui Semuanya di depan semua orang yang ada di rumah malam itu.
Kinjal pun mengusap wajahnya yang berubah pucat, "apa maksud mu kamu mencintai Rohan!!" bentak Raj dengan sangat keras.
__ADS_1
karena Apria itu tak menyangka akan mendengar hal mengerikan itu dari adik perempuannya yang sudah menikah.