Aku Mencintaimu, Tuan Malhotra

Aku Mencintaimu, Tuan Malhotra
kehilangan


__ADS_3

Raj pun terpaksa mengikuti keinginan istrinya itu, dengan bantuan Raina.


Raj melakukan pemeriksaan ulang untuk melihat tingkat kesuburannya, dan setelah tes itu Raj benar-benar pergi meninggalkan rumah sakit dan menuju ke Mumbai.


tes itu keluar setelah dua hari, dan Raj tengah sangat sibuk di Mumbai karena kegagalan pamannya Veer mengurus segalanya.


bahkan dia kurang tidur dan sampai lupa untuk menghubungi Raina yang sedang merindukannya di kota itu.


hasil tes kesuburan dari Raj sudah keluar, dan hasilnya jika pria itu memiliki kesuburan yang sangat bagus.


Raina bingung kenapa Raj mengatakan jika dirinya tak akan bisa punya anak, padahal hasil tes mengatakan jika dia itu sangat baik.


Raina sudah di izinkan pulang karena kondisinya sudah membaik, dia meminta izin pada Oma Lela untuk tinggal bersama orang tuanya dulu.


karena Raina harus menenangkan diri, dan tak gegabah dalam menghadapi semuanya.


tak terasa hari berganti Minggu, dan Minggu berganti bulan, Raj sudah sebulan ini berada di Mumbai.


dan hanya sesekali dia menelpon rumah dan istrinya, bahkan kadang tanpa pesan hingga tiga hari.


perlahan perut Raina juga mulai nampak membesar, dan Oma Lela yang hari ini berkunjung ke rumah wanita itu kaget.


"kamu hamil anak siapa Raina?" tanya Oma Lela yang memang tau kondisi cucunya.


"apa maksud Oma, aku hamil anak Raj," jawab Raina yang juga kaget.


"kita bicarakan di dalam," ajak Bu Rahayu.


Kinjal, dan Oma Lela masih belum percaya dengan apa yang di lihatnya, pasalnya wanita itu sudah hamil cukup ketara.


"nyonya Lela, saya tau anda kaget tapi ini cucu buyut anda, dia anak putriku Raina dan cucu anda Raj," kata bu Rahayu.


"itu tidak mungkin, bagaimana bisa Raj punya anak, seorang dokter di Mumbai, sudah memvonisnya tak akan punya anak," kata Oma Lela


"tapi hasil tes terakhir kali menunjuk jika kondisi Raj baik-baik saja," jawab Raina yang menujuk hasil dari laboratorium yang sudah di gandakan.

__ADS_1


karena dia tak ingin menunjukkan yang asli karena takut rusak, "benarkah kalau begitu nama Malhotra masih bisa berjaya," kata wanita itu senang.


"bagaimana mungkin!!" teriak Raj.


semua orang kaget melihat sosok Raj yang datang dari luar negri, dan pria itu pulang tanpa kabar.


"suamiku, kamu pulang," kata Raina yang ingin memeluk Raj.


plak....


sebuah tamparan malah di terima oleh Raina dengan sangat keras hingga membuat wanita itu tersungkur.


"Raj!!" kaget semua orang.


"kamu melakukannya dengan siapa, bagaimana bisa kamu menghianati diriku!!" marah Raj pada Raina.


"apa maksud mu, ini memang benar anak mu, aku hanya melakukan hubungan itu dengan mu, bahkan kamu yang pertama dan satu-satunya," kata Raina.


"kamu bohong, karena aku tak percaya dengan mu karena aku yakin anak Ini bukan anak ku, jadi lebih baik jujur atau aku akan mengusir mu dari sini, katakan!!" teriak Raj semakin membuat Raina sakit hati.


plak...


"silahkan saja, lagi pula apa yang aku inginkan sudah tercapai yaitu saham perusahaan pertambangan minyak di Dubai," kata Raj.


mendengar itu semua orang kaget, begitupun Raina yang ternyata hanya di gunakan untuk merebut saham pertambangan itu.


"ternyata kamu menikahi ku karena saham itu, kalau begitu ambil itu dan ceraikan sku sekarang," kata Raina menantang suaminya itu


dengan santai Raj menghapus Sindur di belahan rambut Raina dan menarik kalung pernikahan hingga putus.


"aku akan mengirimkan surat pisah kita secepatnya, dan Oma Lela kita harus pulang dan jangan ke tempat wanita ini lagi, karena sekarang kita tak memiliki hubungan apapun dengannya," kata Raj yang menarik Oma Lela dan Kinjal.


Raj menunjukkan sosoknya yang sebenarnya, dan Raina terduduk lemas, tiba-tiba perutnya kram hebat.


"mama sakit!!" teriak Raina yang memegangi perutnya.

__ADS_1


"Rino, papa kita bawa Raina ke rumah sakit, nama takut terjadi sesuatu padanya," kata Bu Rahayu.


saat pak Sunjoyo mengangkatnya tubuh Raina darah itu menetes, Raina sudah memucat dan akhirnya mobil itu membawa Raina pergi ke rumah sakit.


Rohan yang tak bisa melihat keluarga Raj hancur karena ancaman Vans pun memilih mengikuti mobil Rino.


"Rohan apa yang kamu lakukan, kita harus pulang," perintah Raj.


"tidak tuan,kita harus tau kondisi nona, apa tuan begitu mudah di ancam oleh Vans hingga begitu saja melepaskannya, ingat tuan doa selalu mempercayai mu, tapi sekarang dengan mudah kamu membuangnya, tidak akan kembali biarkan," kata Rohan.


akhirnya mobil yang mereka naiki sampai di rumah sakit, dan Raina di bawa ke ruang UGD.


tak lama suster keluar dan meminta keluarga untuk mendonorkan darah karena persediaan darah di rumah sakit kosong karena bertepatan dengan adanya kecelakaan beruntun.


ibu Rahayu dan Rino mendonorkan darah mereka, sedang pak Sunjoyo melihat ke arah Raj yang terlihat sedih.


"kamu peduli padanya, kalau begitu kenapa kamu mengatakan omong kosong seperti tadi, kamu membuat putriku dan calon cucu ku dalam masalah besar," kata pak Sunjoyo.


"maafkan kebodohan ku pa, tapi aku akan mengatakan sesuatu dan menjelaskan segalanya," kata Raj memohon.


"tak perlu, akubrak ingin kakak ku mengalami kesedihan lagi," kata rino yang selesai memberikan darahnya.


tak lama dokter keluar, dan menemui semua orang.


"dokter bagaimana kondisi putri saya dan calon anaknya?" tanya pak Sunjoyo.


"kondisi pasien sangat lemah, beruntung kami bisa mempertahankan bayinya, jadi untuk saat ini tolong jangan membuatnya tertekan yang akan membahayakan nyawa ibu dan anaknya," kata dokter wanita itu.


saat Raj ingin masuk kedalam ruangan rawat, Rino menahannya, pulang saja, kehadiran mu disini membuat kondisinya bisa semakin memburuk,"


"tapi aku masih suaminya," bantah Raj.


"jangan lupa kamintanf menghapus air dir di rambutnya dan menghancurkan kalung yang begitu dia jaga dan sayangi, ikatan kalian sudah kamu putus jadi jangan mendekat lagi," usir Rino.


Oma Lela pun menarik Raj untuk pulang, karena semua orang sedang dalam kondisi yang sangat sulit dan masih penuh amarah.

__ADS_1


jadi bicara untuk saat ini juga tak ada gunanya, lebih baik tunggu mereka pulang agar lebih mudah.


dan untuk Vans, Raj bersumpah akan menghabisi pria itu suatu saat nanti karena dia sudah berani membuat keluarganya kesulitan maka lebih baik aku bereskan, dan tak perlu mengikatnya lagi untuk janji itu.


__ADS_2