Aku Mencintaimu, Tuan Malhotra

Aku Mencintaimu, Tuan Malhotra
acara sederhana


__ADS_3

pertunangan hingga acara pernikahan Salwa dan Rohan di lakukan secara sederhana, karena mereka tak ingin menghamburkan uang.


terlebih keluarga Malhotra juga baru saja melaksanakan pernikahan mewah dari Kinjal dan Rahul.


meski begitu, pernikahan yang berjarak hanya satu bulan tetap meriah dan penuh hiasan cantik.


terlebih Raina yang menyiapkan segalanya, itulah kenapa meskipun dia sedang hamil besar.


Raina tetap saja semangat karena ini adalah pernikahan adik iparnya angkat, dan juga sahabatnya.


di rumah milik Rohan semua sudah siap, Rohan sedang menunggu pengantinnya turun, dan Raina yang mendampingi sahabatnya itu.


pernikahan pun di adakan, "siapa yang akan menyerahkan pengantin wanita," tanya pendeta.


Raina dan Raj tak mungkin melakukan itu, karena mereka adalah keluarga pengantin laki-laki.


"biar kami yang melakukan," suara itu mengejutkan semua orang.


ternyata Bu Rahayu dan pak Sunjoyo datang, "papa... mama..."


mereka pun menyerahkan pengantin wanita yang sudah di anggap sebagai putrinya sendiri.


pernikahan di lanjutkan dengan pengucapan janji sambil mengelilingi api suci.


sedang Raina melepas rindu dengan keluarganya, terlebih setelah rujuk kembali mereka belum sempat untuk datang ke Surabaya lagi.


akhirnya pernikahan pun selesai dan pengantin mendapat ucapan selamat dari semua tamu yang datang.


Rohan tak mengira pernikahan yang awalnya ingin sederhana berubah karena Raj menghubungi semua kenalan baik Rohan.


jadilah pesta itu sangat meriah, bahkan raj juga mengundang beberapa orang untuk menghibur.


sedang Raina sedang duduk dan temu kangen dengan keluarganya, "ada apa nak? kenapa kamu sedih begini, ayolah ibu hamil yak boleh seperti ini," kata Bu Rahayu.


"bagaimana mama tau jika aku sedang hamil, padahal aku sangat merindukan kalian semua," kata Raina.


"berarti kakak ipar melakukan hal yang tepat untuk mengundang kami datang kesini," kata Rino.


"iya dong, oh ya apa semuanya baik-baik saja, terutama perusahaan di tangan mu adik nakal," kata Raina.


"tenang kakak, semuanya aman terkendali, oh ya aku juga dapat proyek besar di pasar Eropa, semoga semuanya berjalan sesuai keinginan kita ya," kata Rino


"tentu, karena aku yakin kita bisa menyelesaikan semua dengan baik, dan jika butuh bantuan tinggal cari aku saja," kata Raina.


"mbak yakin, aku rasa itu tak mungkin melihat bagaimana suamimu itu begitu mencintai dirimu," kata Rino


"ya juga sih..."jawab Raina tertawa


sedang di kota Surabaya, saat ini seorang wanita bisa sampai di rumah besar milik keluarganya.

__ADS_1


"pak biarkan aku masuk pak, aku mohon aku adalah Rena pak," mohon wanita itu ketakutan.


"anda bohong, nona Rena tak memiliki wajah seperti ini," kata satpam yang bekerja di rumah keluarga Sunjoyo.


"aku mohon pak, aku minta tolong karena aku sedang mengalami kesulitan pak, nanti aku akan jelaskan," kata wanita itu memohon.


merasa kasihan pria itu pun membukakan pintu rumah, tapi gadis itu langsung bersembunyi di bawah meja.


satpam itu bingung tapi dia juga tak bisa melakukan apapun, jadi dia hanya mengawasi saja.


tak lama ada rombongan dari pria-pria berbadan tegap dengan tubuh tinggi hitam dan muka sangat sangar.


satpam itu pun menelan ludahnya sendiri karena wanita itu benar-benar dalam masalah besar.


untunglah tadi dia sudah masuk dan mengunci pagar rumah, dan para pria itu pun pergi begitu saja dengan berlari.


kini satpam itu melihat ke arah Rena, ya wanita itu sudah mengubah wajahnya, dan kondisinya sangat buruk.


bagaimana tidak dia di jual ke tempat pelacuran dan nasib buruknya dia di beli oleh seorang pria tua yang suka melakukan kekerasan.


bahkan wajahnya saat ini sudah mengalami lebam di beberapa bagian, "sebaiknya Anda lapor polisi, ini kekerasan," kata satpam itu.


"tidak bisa, dia bukan orang Indonesia, dan aku tak bisa melakukan hal itu, lebih baik aku ke dalam pasti ayah ku mengenaliku," gumam wanita itu ingin masuk kedalam rumah.


tapi satpam berhasil menangkapnya dan tak mengizinkan wanita itu bersikap kurang ajar.


jadi dia tak mau di salahkan nantinya karena memasukan orang tak di kenal.


"kamu tak percaya jika aku ini Rena, aku putri pertama keluarga ini," kata Rena meyakinkan satpam itu.


"anda bohong, mbak Rena sudah mati tiga tahun lalu bahkan mayatnya pun sudah di makamkan di saksikan oleh semua orang, saya menolong anda itu hanya kasihan saja, jadi jangan bertingkah," kata satpam yang tak mau nanti di salahkan.


"sudah sekarang pergi dari sini, sebelum ada keluarga yang pulang, ini ada uang dan bisa kamu gunakan untuk lapor polisi," kata satpam mendorong wanita itu pergi.


"tidak, jangan lakukan itu, aku mohon," kata Rena memohon.


dia pun kaget karena para pria itu lari ke arahnya, dia sebisa mungkin berlari menjauh, dia memilih mati satu pada harus jadi pelampiasan n*fsu saja.


Rena lari ke arah jalan besar dan berlari ke tengah jalan saat ada truk yang mengebut.


tubuh wanita itu pun terpental dan kepalanya retak dan mati seketika di jalanan.


dia mendapatkan hukuman atas semua sifat jahatnya, dan tiga pria itu pergi begitu saja.


sedang di rumah Salwa dan Rohan semua sedang tertawa dan berbincang santai


hingga tak terasa sudah malam hari, jadi mereka memutuskan untuk pulang dan beristirahat.


Rahul menyadari ada yang lain dari istrinya yang sedari tadi hanya terus diam dan diam.

__ADS_1


"apa kamu merasa sedih melihat pernikahan tadi, karena wajah mu tidak seperti adik yang di tinggal nikah kakaknya, tapi lebih cenderung seperti kekasih yang melihat kekasihnya menikahi orang lain," tanya Rahul


"kamu bicara apa, bagaimana bisa aku seperti itu,mungkin itu hanya perasaan ku, karena aku hanya merasa jika sekarang kak Rohan sudah pantas bahagia bukan ," kata Kinjal.


"kamu hebat, Rohan sudah melalui hidupnya dengan sangat banyak cobaan, jadi sekarang dia juga harus bahagia," kata Rahul


sekarang Kinjal harus membuka hatinya untuk pria di sampingnya itu, bagaimana dia bisa melukai pria yang sebegitu baiknya.


sedang di rumah Rohan, mereka berdua sudah di kamar pengantin dan Rohan pun duduk di samping Salwa.


"ada apa kak?" tanya Salwa yang melihat wajah Rohan tegang.


"maaf aku gugup sekali, karena aku tak pernah berdekatan dengan wanita selama ini," kata Rohan yang malah membuat Salwa tertawa.


"kamu bohong ya, bagaimana kamu bisa mengatakan itu, aku tak yakin karena di perusahaan mu pasti banyak wanita," kata Salwa yang mulai melepas semua pernak-pernik yang dia gunakan.


"tidak aku tidak bohong, karena aku memang tidak pernah melakukan itu, karena aku hanya ingin menghadiahkan tubuh ku untuk istriku,"kata Rohan yang membuat Salwa tertawa.


mereka pun mulai berdekatan dan berciuman, Rohan pun mulai tenang dan menikmati kegiatan mereka.


hingga mengalir begitu saja, malam terlewati dengan sangat panas, bahkan mereka berdua sama-sama menyukai hal ini.


keesokan harinya, Salwa sudah mandi dan sedang menyiapkan sarapan di dapur yang memang terpisah di bagian lain rumah.


Rohan sudah selesai mandi, dan kini dia mencari istrinya itu ke dapur, melihat wanita itu di dapur.


Rohan langsung memeluk Salwa dengan erat, "kak... biarkan aku membuat sarapan dulu," lirihnya yang sudah merasakan ciuman di tengkuknya.


"aku menyukai aroma tubuh mu ini Salwa, rasanya aku tak bisa berhenti untuk tidak berdekatan dengan mu, bukankah ini gawat,"kata Rohan.


Salwa berbalik dan langsung mengecup bibir suaminya itu, "kamu nakal,"


mereka pun lagi-lagi bermesraan hingga tiba-tiba bel pintu berbunyi, dan itu menghentikan aktifitas mereka berdua.


"ya sebentar," kata Rohan yang langsung ingin pergi dengan membawa tempat susu.


tapi Salwa menariknya dan memberinya ciuman di pipi, "sayang..."


Salwa tertawa dan melepaskan suaminya itu, saat membuka pintu ternyata benar tukang susu.


"maaf saya menganggu pengantin baru karena hari ini ada susu," kata pria itu.


"memang setiap hari kamu tak kesini, dasar bocah aneh, ini uang pelanggannya," kata Rohan.


"tidak karena nona di rumah ini bilang susu cukup seminggu tiga kali, dan ini kembalian dari uangnya," kata penjual susu itu.


"tidak ada, sekarang kirim susu setiap hari, dan kembaliannya ambil untuk mu,dan nanti uangnya aku berikan lagi saat kamu datang, mengerti," kata Rohan.


"baiklah, terima kasih..."

__ADS_1


__ADS_2